Friday, December 26, 2014

Galeri Foto dan Cerita Pendakian Pertama Gunung Merbabu + Galeri Foto

Mungkin kebanyakan orang sudah pernah melakukan aktivitas pendakian di daerah dataran tinggi. Demi mengadu nyali, mengasah keterampilan, dan menyalurkan hobi. Mereka tidak tanggung-tanggung dalam mencoba segala medan. Kesenangan tersendiri bagi pendaki bila telah mencapai puncak pendakian. Dataran tinggi yang saya maksud adalah gunung. Begitu juga saya. Dalam artikel, saya akan menceritakan pengalaman pertama kali mendaki gunung. Maaf kalau tulisan saya berantakan, maklum karena saya memang bukan ahli dalam menulis. Selamat membaca.

Waktu itu tanggal 16 Agustus 2013 saya mendaki Gunung Merbabu bersama teman-teman. Kami berniat mendaki gunung demi merayakan kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, bukan untuk bergaya atau pamer. Ini adalah pengalaman dan pendakian pertama kali saya mendaki gunung. Gunung Merbabu adalah lokasi pendakian saya pertama kali. Gunung ini memiliki tinggi sekitar 3.145 meter dari permukaan laut.

Baca juga:
Saya berangkat bersama ketiga teman saya, jadi total ada 4 orang. Kami berangkat mengendarai motor dari rumah teman yang berada di Prambanan. Kami berangkat sampai boyolali melalui jalan pintas. Teman saya yang mengusulkan melalui jalan itu karena dianggapnya paling cepat sampai lokasi pemberangkatan pendakian Gunung Merbabu. Tapi jalannya tidak bagus. Banyak lubang dan ada jalan yang belum diberi aspal. Penyebab munculnya lubang di jalan itu karena jalan tersebut dilewati banyak truk pengangkut pasir dari sungai aliran Gunung Merapi.

Akhirnya kami sampai di pos pemberangkatan. Rute pendakian kami adalah Selo, Boyolali. Katanya, selo adalah jalur yang paling mudah untuk pemula. Ya saya ikut saja. Waktu itu kami berangkat mendaki kira-kira jam 8 malam. Namanya juga awal, pastinya harus membiasakan diri. Jadi, ada kalanya kami berhenti mendaki untuk sembari duduk dan minum dengan mengamati pemandangan malam yang indah kota Boyolali. Jalan menanjak menambah rasa was-was di malam pendakian itu. Kami juga harus mengantri untuk melakukan perjalanan naik dengan orang lain yang sama-sama ingin merayakan 17 Agustus di puncak Gunung Merbabu. Belum sampai puncak, kira-kira jam 12 malam kami mendirikan tenda dan beristirahat di pos Sabana 1.

Kami bangun jam 5 pagi, sehingga bisa melihat pemandangan sunrise di pagi itu yang indah. Sebenarnya bukan kami, tapi hanya saya saja yang melihat sunrise itu. Teman-teman saya masih aktif untuk asyik bermimpi. Pemandangan sunrise yang baru saya lihat pertama kali di Gunung begitu mengagumkan. Pagi itu terlihat sebagian kota Boyolali tertutup awan kabut, sehingga menambah keindahan pemandangan alam yang begitu mempesonakan mata. Tapi, rasa dingin pagi itu tetap menusuk kulit walau sudah memakai jaket.

merbabu 17 agustus

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju puncak kira-kira jam 9 pagi. Sebelum berangkat ke puncak merbabu, kami sarapan dulu. Perbekalan sarapan kami hanya mie instant serta ditemani dengan panasnya kopi yang baru selesai dibuat. Dalam perjalanan ke puncak, saya dibuat bingung. Setiap kami berjalan, saya serasa sudah dekat dengan puncak. Tapi, setelah sampai puncak itu, ternyata masih ada puncak lainnya. Bisa dibilang "ada puncak di belakang puncak". Butuh perjuangan keras sampai ke puncak gunung merbabu.

Sampai juga kami di puncak merbabu (kenteng songo). Istirahat adalah hal yang lumrah untuk melepas capai di waktu itu. Di puncak saya hanya bisa terdiam memandangi alam. Betapa mempesonanya alam kita ini, alam Indonesia. Saya diliput rasa kagum dan takut karena ketinggian.

Kami turun dari puncak (kenteng songo) sekitar jam 12. Ternyata dibandingkan dengan berangkat, pulang ke tenda lebih cepat. Kami bisa berlari sambil turun. "Tidak takut jatuh?" Tidak, saya malah takut kalau ternyata tenda yang kami tinggalkan di pos sabana 1 sudah hilang beserta barang-barang kami lainnya. Sampai tenda kami beristirahat lagi.

Kami sudah beres-beres tenda. Kami turun dari Gunung Merbabu kira-kira jam 2 siang. Sampai pos pemberangkatan awal jam 4 sore. Di pos pemberangkatan kami hanya membasuh muka saja dan istirahat. Jam 5 sore kami memutuskan pulang.

Saya senang sekali telah melakukan pendakian perdana di Gunung. Pendakian perdana ini bisa saya sampaikan kepada keluarga dan kelak kalau masih diberi umur panjang, akan saya ceritakan kepada anak-anak dan cucu-cucu saya.

Ini ada beberapa foto yang bisa saya berikan mengenai keindahan Gunung Merbabu. Sebenarnya masih banyak, tapi yang banyak ada di kamera teman saya.

-Silahkan klik gambar agar lebih jelas-

merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
merbabu 17 agustus
pendakian gunung merbabu 17 agustus

Nah, setelah melihat pemandangan indah dari gunung merbabu lewat gambar-gambar di atas, apakah anda ingin pergi mendaki gunung tersebut? Jika iya, jangan lupa bawa peralatan dan perlengkapan pendakiannya dengan tepat. Saya doakan anda sampai tujuan dan pulangnya selalu merasa bahagia. Amin!

Sekian dari saya, kurangnya bisa anda cek di situs lain. Terimakasih telah berkunjung di blog ini. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Galeri Foto dan Cerita Pendakian Pertama Gunung Merbabu + Galeri Foto
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -