Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Kamis, 15 Januari 2015

Konsultan Gerabah Dungu

Cerpen ( Cerita Pendek ) / Konsultan Gerabah Dungu. Bangku kelas hari itu terasa panas banget, bisa dibilang pada hari itu gue dapat jackpot dari dosen dan teman-teman gue. Mungkin kalau bisa menyalakan petasan tahun baru di kelas, rasa-rasanya bakal lebih nikmat lagi untuk menyambut ke-dunguan gue di kelas saat itu.

training lol konyol lucu Beberapa hari sebelumnya si bapak dosen memberikan tugas yang cukup menarik, ada beberapa soal yang diberikan ama dosen gue itu dalam mata kuliah yang sebenarnya gue tidak pintar amat, yaitu Akuntansi UMKM (Akuntansi Usaha Mikro Kecil Menengah). Ampe sekarang gue emang dungu dalam mata kuliah akuntansi begituan dah, ibarat kalian harus susah payah cari kitab suci ke barat, mau kagak mau harus kalian lalui (jangan tanya kenapa gue hubungkan sama film sun gokong !). Dan mohon jangan tanya kenapa gue masuk jurusan akuntansi, kalau kalian paksa menanyakan maka gue akan jawab itu adalah surat realita hidup yang harus gue lalui, haiyah ! (apasih !).

Bagi gue kuliah saat itu suasana kayak tegang-tegang bagaimana, kayak kalian mau dengar kelulusan ujian CPNS, gue kagak pernah si ujian CPNS tapi sepertinya kurang lebih begitu deh rasanya, anggap aja iya dah. Dosen gue itu rencananya akan menunjuk secara acak di antara kita semua untuk maju ke depan.

Dosen gue : “Oke, saya akan menunjuk satu di antara kalian dengan acak untuk maju ke depan menjelaskan tugas yang saya berikan kemarin.”

Mahasiswa : “ ... “ (suara jangkrik)

Dosen gue : “Tapi ada yang berbeda, jadi kalian di depan berperan sebagai konsultan bisnis yang ahli dalam bidangnya, dan teman-teman yang duduk akan menjadi pengusaha kecil, yaitu pasien sang konsultan yang ingin bertanya banyak hal. “

Mahasiswa : “ ... “ (suara jangkrik + pasrah !)

Nah, sekilas setelah mendengar dosen bicara begitu, rasanya kayak ingin garuk-garuk aspal di jalanan kawan. Apakah anda pernah merasakannya wahai sanak saudaraku ? oke, reaksi gue sontak hanya pasrah dengan muka tak berdaya dan berkata “iya aja” ama dosen. Berharap ketika telunjuk dosen sudah goyang-goyang cari mahasiswa yang disuruh maju, dan itu bukanlah gue. Rupanya tidak cuman gue yang berpikiran begitu, karena teman-teman gue juga sama aja. Akhirnya bapak dosen mulai menunjuk mahasiswa, tapi dengan mengucapkan nomor induk mahasiswa

Dosen gue : “ Baik yang maju ke depan untuk menjadi konsultan bisnis adalah nomor induk...”

Mahasiswa : “ jangan gue, jangan gue..”

Dosen gue : “ Oh ya, tanggal berapa sekarang ya ?”

Sepertinya cara dosen gue itu adalah cara paling populer yang hampir semua dosen memakainya, yaitu dengan menunjuk nomor induk mahasiswa berdasarkan tanggal hari. Gue heran, apakah seluruh dosen sedunia kalau menunjuk mahasiswa begitu kali ya? Dan sebenarnya siapa yang pertama kali mencetuskan ide kayak begitu ?, kenapa tidak tanggal jadian atau tanggal kapan pertama kali kalian bisa pakai celana sendiri begitu kek ? lebih kreatif dong ! Ini adalah cara yang paling membuat mahasiswa gusar setiap harinya, setiap kuliah takut kalau hari itu dia ditunjuk sama dosen buat maju ke depan, jadi tidak ada hari tenang tiap hari karena dihantui tanggal-tanggal di kalender bro.

Balik lagi ke suasana deg-degan, seraya mahasiswa berpikir ini tanggal berapa, satu anak menyaut dengan muka riang gembira dan bahagia kayak abis buang air besar dari kamar mandi.

A : “ Ini tanggal 22 pak “ (muka bahagia)

Dosen gue : “ Oh ya, silahkan yang mempunyai nomor induk mahasiswa 22 untuk maju ke depan.”
Suasana sudah agak cair, dan teman-teman gue yang tadinya tegang kayak muka ultramen menahan boker, langsung berubah terlihat seperti anak gembala yang selalu riang gembira dan rajin bekerja. Karena apa ? karena itu nomor induk mahasiswa gue !!!!!!!!!

Dosen gue : “Oh ya Rio silahkan maju ke depan untuk menjadi konsultan bisnis gerabah ya seperti soal nomor dua dan menjelaskan tentang harga pokok penjualan ya”

Gue : “ nyengir “

Perlu loe ketahui, soal nomor dua adalah satu-satunya soal yang gue belum mengerti dan kagak mengerti. Oke fine, gue berusaha menenangkan diri sejenak untuk bisa berpikir jernih, tarik napas dalem-dalem, keluarkan perlahan, dan rileks badan. Huff, Akhirnya tetap saja gue kagak paham ! bagaimana mau jadi konsultan bisnis pak, mengerti aja kagak !

Tapi gue tetap stay cool dan tenang menghadapi ini semua, kagak mau lah gue melihat kalau gue dungu banget di depan teman-teman gue, walaupun sebenarnya iya (kagak bisa melawan). Akhirnya dengan sok sok’an gagah berani pantang mundur (padahal ingin mundur), gue maju aja. Bodoh amat dah bagaimana jadinya nanti, yang penting gue harus maju untuk mengemban semua tugas ini. Dengan langkah lemas dan perlahan menahan pipis gue maju ke depan kelas, sampailah gue di depan kelas dan menebar senyum untuk memulai akting jadi konsultan bisnis gerabah yang tau segalanya. Yang ada dalam benak gue saat itu adalah “mending gue pulang kampung aja kalau begini mah..”. Tapi tetap gue berpikir tidak boleh menyerah begitu aja, dosen sudah mempercayakan semua ini kepada gue, dan gue harus tetap move on dari ini semua. Gue mulai membuka percakapan dan akting yang sok tau.

Gue : “ Baiklah bapak-bapak dan ibu-ibu, perkenalkan nama saya Rio, dan saya adalah konsultan bisnis di sini. Sebelumnya saya ingin bertanya, bapak-bapak dan ibu-ibu di sini pengusaha apa ya?”

Teman-teman Gue : “ kami pengusaha gerabah pak..”

Gue : “ Baiklah bapak-bapak dan ibu-ibu pengusaha gerabah semua di sini, apa yang ingin anda konsultasikan kepada saya ? “

Sejauh ini masih lancar aja sebagai kalimat pembuka gue, dan gue sudah mulai tenang walaupun otak gue masih agak dungu.

Teman-teman Gue : “ Kami ingin bertanya mengenai harga pokok penjualan pak, itu bagaimana ya? “

Gue : “ Oh ya baiklah, untuk bisa mengetahui Harga pokok penjualan maka bapak-bapak dan ibu-ibu harus tau berapa banyak persediaan awal gerabah nya di gudang pak, bu.”

Dengan gaya sok tau gue bicara begitu aja, soalnya otak gue cuman ingat itu doang, begini nih kalau kuliah kagak, kerjanya tidur, hancur dah gue saat itu. Harapan gue, semoga gue kagak menyesatkan jadi konsultan bisnis abal-abal kayak begini, yang ada kalau gue jadi konsultan bisnis benaran, bali- balik itu pasien gue bangkrut semua.

Gue : “ Baiklah bapak-bapak, ibu-ibu, untuk langkah awal kita harus mengetahui persediaan gerabah nya dulu ya. Jadi berapa persediaan di gudang gerabah bapak sekarang ?”

Teman-teman Gue : “ ... “ (diam aja)

Gue : “Oke, begini aja ya, saya yang akan memberi contoh sendiri. Misalkan persediaan gerabah di gudang ada 1 kilogram ya pak, bu..” (wajah optimis)

Teman-teman Gue : “ Huuahahahahahaha “

Assemm, kenapa lagi mereka ketawa ? emang gue badut pasar malam apa? Orang kagak ada yang lucu. Gue kagak mengerti jadinya, akhirnya gue lanjut aja.

Gue : “Ini kenapa pada ketawa ya?” (raut muka tak berdosa)

Gue : “Oke oke, tenang semuanya, mungkin terlalu sedikit ya contoh saya? Baiklah, kalau begitu saya misalkan persediaan di gudang bapak dan ibu adalah 2 kilogram gerabah aja deh ya ? gimana ?”

Sekelas + Dosen : “Huaaahaaahahaahahahaaaahahaaaaahaa”

Sialan, kenapa malah tambah ketawa mereka, apa yang salah dari gue ? gue sudah mandi tadi pagi perasaan ? sudah pakai deodoran juga lagi, gue juga sudah minum susu dan makan makanan empat sehat lima sempurna ? terus kenapa ? saat ini gue jadi tambah bingung dan hanya bisa pasrah doang.

Akhirnya mereka selesai menertawakan gue, serasa kayak jadi badut pasar malam yang joget ngebor di tiang listrik. Gue rasa kagak ada yang salah dari diri gue sampai akhirnya ada yang beri tau bahwa gerabah itu bukan gabah. Jadi gerabah adalah kerajinan dari tanah liat begitu. Belum lagi pada hari itu dengan riang gembira teman-teman gue membantai gue dengan pertanyaan-pertanyaan kagak jelas, ada yang nanya “bagaimana pengaruhnya harga pokok kalau rumah saya mati lampu lah?”, ada yang nanya juga “ bagaimana pengaruhnya kepada harga pokok kalau salah satu keluarga saya sakit lah ?”. ya gue kagak mengerti, emang gue bapaknya. T_T


Nasihat !

Jangan konsultasi sama konsultan gadungan . Kecuali kalau kalian ingin jadi pengusaha bangkrut dalam sekejap ! percayalah !

Karya Oleh: Rio Aditya Nugroho
Sumber: Konsultan Gerabah Dungu
Konsultan Gerabah Dungu
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top