Template Blogger Simple and Responsive Blog

Thursday, January 15, 2015

Mahasiswa Kuda Nil

Cerpen ( Cerita Pendek ) / Kuda Nil Nyengir. Seorang mahasiswa memang tidak pernah luput dari cobaan apapun. Namanya ujian selalu datang silih berganti, sampai gue bosan. Entah ujian tengah semester, ujian akhir, ujian hati, ujian kanker alias kantong kering, sampai ujian kesendirian alias jomblo. Gue adalah mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta, sebut saja UNY, dan nama gue Rio. Gue di Jogja ini kost di dekat kampus, alasan di dekat kampus karena irit, dan yang kedua biar kenal ama satpam kampus, jadi bisa kerja sambilan jadi satpam kampus hitung-hitung berbakti pada negara dan kampus gue.Sama seperti mahasiswa lainnya bahwa gue juga tidak akan luput dari yang namanya ujian, kecuali kalau gue mahasiswa yang menyamar jadi dosen atau rektor, gue yang mengadakan ujian sesuka gue kan jadinya, Ha..ha..ha!!, Oke fine, itu tidak lucu jadi Lanjut aja, bicara tentang ujian, saat ini gue lagi menempuh ujian akhir di semester lima, tapi duka cita jadi mahasiswa semester lima adalah mulai sering dihina sama adik tingkat bahwa “sudah tua”, dan itu sakitnya di sini.

Mahasiswa Kuda Nil

Nah, bagi kalian semua tersangka alias adik tingkat yang suka menghina begitu, gue kasih tau bahwa mahasiswa semester lima adalah keren, kenapa gue bilang keren? ada beberapa indikator yang mendasari teori gue ini. Pertama, mahasiswa semester lima adalah mahasiswa yang telah cukup banyak memakan asam garam kehidupan di kampus, baik jadi seorang jomblo selama lima semester berturut-turut (bagaimana perasaanmu?). Duduk berdampingan dengan adik tingkat buat mendalami mata kuliah yang tidak kunjung tuntas, sampai menyatakan cinta kepada seorang cewek yang dari seribu percobaan dan gagal seribu kali juga. Kedua, mahasiswa semester lima lebih banyak ilmunya, mulai dari mempelajari ilmu copy paste tugas agar tidak ketahuan dosen sampai ilmu kebal, yah kebal di tolak cewek berkali-kali. Dan yang terakhir, mahasiswa semester lima adalah mahasiswa yang visioner yaitu selalu berpikir jauh ke depan, mau punya istri berapa? anak berapa? dan mau hidup jomblo berapa abad lagi ? atau bahkan berpikir bagaimana kalau si dia jadi pendamping hidup kalian semua sekalian (ayo, mengaku aja ). Bagaimana, menurut kalian mahasiswa semester lima keren banget kan ? dan kali ini gue bisa ketawa bangga sambil berputar pegang gayung? ha..ha..ha (garing !)

Jadi mahasiswa emang selalu terikat dari yang namanya IPK atau Indeks Prestasi Komulatif bukan Iwak PeyeK (gue tau ini memaksa). Orang tua selalu menagih yang namanya IPK, “ bagaimana IPK kamu?”, bagi mahasiswa muridnya Albert Einstein tentu pertanyaan itu adalah pertanyaan yang diharapkan, akan tetapi bagi mahasiswa muridnya Sun Gokong itu pertanyaan yang tidak diharapkan tentunya. Sebenarnya kenapa sih IPK itu dianggap dewa banget ? padahal sukses itu bukan berdasar IPK kan ? kalian bisa sukses dari banyak hal, iya kan? betul tho? mantep tho? Opo tak gendong ke mana-mana ? ayo ? Tapi terlepas dari itu, menurut gue sih wajar aja kalau orang tuabertanya IPK kita, daripada bertanya “ kapan nikah? kapan punya anak?”, gue rasa, itu lebih menguras otak buat menjawabnya.

Bagi mahasiswa, kuliah itu membosankan, bagi yang genius sekalipun pasti juga merasa membosankan, gue yakin. Sehingga gue dan teman-teman gue tidak terkecuali, sering tidur di kelas. Sampai kadang bawa baskom sendiri buat wadah iler, antisipasi kalau tumpah kemana-mana.Yah, memang kuliah itu menurut gue Cuma hari bagi yang dapat presentasi aja, bagi yang tidak presentasi kuliah di kelas adalah ajang melanjutkan mimpi yang belum kelar semalam. Tapi ada juga trik lain menghilangkan kebosanan di kelas, yaitu surat menyurat antar teman.Yah, biasanya hal ini hanya khusus untuk cewek, biar tidak kelihatan bicara di kelas, maka mereka surat menyurat padahal hanya duduk di sebelah !! dan gue pernah beberapa kali melihat isi surat itu, isinya adalah membicarakan orang dengan topik pembicaraan yang kagak penting alias gosip lokal tidak jelas yang hanya dapat dipahami oleh para pelaku yang suka gosip.

A : “ Eh kamu tau tidak, itu si Udin kuliah pakai kaos kaki tapi tidak pakai sepatu?”
B : “Eh, apa benar? kamu kan juga sama kayak si Udin?”
A : “ Oh, iya lupa”

Ada juga yang makan permen karet di kelas, nah mahasiswa spesies seperti ini adalah yang paling menyebalkan karena sehabis dia makan permen karet maka ia menempelkan permen karet itu di bawah pegangan kursi kuliah, dan bagi kalian yang nasibnya beruntung seandainya kalian adalah mahasiswa yang duduk di kursi panas tersebut selanjutnya, dan akhirnya menyentuh permen karet berbau super jigong itu akan merasakan sensasi yang tiada tara. (percayalah!)

Bagi gue jadi mahasiswa itu nano-nano banget, kita akan merasa seperti ultramen kaya di awal bulan dan segera berevolusi jadi power ranger diare mendekati akhir bulan, untuk menunggu kiriman duit yang tidak kunjung datang. Maka ketika kehabisan duit, ada beberapa cara yang gue lakukan demi bertahan hidup, yaitu meminta nasi ke teman kost atau kadang makan baut dan gagang pintu kalau terpaksa (sedih !). Masalah keuangan yang tidak dapat diatur dengan baik emang cukup menyulitkan gue sebagai mahasiswa perantauan (Klaten-Jogja), kadang kalau lagi mujur ya ikut seminar-seminar gratis biar dapat makanan gratis (lebih enak daripada ngemil baut sama gagang pintu), dan kalau lagi tidak mujur maka gue punya tips, yaitu: jadilah orang sok asik di kampus, sapa semua orang yang kalian lewati, baik itu kenal maupun tidak kenal, pokoknya sapa saja, terus ajak bicara asik, dan minta makanannya, kalau kalian sudah kenyang maka tinggalkan mereka dan senyum dengan raut wajah tanpa dosa, dan untuk melakukan hal ini maka muka kalian harus lebih tebal dari tembok cina, tapi itulah tips yang patut dicoba.

Balik lagi ke yang namanya ujian, setiap mahasiswa termasuk gue mau kagak mau harus menempuh yang namanya ujian akhir semester. Nah, dan inilah momen dimana seluruh mahasiswa mendadak jadi manusia paling rajin sedunia. Mau itu adalah mahasiswa yang kerjanya tidur terus di kelas, pasti ketika memasuki momen ini, dia akan dengan sekejap berubah menjadi rajin belajar. Begadang buat belajar jadi rutinitas harian mahasiswa, terkadang sambil merem pun masih belajar, di mimpi pun masih belajar. Berbagai cara demi bisa mengerjakan ujian akhir pasti ditempuh oleh mahasiswa, minum kopi satu galon biar melek, belajar saat ujian berlangsung (gue kagak menyindir), dan kalau kepepet, gue mengharap bisikan gaib datang dari awan, untuk menggerakkan otomatis tangan kita menuliskan jawaban. Suka duka mengerjakan ujian memang menjadi cerita tersendiri bagi gue maupun mahasiswa pada umumnya, ketika bisa menjawab soal maka cengar-cengir sendiri sambil menulis jawabannya, dan giliran tidak bisa menjawab soal, maka senyum sedih Kuda Nil timbul di raut muka kita. Dan saat mendapati kondisi seperti itu, maka aji-aji pengawuran naluri mahasiswa muncul untuk memberi jawaban soal, sambil berharap tangan dosen keseleo, sehingga menuliskan nilai A di kertas ujian kita. Bicara aji-aji pengawuran, gue rasa setiap mahasiswa sudah terlahir buat memilikinya, dan ini ibarat ilmu kepepet yang rasanya emang tidak bisa dipungkiri lagi. Ilmu ini emang agak menyakitkan sih, ibarat kalian dapat pertanyaan “ Jakarta adalah ibukota negara apa ?” maka kalian jawab “ ibukota Arab” (tepok jidat !).


Karya Oleh : Rio Aditya Nugroho
Sumber: Kudanil Nyengir
Mahasiswa Kuda Nil
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
X