Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Minggu, 02 Juli 2017

Terjadi Penurunan Cita-Cita Saat Masih Sekolah dan Lulus

Semua orang memiliki sebuah impian atau harapan, namun pastinya cita-cita itu pun juga tak sama. Ada yang begini, ada yang begitu, ada yang begini dan begitu, bahkan ada juga yang bukan begini atau bukan begitu, karena impiannya anti mainstream, apa itu? Entahlah, hanya mereka yang tau.

Penurunan Tingkat Impian Dan Harapan Anak Pada Masa SD TK SMP Sampai SMA

Pernahkah anda mengalami proses penurunan level dalam bermimpi atau bercita-cita?

Nggak paham ya?

Maksud saya begini,

Dulu waktu TK, anda ingin jadi Presiden. Kemudian pas SD, ingin jadi Menteri. Lalu ketika SMP, ingin jadi Tentara. Waktu SMA, ingin jadi Guru. Dan waktu Kuliah, bingung mau jadi apa?

Pernah? Atau sedang mengalami?

Jangan galau atau merana ya. Karena sebenarnya bukan anda saja yang mengalami. Orang lain pun juga, begitu halnya dengan saya. Ada temannya lho, jadi kalem aja. Ha .. ha.. Lol.

Hal tersebut sebenarnya merupakan salah satu dimana kita sedang mengalami krisis kepercayaan diri. Ya, dimana kepercayaan diri pada masa kecil dengan seiringnya waktu tiba-tiba mulai memudar ketika sudah beranjak remaja.

Atau contoh. Dulu waktu kecil atau masa TK kita ditanya oleh Guru,

' Apa cita-cita kamu? '

Kemudian kita menjawab dengan lantang dan penuh percaya diri,

Misal : ' Presiden Bu/Pak! '

Lalu ketika sudah remaja atau mau lulus kuliah ditanya juga oleh Dosen,

' Kalau sudah lulus, mau jadi apa mbak/mas? '

Dengan malu-malu, suara lirih, dan sedikit cengengesan kita menjawab,

Misal : ' Guru Pak/Bu. He.. he ..he '


Lagi mikir ya? Galau? Sedih?

Hahaha... saya lho biasa-biasa aja. Wkwk :v walau sebenarnya dalam hati bilang,

' Mengenaskan sekali ya nasib saya ini. Nggak bisa membahagiakan orang tua. Merasa jadi anak tidak berguna. Merasa bersalah. '


Memang benar sih, kita nggak mudah untuk melupakan rasa bersalah itu. Rasa bersalah karena telah menyia-nyiakan kepercayaan dan harta yang dikeluarkan orang tua kepada kita sampai saat ini. Ya, SUSAH!


Emm ...,
Pernah tidak anda berpikir ingin membangun sebuah usaha, tapi tidak berani mendirikan karena terbatasnya modal? Mau pinjam orang tua takutnya malah diremehkan. Sampai akhirnya, usaha itu hanya sebuah angan-angan belaka.

Kalau pernah dan ada, itu berarti kita dipihak yang sama. Wkwk :v


Nggak lucu ya?

Pada dasarnya memang nggak ada lucu-lucunya sama sekali. Apalagi dengan bertambahnya umur kita yang semakin menua. Masa iya, hanya sebatas ini kemampuan kita? Nggak bisa membahagiakan orang tua? Impian hanya sekedar mimpi belaka, layaknya bunga tidur.


Jujur, saya sendiri hanya bisa menulis pada blog ini. Blog ini sudah berdiri lebih dari satu tahun. Bisa jadi, blog ini saya anggap sebagai modal atau tabungan saya. Karena jujur, pernah juga saya dapat penghasilan dari blog ini. Mau tau berapa penghasilannya? Untuk yang mau tau aja sih, buka di artikel 8 Manfaat / Keuntungan Ngeblog. Disitu ada angka penghasilannya.

Oh iya. Sebagai info saja, bahwa gaji itu saya dapatkan selama kurang lebih 7 bulan setelah diterima menjadi publisher Google Adsense.


' Nggak kurang? '

Ada yang bertanya seperti itu? Andaikan ada, saya jawab,

' Ya jelas kurang lah! Nggak cukup buat makan sehari, apalagi mau beli kuota internet. Yang ada, harus minta sama orang tua terus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. '

Emm...
Bukannya sok tau, sok pintar, sok menggurui, atau sok-sok apalah. Saya hanya mau kasih tau kalau ini adalah resiko yang harus kita hadapi seterusnya sampai pada akhirnya kita wafat.

' Selama kita masih hidup, disitu pasti ada yang namanya cobaan. '

Sepertinya sudah bukan menjadi rahasia lagi kan?


' Apa lebih baik Bunuh Diri saja ya, biar masalah yang kita hadapi selama ini tidak lagi kita dapatkan? '

Masih ada yang berpikiran sepicik itu?

Kalau nggak ada, saya sangat bersyukur sekali. Kalau sampai ada, lebih baik anda datang ke ustad, atau romo, atau pendeta, atau biksu, atau para ahli agama lain yang anda yakini. Temui dan ceritakan semua masalah-masalah anda. Setelah itu, minta petuah atau masukan mereka supaya seluruh masalah kita bisa dipress atau dikurangi. Karena pada dasarnya masalah dalam hidup memang nggak bisa terselesaikan secara bersama-sama, harus satu persatu.

Kalau nggak berani bertemu sendiri, mintalah teman anda untuk menemani. Masih takut juga karena merasa telah merepotkan teman anda ya? Oh, sepertinya ada tanda-tanda bahwa kepala anda isinya sudah 'blong' alias kosong. Ho.. ho ..ho ternyata sudah nggak punya otak, bagaimana mau buat berpikir ya? Sepertinya anda terindikasi Gengsi.

Hari gini masih gengsi? Iuuhhh, yang ada cuma begitu-begitu saja hidup anda nantinya. Nggak bervariasi, datar-datar aja seperti kertas yang belum dipakai atau baru, yang pada akhirnya berdebu atau menguning ditelan jaman. Bangun-bangun sudah ada di neraka karena terbukti sudah menyia-nyiakan hidup tanpa mau berusaha karena jalannya sudah tertutup oleh sebuah sikap atau bahkan bisa dibilang penyakit, yaitu Gengsi.

Masalah penurunan cita-cita dalam hidup memang banyak dirasakan banyak orang, namun bukan berarti kita jadi ciut nyalinya. Berdoalah pada TUHAN agar diberi pencerahan.

Sedangkan untuk solusi mengatasi masalah ini saya sendiri juga belum menemukannya, apakah anda tau caranya? Silakan komentar ya guys, supaya ilmu anda bermanfaat untuk saya dan orang lain yang sedang terperangkap dalam jalur ini.


Sudah ah. Bingung mau menulis apa lagi.

Sebenarnya, postingan atau artikel ini bisa dibilang sebagai curahan hati saya. Tapi rasa-rasanya, kok jadi 'plong' atau lega ya. Ha.. ha.. mungkin ini manfaat dari arti kata sharing atau berbagi. Walau pun yang dibagi hanya sebuah penderitaan. Wkwkwkwkwk!


Terimakasih mau rela berkunjung di artikel yang saya beri judul Terjadi Penurunan Cita-Cita Saat Masih Sekolah dan Lulus ini. He.. he.. Sekian dari saya. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Terjadi Penurunan Cita-Cita Saat Masih Sekolah dan Lulus
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top