Sunday, February 15, 2015

Renungan : Ini Bukan Cerita, Ini Kenyataan

real story

Renungan - Ini Bukan Cerita, Ini Kenyataan


Ani adalah anak yang baik. Di sekolah ia sering mendapat rangking 1. Ia mempunyai banyak teman. Wajahnya yang cantik menjadikan ia populer dikalangan para lelaki di sekolah maupun di sekitar rumahnya. Tapi suatu hari ia ditemukan tewas tidak bernyawa di kamar mandi sekolah. Ia tewas gantung diri. Karena tak ada yang tahu penyebab ia gantung diri, keluarga meminta jasadnya untuk diautopsi. Tim forensik memberikan hasil autopsi kepada keluarganya. Ani memang dinyatakan gantung diri karena niatnya sendiri, karena tidak ada tanda-tanda memar atau lebam dan sidik jari dari orang lain. Lalu tim forensik dengan berat hati mengatakan kejadian sebenarnya niat Ani bunuh diri. “Ani hamil” kata salah satu tim forensik. Keluarga kaget atas perkataan tim forensik tersebut. “Ani sudah hamil 3 bulan” lanjut tim forensik bercerita. Keluarga tambah kaget, karena keluarga tidak mengetahui atas kehamilan Ani. “Di rumah Ani bersikap biasa saja. Tidak ada tanda-tanda Ani mual ataupun sakit” kata Ibu Ani sambil menangis. Karena keluarga Ani tidak tega melihat jasad Ani berlama-lama di rumah sakit. Keluarga kemudian berinisiatif membawa pulang jasad Ani untuk dikebumikan. Sampai di rumah jasad Ani lalu di Sholatkan karena sudah dimandikan di rumah sakit. Setelah itu dikebumikan di TPU (tempat pemakaman umum) dekat rumahnya.

Kejadian sebenarnya : Ani bunuh diri karena malu akibat hamil. Ia nekat melakukan aksi bunuh diri karena takut orang tuanya marah jika ia ketahuan hamil sebelum nikah. Ia sendiri juga merasa terintimidasi oleh lelaki yang menghamilinya. Sehingga hal itu membuat ia semakin frustasi dan berani untuk melakukan aksi bunuh diri.

KATAKAN TIDAK!! untuk BUNUH DIRI!! Cerita diatas adalah kenyataan yang selama ini terjadi. Tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Bahkan di seluruh dunia. Saya tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Apakah Ani (anak), orang tua, atau teman bergaul anak? Semoga hal seperti ini tidak akan terjadi lagi dalam keluarga kita atau kita sendiri maupun belahan bumi manapun. Amin.

Berdoalah dan berusahalah untuk menjadi yang terbaik dan selalu berpikir positif. Hidup yang benar adalah pilihan kita, ada digenggaman kita. Hanya kita mau atau tidak itu adalah ‘pilihan’. Tapi saya sendiri maupun kebanyakan orang pasti ingin yang terbaik. 'YANG TERBAIK BELUM TENTU BENAR, TAPI YANG BENAR PASTI ITU YANG TERBAIK. YAKIN! YAKIN! YAKINLAH DENGAN SEMUA USAHAMU!!'.
Renungan : Ini Bukan Cerita, Ini Kenyataan
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -