Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Minggu, 15 Februari 2015

Kisah Wanita Bunuh Diri Hamil di Luar Nikah Saat Masa Sekolah

Cerita ini adalah fiksi yang diilhami dari realita saat ini. Jika ada kesamaan alur cerita dan nama, mohon dimaafkan. Karena artikel ini saya buat demi kehidupan semua wanita, khususnya yang masih sekolah dan belum menikah. Jadi, jangan sampai anda gegabah dan melaporkan saya ke pihak berwajib, karena kisah ini adalah fiksi.



====

Ani adalah anak yang baik. Di sekolah ia sering mendapat rangking satu setiap penerimaan raport. Ia mempunyai banyak teman dan juga jago beladiri.

Wajahnya yang cantik menjadikan ia populer dikalangan para lelaki di sekolah maupun di sekitar rumahnya.

Tapi suatu hari ia ditemukan tewas tidak bernyawa di kamar mandi sekolah. Ia tewas gantung diri. Karena tidak ada yang tahu penyebabnya gantung diri, pihak keluarga meminta jasadnya untuk diautopsi.

Beberapa hari kemudian tim forensik memberikan hasil autopsi kepada keluarganya, "Ani dinyatakan gantung diri karena niatnya sendiri, sebab tidak ada tanda-tanda memar atau lebam dan sidik jari orang lain".

Namun dengan berat hati akhirnya tim forensik mengatakan penyebab Ani bunuh diri. “Ani hamil”, kata salah satu tim forensik. Keluarga kaget atas perkataan tim forensik tersebut. “Ani sudah hamil 3 bulan”, lanjut tim forensik bercerita. Keluarga tambah kaget, karena keluarga tidak mengetahui atas kehamilan Ani. “Di rumah Ani bersikap biasa saja. Tidak ada tanda-tanda Ani mual ataupun sakit”, kata Ibu Ani sambil menangis.

Karena keluarga Ani tidak tega melihat jasad Ani berlama-lama di rumah sakit, akhirnya keluarganya berinisiatif membawa pulang jasad Ani untuk dikebumikan.

Sampai di rumah jasad Ani lalu di Sholatkan karena sudah dimandikan di rumah sakit. Setelah itu dikebumikan di TPU (tempat pemakaman umum) dekat rumahnya.

====

Kejadian Sebenarnya!!

Ani bunuh diri karena malu sedang hamil. Ia nekat melakukan aksi itu karena takut orang tuanya marah jika ia ketahuan hamil sebelum menikah, apalagi ia masih sekolah. Ia sendiri juga merasa terintimidasi oleh lelaki yang menghamilinya. Sehingga hal itu membuat ia semakin frustasi dan sampai berani untuk melakukan aksi bunuh diri.

KATAKAN TIDAK!! untuk BUNUH DIRI!!

Cerita diatas adalah kenyataan yang selama ini terjadi. Tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Saya tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Apakah Ani (anak), orang tua, atau teman bergaul si anak? Semoga hal seperti ini tidak akan terjadi lagi dalam keluarga kita atau kita sendiri maupun perempuan lain di belahan bumi manapun. Amin.

Berdoalah dan berusahalah untuk menjadi yang terbaik dan selalu berpikir positif. Hidup yang benar adalah pilihan kita, ada digenggaman kita. Hanya kita mau atau tidak itu adalah ‘pilihan’. Tapi saya sendiri maupun kebanyakan orang pasti ingin yang terbaik. YANG TERBAIK BELUM TENTU BENAR, TAPI YANG BENAR PASTI ITU YANG TERBAIK. YAKIN! YAKIN! YAKINLAH DENGAN SEMUA USAHAMU!!
Kisah Wanita Bunuh Diri Hamil di Luar Nikah Saat Masa Sekolah
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top