Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Senin, 23 Februari 2015

4 Alasan Nggak Enaknya Hidup Di Kost

kost oh no. masha
Catatan Admin. Saya ingin bercerita pengalaman pribadi saya, yaitu hidup di kost. Sebenarnya jarak antara kampus dan rumah orang tua saya itu dekat, kira-kira 15 menit-an. Tapi walau dekat, begini-begini saya juga pernah hidup di kost. Di kost-an pertama, saya kost bareng adik iparnya kakak perempuan saya. Kira-kira hanya bertahan 3 bulan-an. Yang kedua, saya kost bersama kakak laki-laki saya. Kira-kira 5 bulan-an. Tidak perlu banyak intro, saya akan langsung ke tujuan utama untuk bagikan sedikit kehidupan saya di kost, khususnya yaitu ‘tidak enaknya hidup di kost’.

1. Kamar kost sebelah berisik
Kemungkinan besar hal ini juga terjadi pada kalian. Baru enak-enaknya mau terbawa alam bawah sadar, tiba-tiba kamar sebelah menyalakan TV atau musik keras-keras, bagaimana tidak bikin ‘gagal tidur’ (gagal tidur menyebabkan pusing, mual, stamina kurang fit, dan emosi). Sebenarnya saya mau protes, tapi sebagai orang baru saya terpaksa mengalah. Dan akhirnya saya tidur sambil mendengarkan musik kamar sebelah. “Emang bisa?” ENGGGAAAKKK!!!

2. Celana saya mana?
Kemungkinan besar juga hal ini terjadi pada kalian. Biasa kan? Kalau akhir bulan adalah akhir dimana kehidupan mewah kita sirna? Pengeluaran harus dipres sampai full. Karena pres benar, akhirnya saya berusaha untuk mencuci pakaian kotor sendiri. Kalau dirumah pakai mesin cuci cepat selesai. “Kalau di kost?” Belajar mencuci dari awal. Oke. Setelah selesai mencuci, ini saatnya saya menjemur pakaian. Saya jemur di jemuran ‘bersama’ (bersama dengan penghuni lainnya). Keesokan harinya saya mengambil jemuran yang sudah saya lihat mulai kering. Waktu itu di jemuran tinggal pakaian saya yang masih bergelantungan. Sehingga jemuran tinggalah jemuran. “Apa sih?”. Kirain nggak fokus. Oke lanjut. Satu persatu saya ambil dan angkut ke kamar, lalu saya setrika dan masukan ke lemari pakaian. Tiga hari kemudian ketika saya ingin memakai celana. Saya cari-cari sampai saya obrak-abrik isi dalam lemari saya. Akhirnya saya putuskan bahwa CELANA SAYA HILANG!! Saya ingat waktu itu saya cuci tiga hari yang lalu, tapi entah kenapa sepertinya celana saya memang tidak akan pernah menampakkan batang hidungnya. Dan saat ingin mengecek kamar sebelah, tapi apa daya itu hanya sebuah celana da*****lam. Lupakan.

3. Tidur di luar kost
Waktu itu adalah liburan semester, banyak anak kost pada 'mudik' (pulang kampung). Suasana sepi sekali, adik ipar kakak perempuan saya juga ikut-ikutan mudik. Jadi fix, saya tinggalah sebatang kara. Sebenarnya saya juga ingin mudik ke rumah, tapi karena malas karena harus berkendara motor, akhirnya saya putuskan tetap tinggal di kost. Pulang dari kampus jam 10 malam saya berkeliaran dulu sembari bersosialisasi entah dengan siapa saja. Jam 2 pagi saya memutuskan pulang kost. Jam 2 pagi adalah posisi dimana suasana menjadi lebih dingin daripada siang hari. “Ya iyalah” sudah, tidak usah pada protes. Oke lanjut. Sampai di depan kamar kost, saya menyalakan rokok dulu sembari duduk memandangi indahnya bintang-bintang di langit. Sudah lelah memandangi bintang-bintang saya masuk ke kamar kost. Sebelum saya masuk seperti biasa, saya menggunakan kunci kost untuk membuka pintu kost. Dan ternyata kunci saya tidak saya temukan di kantong pakaian atau dalam tas. Ingin berniat minta kunci cadangan pada pemilik kost, tapi saya batalkan. “Kenapa?” Ini jam tidur tau. Bukannya dapat kunci, bisa-bisa malah diusir paksa dari kost. Dan pagi itu saya fix berbaring di luar kamar kost sendiri sembari memandangi bintang-bintang di langit, dan akhirnya tertidur.

4. Panas
Mati lampu penyebab utamanya. Eh, bukan mati lampu, tapi yang benar pemadaman listrik. Tidak tahu kenapa tiba-tiba pemadaman listrik terjadi waktu siang hari. Saya biasanya menggunakan kipas angin kalau siang hari untuk mendinginkan ruangan kamar dan suasana. Kamar kost saya hanya berukuran 3x2,5m, tanpa AC. Jadi hanya kipas angin yang bisa meredamkan amarah suhu tubuh saya. Pemadaman listrik membuat kipas angin saya otomatis tidak bisa bekerja. Sehingga suhu kamar dan suhu tubuh meningkat drastis. “Selingan: kalau di rumah ketika pemadaman listrik dan suasana rumah lagi membara, saya hanya butuh keluar di depan rumah sembari merasakan hembusan angin pedesaan. Maklum, rumah saya depannya sawah”. Lanjut cerita. Dan kemudian saya berinisiatif untuk mandi di siang hari demi mendinginkan tubuh. Tapi sayang seribu sayang, ternyata air kamar mandi juga ikut-ikutan membara. Akhirnya saya tidak jadi mandi, dan pergi ke mall terdekat untuk sekedar ‘ngisis’ (mendinginkan tubuh).

-----
Ya, itu tadi beberapa poin bagaimana nggak enaknya hidup di kost yang bisa saya bagikan kepada kalian berdasarkan pengalaman saya pribadi. Jadi, inti dari artikel saya ini adalah enak atau tidaknya ngekost tergantung bagaimana kita menyikapinya. Itu saja. Lol.

Jangan lupa berikan komentar, saran atau kritik. Tunggu dan ikuti postingan-postingan baru berikutnya \^o^/.
4 Alasan Nggak Enaknya Hidup Di Kost
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top