Tuesday, February 24, 2015

Tidakkah Aku Bersyukur Bisa Mengenalmu?

Artikel ini akan membagikan sebuah tulisan tentang pengakuan dari seorang perempuan kepada sahabatnya. Perempuan itu bernama Riqi Astuti. Saya (admin) tidak mengenal dirinya, tapi saya menyukai tulisannya ini yang ia sampaikan kepada sahabatnya dalam note media sosial facebook. Maka itu, sebelum pihak beliau mungkin akan menghapus tulisan ini, saya sengaja untuk copykan dipostingan ini untuk kalian yang mungkin juga penasaran.

Jujur saya membaca tulisan beliau ini, membuat hati saya 'bergetar' (bercanda ha..ha). Sungguh luar biasanya beliau begitu menyayangi sahabat perempuannya. Bukan berarti ia Homo. Saya sendiri sebenarnya juga ingin menulis seperti apa yang beliau tulis. Tapi karena itu begitu menjijikkan bagi saya bila saya bagikan secara global, sehingga saya terpaksa mengcopy paste tulisan beliau sebagai pengganti tulisan saya. Tapi bukan untuk sahabat, melainkan untuk seluruh teman-teman saya. Karena saya sendiri tidak memiliki sahabat. Saya pribadi tidak pernah memfavoritkan perorangan atau beberapa orang teman menjadi sahabat. Saya lebih memilih untuk meratakan posisi mereka sebagai teman, bukan sahabat.

Dalam artikel ini, saya sedikit merubah tulisan yang tidak baku menjadi baku. Agar kalian yang menggunakan aplikasi terjemahan bisa membaca juga. Tanpa banyak basa-basi silahkan kalian baca tulisannya dibawah ini:



Tidakkah aku bersyukur bisa mengenalmu?

Perkenalkan, nama dia adalah Rasinta Fajarina. Akrab dipanggil Rara, walaupun aku juga tidak tau kata “Rara” itu diambil dari mana. Dia berasal dari Sentolo, Kulon Progo. Emm, walaupun tubuh dia lebih besar daripada aku, sebenarnya dia lebih muda dari aku. Dia lahir pada tanggal 18 Desember 1994.

Ra, ijinkan aku sedikit berbagi tentang kita.

Yang mendekatkan seseorang itu bukan hanya dengan komunikasi, lebih dari itu. Mungkin kesamaan prinsiplah yang menyatukan kita. Teman, kamu tahu kenapa aku ingin bercerita tentangnya? Karena aku sudah lama mengenalnya, dan dia merupakan salah satu orang yang entah kenapa jadi dekat sekali sama aku.

Sama seperti cinta. Kita tidak pernah tahu kapan cinta itu mulai hadir. Karena cinta tidak pernah berujung, tidak tau awal dan akhirnya. Dan mungkin maut belum tentu menutup itu semua. Itulah kenapa cincin pernikahan di jawa harus bulat. Eh, apaan sih -_-"

Intinya, aku tidak pernah tahu kapan kita mulai dekat, karena hanya waktu yang menyatukan kita.


Aku mengenalmu

Awal aku mengenal cewek cuek ini adalah saat malam keakraban Program studi, 2012 lalu. Sesama 'maba' (mahasiswa baru). Karena kita sekelompok acara 'makrab' (malam keakraban). Dan inilah awal cerita kebersamaan kita.

Ingat sekali, siang menjelang sore itu di belakang 'GE-2' (gedung ekonomi - 2) dengan mbak pemandu *lupa namanya*. Saat sedang mwmbicarakan pembagian barang-barang yang perlu dibawa, dengan mudahnya kamu menyanggupi untuk bawa tikar dan bilang kalau kamu orang Jogja. ‘Oh, jadi itu yang namanya Rara’. Iya begitu saja, saya tidak ingin berkenalan dan memperkenalkan diri kepadanya, hanya cukup tahu saja :D

Iya, karena seingatku, tidak pernah ada moment memperkenalkan diri diantara kita. Cukup saling tahu, saling kenal, sudah begitu saja.

Apakah kamu ingat Ra? Dulu kesan pertamaku kepadamu, aku kira kamu orang yang komunikatif, ternyata he..he..he :3

Saya pernah berpikir "kenapa orang ini bisa langsung akrab sama mbak pemandu ya? Hmm. ha..ha, kemudian setelah aku pikir-pikir kembali memang karena mbak pemandunya yang asyik :3


Mahasiswa Semester 1

Setelah malam keakraban itu, aku jadi sering bersama denganmu.

Iya, ingat sekali. Waktu awal-awal kuliah, keluar kelas jam 9, kalau tidak salah jam satu siang akan ada kuliah lagi. Terus kamu bilang, 'Kowe ra duwe konco? Ayo melu aku.' ( *bahasa jawa, yang artinya: 'kamu tidak punya teman? Ayo ikut aku.')

>,< ini orang *iyyuuuh banget. Mentang-mentang punya teman, yaitu Ayuk.

Kemudian setelah aku pikir-pikir lagi, kamu dan Ayuk juga punya kesamaan. Sama-sama anak rumahan, yang lagi menunggu jadwal kuliah selanjutnya :v *sama seperti aku juga sih, hehe.

Jadi, dulu ketika semester 1, geng kita adalah anak-anak rumahan alias anak yang nggak ngekost.

Karena jadwal yang nggak mengenakan. Pagi kuliah, siang kosong, sore kuliah. Nah, waktu kosong itulah waktu-waktu galaunya mahasiswa rumahan. Karena belum ada tempat singgah sejenak untuk menunggu waktu jeda. Jadi, biasanya kita menggerombol bareng gitu, atau nggak, main ke kost teman (kalau punya teman).

Masjid Mujahiddin lantai 2 adalah tempat singgah paling nyaman bagi kami :D karena tutorial kita beda jadwal, dan jadwalnya Rara kebetulan diwaktu jeda kuliah. Kadang *Sering, aku ikut Rara ke Mujahiddin. So sweet banget nggak? Rara tutorial, aku tidur, wkwkwk.


Aku dan Kamu, Selalu Bersama

Eiitss..nggak hanya sampai disitu saja kebersamaan kita di semester 1. Kita pernah mengelilingi kota Jogja berdua \^o^/"

Kejadian ini bermula ketika kita mengikuti kepanitiaan YED. Ingat kan, Ra? :D

Iya, YED "Youth Economic Day". Acara ini adalah acara BEM (badan eksekutif mahasiswa) sebelum masa-masa pergantian pengurus.


Bulan Oktober 2012.

Emm, disini kita ada dalam satu tim. Sie Acara. Dan kalian tahu?

Dalam sie Acara tersebut, ternyata ada 2 orang mantan Pemandu Kedisiplinan Ospek. Aduh. Kita ini masih maba ya Ra? Masih 'unyu-unyu' ( cute ). Mau sebiasa apapun, tetap saja masih merasa takut juga :3

Nah, tapi syukurnya kita disini beda PJ (penangung jawab). Walaupun pada akhirnya kita juga mengerjakannya bersamaan *ciiee

Seiring berjalannya kepanitiaan, ternyata kita harus menyebar undangan lomba ke sekolah-sekolah di Jogja. Hmm, saya kira bakalan dapat yang di jogja kota. Eh, ternyata dapatnya yang daerah Bantul. Kalau Rara, jelas dapat yang di Kulon Progo, karena dia anak KP 'tulen' (asli) :3

Dan inilah kita. Dua mahasiswi yang mengembara, hehe. Mengelilingi seisi Kulon Progo dan Bantul.

Pertama kita ke Kulon Progo. Jelas, kita memilih hari yang hanya satu mata kuliah dan pagi hari. Setelahnya, kita langsung ke Kulon Progo, sekalian mampir ke rumah Rara juga. Sentolo, KP, Samigaluh, Kali Bawang kita datangi satu persatu hanya sekedar untuk mengantarkan sehelai undangan.


Bantul?

Pengiriman surat di Bantul kita lakukan dijeda kuliah. Berbekal dari mencari alamat di internet dan tanya beberapa teman. Kita lakukan berkali-kali waktu jeda kuliah, tapi berkali-kali pula kita kesasar hanya untuk menemukan SMP Negeri 3 Imogiri dan SMP Negeri 1 Piyungan. -_-"

Dan mungkin untuk pertama kalinya kita telat masuk kelas.

Nah, hal yang lucu adalah, ketika pelaksanaan YED, acara ini tidak menyesuaikan jadwal TOEFL mahasiswa baru. Jadi, acaranya 20 Oktober 2012 dan itu bersamaan dengan jadwal TOEFL Mahasiswa ba ru Fakultas Ekonomi. Nah, karena kita jadi panitia di YED akhirnya kita keluar meninggalkan acara sebentar untuk ikut TOEFL, berdua :D dan yang lucunya lagi adalah, kita pake rok hitam, baju putih, tapi kerudungnya pink >,< lebih tepatnya norak dan nggak lucu ha..ha :v

Hei, Ra? Ingat dengan keinginan kita yang ternyata tidak terwujud? Eh, bukan nggak terwujud, tapi diberi yang lebih indah :D

#JadiPengurusBEMFE


Sudah, segitu saja?

Enggak lah. Belum tentang kita di UKM Penelitian, yang menjadi rumah kedua bagi kita sampai saat ini.

UKM. Hmm, ini juga salah satu yang jadi tranding topic dan menggalaukan mahasiswa. SC lantai 2 itu menjadi tempat bersejarah. Dari daftar Safel, eh keseret sampai ke UKM Penelitian :3

Tapi mungkin takdir kita memang disana ya, Ra :)

Kalau aku, memang ingin di sana :p


Dan kalian tau??

Setelah kita sekelompok makrab, satu kelas, satu kepanitiaan, eh, ternyata di Research Team kita juga sekelompok -,-“ padahal dunia nggak sesempit itu, hehe.

Iya, sama mbak Zamzam, dan sama mas Alfa sebagai tentornya. Tapi, kita juga nggak satu tim PKM *waktu itu.

Setelah sekelompok RT, kita ternyata juga sekelompok Makrab. Sampai sudah bosan akunya wkwkwk.

Ahaha, tapi nggak apa-apa, kita dapat penghargaan ternarsis :3


Coba-coba organisasi

Setelah melihat, mengamati bahkan merasakan, kita akhirnya membuat semacam prioritas organisasi yang akan kita masuki.

Ada Hima, UKMF Kristal, Al Fatih, BEM FE danUKM Penelitian.

Sebelumnya kita juga masuk dalam kepanitiaan di organisasi tersebut.

MKPK dan Musyanglaah... :D

Kalo aku pribadi list-nya (walaupun UKM Penelitian Oprecnya masih Januari mendatang :3 ) UKM Penelitian, Hima, Al Fatih. Kalo Rara, UKM Penelitian, Hima, Kristal, BEM. Dan pada akhirnya kita mendapatkan tempat masing-masing. Rara di PSDM Kristal dan Humas UKM Penelitian, Aku di Media Jaringan Al Fatih dan HRD UKM Penelitian.

Nah, semenjak saat itulah kita sering sekali bersama. Dimana ada Rara disitu ada Asti (aku), dimana ada Asti disitu ada Rara. Di Kelas, di ormawa, di UKM Penelitian. Walaupun dulu awal di UKM Penelitian aku juga nggak terlalu dekat sama Rara, sih. Cuma di kelas saja. Soalnya Rara udah deket sama Umi, wkwkwk.

Sebenernya sih, Rara juga ada maunya dekat sama aku. Karena ini anak (awalnya) salah jurusan haha. Jadi aku yang anak SMK Akuntansi tulen :v dideketin biar bisa ngajarin dia *modus

Eh, kita juga so sweet lho.. kalian pernah buka FB kita? Kita bertunangan :3 haha. Ini entah atas dasar apa, tapi aku yang memulainya, sampai ganti PP samaan juga dulu.

Lebih dari itu, Rara yang sering so sweet sama aku *eeaa. Sampai aku dibuat tersipu malu di depan kelas. Ini terjadi ketika mata kuliah bahasa inggris. Setiap dari kita diminta buat speaking di depan kelas selama 5 menit, terserah tentang apapun. Dan kalian tau? Rara itu cerita tentang dirinya yang awalnya ‘salah jurusan’ dan tentang aku, tentang kita, Aku dan Rara. Bagaimana? So sweet banget nggak? Wkwkwk.

Semester dua dan seterusnya, UKM Penelitian menjadi tempat singgah kami. Tapi mungkin, ketika kami jadi staff kami jarang bersama. Iya kan, Ra? Karena selain kita yang berbeda bidang, dalam kepanitiaan dan apapun itu kita selalu terpisah :D

Tapi, setelah kita jadi orang yang dituakan –PI– kita jadi sering barengan, sering sekali. Sampai (mungkin) tujuan utama kita ke kampus adalah UKM dan yang kedua baru kuliah. Karena kita lebih banyak di UKM daripada di Fakultas. Dan kita sering berucap, “Kita ini adalah mahasiswa SC, bukan mahasiswa FE” :)


Spesial untuk Rara. Rasinta Fajarina

Terima kasih atas kebersamaanmu selama ini.

Aku terharu, bingung mau bilang apa – You are my everything. Luar biasa ! Keren ! Aku bersyukur bisa mengenalmu. Dari sekian banyak perbedaan diantara kita, tidak pernah sedikitpun mengikis kebersamaan kita. Karena, sekali lagi “prinsip” lah yang mendekatkan kita. Mungkin kita sahabat yang aneh. Yang jarang mengungkapkan indahnya kebersamaan, yang jarang saling berbagi cerita, yang memberi kebebasan masing-masing, yang sering “cuek” satu sama lain. Tapi aku tahu, dan ketahuilah bahwa kamu adalah orang yang sangat berharga dalam hidupku.

Terima kasih dan maaf.

Dari sahabatmu,

Riqi Astuti - 02.06 WIB, 1 Februari 2015.


Sumber: https://www.facebook.com/notes/646865998773215


Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian juga punya sahabat yang kalian sayangi? Silahkan tulis nama sahabat kalian di kotak komentar. Siapa tau sahabat kalian baca ha..ha..

Oke, karena saya sudah lelah, saya ijin untuk mengakhiri artikel ini. Terima kasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Tidakkah Aku Bersyukur Bisa Mengenalmu?
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -