Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Sabtu, 28 Maret 2015

Toleransi Beragama

Berbicara tentang toleransi memang begitu perlu diperbincangkan, karena ini mengarah persatuan seluruh umat. Toleransi yang paling sering dibahas adalah mengenai Agama. Perbedaan yang paling sering membawa pada keributan. Padahal bisa kita antisipasi dengan menggunakan Toleransi. Kita sadar bahwa agama berbeda-beda. Dan itu memang kenyataan. Jadi tidak boleh kita merasa paling benar dengan agama yang kita anut.

Saya mempunyai pemikiran bahwa, pasti masih ada orang yang memiliki toleransi atau solidaritas terhadap orang lain yang berbeda agama, termasuk saya. Perbedaan adalah hal yang wajar, tapi kenapa harus diperdebatkan. Sampai-sampai memicu kerusuhan.

toleransi religion tolerance beragama

Saya akan mewakili suara-suara hati mereka yang masih memiliki rasa toleransi, terutama toleransi beragama. Dan kata hati kami adalah sebagai berikut:

  • Agama saya Islam dan bukan orang yang taat beragama, tapi saya tidak pernah menghina agama lain.
  • Agama saya Katholik dan bukan orang yang taat beragama, tapi saya tidak pernah menghina agama lain.
  • Agama saya Protestan dan bukan orang yang taat beragama, tapi saya tidak pernah menghina agama lain.
  • Agama saya Hindhu dan bukan orang yang taat beragama, tapi saya tidak pernah menghina agama lain.
  • Agama saya Budha dan bukan orang yang taat beragama, tapi saya tidak pernah menghina agama lain.
  • Agama saya Yahudi dan bukan orang yang taat beragama, tapi saya tidak pernah menghina agama lain.
  • Agama saya Zionis dan bukan orang yang taat beragama, tapi saya tidak pernah menghina agama lain.
  • Dan masih banyak orang yang beragama lain yang tidak pernah menghina agama lain.

Maka dari itu jangan pernah menjelek-jelekkan atau menghina ajaran agama lain. Karena agamaku, Agamaku. Agamamu, agamamu.

Marilah menjadi pribadi yang tidak suka dengan perseteruan dan menumpahkan darah secara sia-sia. Ingat Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Istri, Anak, Pacar, Sahabat, Teman, dan Orang lain yang selalu mengharapkan kita dalam kesehatan dan selalu aman.

Perbedaan Agama bukan sebagai pemisah persatuan, tapi hakikatnya jangan pernah mengusik keimanan masing-masing Penganut dan Ajarannya. Karena Agama itu terlalu berbahaya untuk disinggung. Dan alangkah lebih baik berkaca pada diri sendiri, apakah kita sudah patuh dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku pada ajaran agama kita sendiri?
Toleransi Beragama
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top