Tuesday, March 3, 2015

Kisah Patah Hati Seorang Lelaki / Pria yang Tulus Mencintai Kekasihnya

Kisah Patah Hati Seorang Lelaki / Pria yang Tulus Mencintai Kekasihnya - Saya mendapatkan cerita ini dari forum Kaskus.co.id. Maaf bila tidak mencantumkan sumbernya secara tepat. Karena sebenarnya cerita ini hanya untuk koleksi bacaan saya saja kalau lagi bosan. Sehingga saya tidak mengcopy sumbernya, hanya ceritanya saja yang saya copy. Saya menyimpan cerita ini karena bagi saya cerita ini sangat menyentuh hati saya. Bukan berarti saya melankolis tapi benar-benar bisa bikin menangis. Tapi untungnya saya masih memiliki aroma pria abadi, sehingga masih bisa menahan untuk tidak menangis. Tapi baru sekarang saya ingin berbagi cerita ini kepada kalian yang mungkin belum pernah membaca cerita ini. Dari pada panjang lebar, lebih baik kalian baca sendiri ceritanya. Oh iya, gaya tulisan sudah saya edit sedikit, soalnya aslinya pakai bahasa yang tidak baku. Makanya saya edit agar sesuai ‘sedikit’ dengan EYD Indonesia. Saya edit dengan bahasa ‘sedikit’ baku agar orang lain yang tidak bisa berbahasa Indonesia bisa membacanya juga dengan peralatan terjemahan menurut bahasa mereka masing-masing. Judul aslinya Kenapa Harus Tanggal Itu. Silahkan dibaca ^o^.

Kisah Cinta Tulus Seorang Pria

Kenapa Harus Tanggal Itu?
- REAL STORY

14-11-2013 12:15

Cerita ini dimulai 2006 silam.

Teman saya, sebut saja Jack. Berkenalan dengan seorang gadis bernama Rose. Dan sosial media yang mempertemukan mereka waktu itu adalah ‘Friendster’. Kalian pasti banyak tahu tentang friendster. Dulu Friendster bisa diedit backgroundnya, bisa ditambah lagu, tulisan berwarna, dll.

Oke, lanjut saja.

Setelah berkenalan melalui friendster, teman saya mulai pendekatan. Tapi sewaktu pendekatan, teman saya agak malu. Maklum, teman saya itu belum pernah pacaran sekalipun di usianya yang ke 19 tahun waktu itu. Trik pendekatan dia waktu itu adalah menawarkan bantuan buat edit background friendster Rose dia menjadi FULL DORAEMON (maklum, si Rose senang Doraemon).

Sebelum diedit, Jack mengetik begini:

"Kalau kamu percaya, silahkan kamu kasih aku password Friendster kamu. Nanti aku bantu edit. Nah, setelah selesai diedit, silahkan ganti lagi passwordnya. Aku akan edit dalam 1 jam – 2 jam."

Singkat cerita, password Rose diberikan kepada Jack. Dan mulailah Jack memperbaiki friendster Rose. 2 jam kemudian, Jack mengirim sms ke Rose (dulu belum ada BlackBerry dan Android, yang ada handphone sejuta umat Noki*):

"Rose, friendsternya udah saya edit. Silahkan dilihat"

2 menit kemudian Rose membalas SMS Jack:

"Jack. Kenapa tidak ada. Friendster saya jadi rusak?"

Jack bingung. Karena sebelumnya dia sudah mengecek dan semua baik-baik saja. Kemudian ditengah kebingungannya. Tiba-tiba ada sms masuk lagi ke handphonenya. Sms dari Rose berbunyi:

"WAHHHHH DORAEMON. KEREN, ADA LAGUNYA LAGI. THANKS JACK". Jack yang pura-pura keren hanya membalas "oke "

Hari berganti, bulan berganti. Tidak terasa mereka sudah kenal selama 3 bulan. Dan selama 3 bulan itupun mereka belum pernah bertemu. Sampai akhirnya suatu saat si Jack main ke salah satu Pusat perbelanjaan di kota M. kebetulan paman si Jack berjualan handphone second di pusat perbelanjaan tersebut (dan sebelumnya si Jack tahu kalau si Rose menjaga toko di pusat perbelanjaan tersebut buat bantu-bantu bayar biaya kuliah dia sendiri).

Sampai di mall tersebut. Si Jack langsung ke counter handphone paman si Jack. Duduk-duduk dan melihat handphone apa yang ingin si Jack beli (tahun itu handphone si Jack Noki* flexi yang masih monochrome). Ditengah lamunan, si Jack diajak istri pamannya pergi berbelanja di Her* yang berada di basement. Si Jack pun bertanya ke Istri paman si Jack.:

 Jack : "Tante kenal si Rose nggak? ini fotonya. Dia kerja di toko xxxx"
Tante Jack : "Iya, tahu aja. Soalnya suara dia besar, suka ketawa dia, badannya gede"
Jack : “Buset, tidak sesuai foto berarti. Imut-imut fotonya tapi kenapa tingkah lakunya seperti manusia hutan amazon ya tante? Ha..ha..ha.”
Tante Jack: “Ha..ha..ha. Tidak lah. Ayo temani tante saja, sekalian kita lewat depan toko dia.”
Jack : “Oke tante.”

Pergilah si Jack. Jack lewat depen toko Rose bekerja. Jack melihat kalau si Rose sedang makan dan kebetulan juga mata Rose melihat ke arah Jack, dengan mie goreng yang masih bergelantung seperti akar pohon. Jack hanya tersenyum tanpa berkata-kata. Tidak lama, handphone si Jack berbunyi. Sms dari si Rose. Kurang lebih begini isi sms seperti ini:

Rose : “Jack sombong amat, tidak mampir tadi? Itu tadi kamu kan?”
Jack : “Iya Rose. Lagi menemani tante ke Her*. Nanti saja saya mampir, atau kalau tidak keberatan aku antar pulang bagaimana?”
Rose : “Boleh. Nanti antar aku ya. Aku tidak ikut bos saya kalau begitu.”
Jack : “Oke.”

Waktu itu sudah memasuki bulan November. Musim hujan.

Tibalah saat Jack pulang bersama Rose dan "JEDERRRRRR....." Hujan turun degan derasnya. Untung Jack membawa jas hujan (Jack adalah rider yang patuh aturan lalu lintas) terjadilah percakapan sebagai berikut :

Rose : “Jack hujan.”
Jack : “Aku ada jas hujan. Buat kamu saja Rose, kebetulan aku lagi ingin kehujanan.”
Rose : “Nanti kamu sakit. Tidak ah!!” (Rose menolak)
Jack : “Tidak sakit lah, sudah biasa main hujan. Aku ini kan BOLANG (acara televisi).”

Setelah memaksa, akhirnya Rose pun menuruti kata Jack. Rose sampai tujuan tanpa basah kuyup. Berbeda dengan Jack yang basah kuyup.

Setelah momen itu. Mereka pun jadi semakin dekat. Dan tibalah saat Jack ingin menyatakan cinta kepada Rose. Jadi Jack mengajak si Rose main ke pantai di pagi harinya. Mengajak berenang. Tapi Rose tidak mau. Alhasil Jack berenang sendiri seperti orang gila. Dan rencana Jack buat menyatakan cinta kepada si Rose pun dibatalkan karena Jack adalah pria pemalu. Malamnya sekitar jam 10 malam baru Jack menyatakan si Rose melalui sms, yang bunyinya kurang lebih begini:

"Rose, kita sudah lama kenal, sejauh ini jujur aja saya sangat teramat nyaman dekat sama kamu. Dan sebenarnya tadi aku ingin menyatakan cinta, hanya aku malu. Soalnya tiap lihat kamu senyum, aku jadi dag dig dug duer. Aku ingin kamu jadi yang pertama dan terakhir. Would you be my love?"

Si Jack deg-degan menunggu sms dari si Rose. Soalnya dia menunggu sampai jam 12 malam, tepatnya tanggal 18 Desember, belum juga ada balasan. Jadi si Jack pun tidur dengan hati yang hopeless.

Pagi harinya dia melihat sms dari si Rose di handphone. Dengan harap-harap cemas si Jack mulai membuka sms:

"Jack. Benar apa yang kamu bilang. Kita sudah lama kenal. Untuk ukuran pendekatan itu bisa dibilang lama (4 bulan), tapi satu hal yang saya sesali (Jack langsung drop ketika baca sms itu). Kenapa kamu tidak berani menyatakan cinta secara langsung di depanku? Aku ingin lihat kamu tersenyum ketika aku menerima kamu. Namun sekarang (Jack makin menyesal pada bagian sms itu). Aku tidak akan mungkin lihat senyuman itu. Tapi aku tetap menerima kamu my Pigo (Pigo = Babi Jantan)"

Jack melompat kegirangan. Sampai-sampai, rumah Oma dia sapu dan pel. Mulai dari lantai 1 sampai lantai 3.

Waktu Jack dan Rose berpacaran, teman-teman kost Rose merasa cemburu. Karena Jack begitu romantis. Bayangkan saja. Setiap si Jack pulang kerja (jam 12 malam), si Jack singgah membeli 'terang bulang' (martabak manis) dulu untuk dimakan bareng teman kos si Rose. Berhubung kost si Rose tidak mengizinkan laki-laki masuk, jadi dilemparlah tali dari lantai 2. Lalu 'terang bulan' diikat, terus ditarik. Jack bekerja untuk membantu Rose. Gaji Jack dibagi ke Rose (soalnya orang tua si Rose hanya orang biasa) sampai Jack bicara kepada mama nya begini:

Jack: "Mah. Maaf saya tidak bisa kirim uang dulu. Soalnya saya membantu membiayai kehidupan Rose. Kasihan dia Mah, dia sering telat mendapat kiriman uang dari orang tuanya"
Mama Jack: "Lakukan apa yang menurut kamu benar Jack. Mama ikut senang kamu bisa membantu orang yang lebih membutuhkan."

Singkat cerita, Jack selalu menyempatkan diri untuk mengantar si Rose pergi kuliah, biar pun setelah pulang kerja dan si Jack masih capek (Jack bekerja di salah satu hotel ternama di kota M sebagai operator, jadi kadang-kadang Jack masuk malam jam 10 malam sampai jam 7 pagi). Setiap Jack pulang kerja dan menjemput si Rose, hal yang selalu dinantikan Jack adalah BEKAL MAKAN SAAT BERMAIN DOTA dari Rose. Rose sangat pandai memasak. Menurut Jack, masakan Rose adalah masakan paling enak ke 2 setelah Mama nya.

Tidak terasa hubungan mereka sudah menginjak tahun pertama.

Suatu hari, ayah Rose meminta kepada Jack seekor anak anjing. Rose kebingungan mencari, sehingga dia minta tolong kepada si Jack. Berhubung si Jack orangnya dekat sama orang tua (tepatnya lebih senang bergaul dengan orang yang lebih tua dibanding seusia dia) dia pun kemudian tanpa malu mengunjungi rumah ‘kenalannya’ (kenalan dia sudah tua sekitar 49 tahun dan suka memelihara anjing) untuk meminta anak anjing. Maklum, si Jack ini bukan pria yang kaya raya, sehingga terjadilah percakapan antara Om Guk dengan si Jack:

Jack : Om. Maaf saya mau minta tolong, dan saya rasa hanya Om Guk yang bisa bantu. Soalnya ini menyangkut masa depan saya.
Om Guk : Apa itu Jack? Katakan saja, karena Om sudah menganggap kamu anak sendiri.

Jadi, singkat cerita Jack pun memberitahukan kepada Om Guk mengenai permintaan ayah Rose, Om Guk pun dengan senang hati memberikan anak anjing yang MEMANG SECARA KEBETULAN baru melahirkan sekitar 2 minggu lalu. Ini membuat si Jack tersenyum dan berpikir "Akhirnya Saya Bisa Berbakti Kepada Calon Papa Mertua".

Setelah itu Jack pun membawa anak anjing itu. Dengan mengendarai sepeda motornya sambil menggendong anak anjing itu tanpa malu. Anak anjing itu disimpan di rumah Oma Jack. Setelah mendengar kabar bahwa si Jack mendapatkan anak anjing tersebut, si Rose pun akhirnya memutuskan minggu depan anak anjing itu diantar ke rumahnya di kota P (Rumah ayah Rose diluar kota. Sekitar 4 jam menggunakan mobil).

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu, si Jack mengantar ‘Puppies’ (nama anak anjing itu) ke rumah papa mertua. Berhubung belum dapat gaji dan uang menipis, akhirnya dengan memohon belas kasihan kepada temannya yang bernama si Cung, akhirnya Cung sepakat mengantarkan si Jack ke kota P dengan bayaran 1 buah ‘DVD Portable Batman’ (hadiah kartu kredit BCA). Dalam perjalanan itu dua pasangan (si Cung dan si Ing-Ing beserta si Jack dan si Rose) mendapat musibah. Sekitar 1 jam perjalanan, radiator mobil si Cung rusak (entah apalah. Yang jelas panasnya naik dengan cepat). Dalam kondisi yang hujan lebat dan anak anjing yang tidak berhenti ribut serta pup. Akhirnya, diputuskan bahwa si Cung kembali ke kota M, dan si Jack melanjutkan perjalanan ke kota P dengan menyewa angkot sebesar 250 ribu. Selama perjalanan itu si Jack sudah membayangkan bakalan bercerita sama Papa Mertua sampai larut malam dan kemudian tidur.

Setelah perjalanan jauh, si Jack dan Rose pun sampai di rumah ayah Rose. Terjadilah percakapan ‘singkat’ (benar-benar singkat):

Jack: “Selamat sore Om?”
Papa Mertua: “Kamu yang namanya Jack?”
Jack: “Iya om. Ini om, anak anjing nya.”
Papa Mertua: “Oke, terima kasih. Habis ini kamu pergi makan dengan si Rose, sambil Om carikan mobil sewaan untuk kamu balik malam ini ke kota M.”
Jack: “Iya om, terima kasih banyak.”

Harapan Jack buat dekat dengan ayah Rose pun sirna sudah, seiring dengan matahari terbenam sore. Sambil mencoba menenangkan Rose yang menangis dan kecewa melihat tingkah laku ayahnya, Jack mencoba tersenyum sambil mengatakan:

Jack: "Sudahlah ‘Piggy’ (Nama panggilan sayang Jack untuk Rose). Tidak apa-apa. Mungkin aku punya salah, sampai papa kamu tidak suka dengan aku"

Si Rose pun hanya diam sambil terus menangis memegang erat tangan Jack. Dia tidak menyangka bakalan begini akhirnya.

Setelah makan, Jack dan Rose pun kembali ke rumah ayah Rose. Disana Jack sudah ditunggu sama mobil sewaan untuk balik ke kota M. Tragis? Iya, sangat tragis. Tapi Jack tetap tersenyum dan ramah kepada Ayah Rose.

Setelah 1 tahun 6 bulan berpacaran. Rose mulai dipengaruhi oleh orang tuanya untuk memutuskan Jack karena tidak mempunyai masa depan yang cerah. Rose pun selalu membela Jack karena dia tahu sebagaimana berat perjuangan Jack untuk membantunya selama kuliah. Bahkan Rose pernah mengeluarkan statement begini ke Jack:

"Pigo, ini bukan mungkin. Tapi sudah pasti kau lah pria paling baik dan sabar yang pernah aku temui, kebaikanmu bahkan mungkin melebihi papa mama ku, aku benci ketika mereka menyuruh aku putus denganmu, Pigo"

Jack: (tersenyum dan berkata) "Aku belum sebanding dibandingkan dengan pengorbanan orang tuamu. Jangan berlebihan menilai orang tuamu, karena suatu desakan. Berpikirlah positif, Piggy sayang. Biarkan aku membuat sebuah janji dan konsekuensi dari janji tersebut.”
Rose : “Apa itu Pigo?”
Jack : “Aku akan keluar kerja dari tempat kerja yang sekarang, dan mencari pekerjaan baru. Dan akan aku buktikan kalau aku akan mapan dalam waktu 1 tahun. Sebagai konsekuensi kalau janji itu gagal, kita putus aja. Karena aku tidak ingin melihat kamu hidup menderita nantinya."
Rose : “Baiklah. Walaupun berat hati, aku terima Pigo”

Lepas dari kerjaan sebagai operator di sebuah hotel ternama. Jack mencoba membuka usaha sebuah rental PS 2 degan modal ‘gratis’ (1 buah PS 2 milik Jack, 1 buah PS 2 pemberian Om Guk, dan 1 buah lagi milik Adik Jack). Tidak lama. Rental itu hanya berumur 2 bulan. Dan Jack pun berhenti usaha tersebut, karena semakin banyaknya stick game PS 2 yang rusak akibat game NARUTO DAN DRAGON BALL.

Jack pun mulai memutar otak. Dia pun ditawari kerja oleh Paman Jack sebagai pengawas proyek Box Culvert dengan dijanjikan upah 10 juta jika jembatan itu sudah selesai. Proyek kerja sama antara APBD dan World Bank ini memakan waktu selesai 2 bulan. Selama pekerjaan tersebut, Jack dan Rose sangat jarang berkomunikasi. Maklum saja. Kerja di pedesaan, membuat signal simpa*i tidak beres.

Setelah selesai proyek tersebut, Jack disuruh lagi melanjutkan proyek ‘Talud’ (susunan batu yang berfungsi sebagai penahan jalan). Waktu itu Jack bekerja sama Paman nya hanya sekitar 8 bulan dan akhirnya berhenti karena ada masalah sama Paman nya. Waktu Jack yang tersisa sisa hanya 2 bulan untuk menepati janjinya. Dan kalian tahu, berapa bayaran yang seharusnya Jack terima tidak diberikan oleh Paman nya. Dalam hati Jack hanya berkata, "Anggap uang itu untuk pengalaman belajar proyek. Dan anggap uang itu untuk membayar sewa tempat tinggal dan makan (selama proyek, Jack tinggal dan makan gratis di rumah Om dia). Akhirnya Jack pun kembali ke kota M hanya untuk ketemu Piggy Rose pujaan hatinya.

Setelah bertemu, Jack hanya berkata singkat:

Jack : “Maaf. Sekali lagi saya tidak bisa menepati janji saya. Mungkin ini lah akhir hubungan kita.”
Rose : ...... (hanya menangis)
Jack : “Maaf Rose.”

Setelah lama terdiam Rose pun akhirnya berkata.

Rose : “Iya, akhir ini begitu menyakitkan Jack. Perjuangan dan pengorbananmu sia-sia. SAYA BENCI PAPA MAMA KU !!”
Jack : “Sudah Rose, jangan benci mereka. Ini salah ku. Salah ku tidak bisa menepati janji. Mulai detik ini, jangan panggil Pigo lagi.” (menangis)
Rose : (memeluk Jack dan tetap menangis)

Jack pun membisikkan sebuah kata di telinga Rose.

Jack : “Biarkan saya membuat janji terakhir saya untuk kamu Rose. ‘Saya tidak akan mencari pasangan hidup sampai kamu menikah’.”
Rose : ... (hanya menangis)

Saat terakhir kali mereka bertemu. Saat itu hujan pun mengiringi tangisan Jack dan Rose.

Setelah pertemuan itu, Jack dan Rose pun tidak saling bertemu.

Setelah pertemuan itu. Jack mendengar kabar bahwa Rose sudah lulus kuliah dan mulai bekerja pada salah satu BANK ternama di kota M. Dan juga Rose telah menemukan pujaan hatinya yang baru. Sebut saja dia ‘Didit’ (malah jadi nama indonesia banget ya? ha..ha). Sebaliknya Rose tidak mengetahui keadaan Jack sekarang. Jack waktu itu bekerja pada salah satu toko sparepart mobil di kota M. Setelah sempat bekerja ditempat enak dengan gaji yang tinggi. Jack sekarang bekerja sebagai buruh di toko tersebut. Hanya dengan berbekal badan gendut dia mulai bekerja menjalani hari-harinya. Memeras keringat demi rupiah dan rokok (Jack dulunya tidak merokok. Tapi sekarang berubah jadi heavy smoker akibat depresi dan hampir bunuh diri. Untungnya dia menghentikan niatnya saat mengingat Mama nya di rumah)

Entah takdir berpihak kepada Jack atau Rose. Saat itu, siang hari yang terik. Jack mengangkat satu kardus ‘aq*a’ (tapi ini isinya baut. jadi kalian bisa bayangkan berapa beratnya) tiba-tiba ada yang parkir dengan mobil yang ada tulisan "BANK ****". Dalam hati Jack berucap, "semoga itu bukan Rose. Saya tidak ingin dia melihat ku dengan kondisi kumal dan kotor begini. Apalagi baju yang aku kenakan sekarang adalah baju pemberian dia. Ya Tuhan, kabulkan doa ku ini."

Setelah cukup lama parkir, mobil itupun pergi meninggalkan halaman tempat Jack bekerja.

Dan 30 menit kemudian. Handphone Jack pun berbunyi. Dia melihat nomor yang dia kenal. Sudah sangat lama dia hafal nomor itu ‘0813*****326’. Ya, nomor itu mengirim sms ke handphone butut Jack. Begini lah isi percakapan sms dari Rose dan Jack:

Rose : "Jack, bagaimana kabar mu, sekarang kerja apa?"
Jack : "Saya bekerja di toko sparepart mobil. Baik-baik saja. kamu sendiri bagaimana?"
Rose : "Baik juga. Kerja sebagai apa di toko sparepart?"
Jack : "Jadi tukang catat nota."
Rose : "BOHONG!! Berikan alamatmu sekarang dimana. Pulang kantor aku mampir ke tempatmu!! Sekalian aku mau memberikan oleh-oleh dari singapore yang sudah lama kamu tolak"
Jack : "Alamatku di jln. xxxx no.x , silahkan mampir sore nanti. Jangan lupa ajak Didit juga."
Rose : "Oke"

Percakapan pun terhenti. Jack harap-harap cemas menantikan tibanya sore hari.

Sore itu. Waktu tepat menunjukkan pukul 18.00. Jam kerja selesai, dan yang menyedihkan, jam makan gratis Jack sudah selesai (Jack sangat senang bekerja karena dia mendapat makanan gratis selama bekerja). Tibalah saat Jack pulang ke kost di kota M. Dia tidak lagi tinggal di rumah Oma dia. Dia sebatang kara di kost. Jika Jack lapar, dia mengenyangkan perutnya dengan air galon saja.

Sambil berbaring dan merokok, tiba-tiba handphone Jack berbunyi. Sms dari Rose. Dia membaca sms tersebut.

"Jack aku sudah di bawah, cepat turun. Aku tidak bisa lama. Didit menunggu di motor"

Jack secepat kilat berlari turun hanya mengenakan celana saja, tidak memakai baju, dan dengan rokok ditangan. Jack membuka pintu besi. Sekarang jarak Jack dan Rose hanya sekitar 1 meter saja. Lama terdiam. Rose memulai pembicaraan:

Rose : “Ini oleh-oleh buat kamu. Ada coklat dan baju waktu aku ke Singapore.
Jack : “Aku sudah bilang. Kasih orang lain saja.”
Rose : “Ambil Jack.” (sambil menyodorkan bungkusan tersebut)
Jack : “Terima ka...” (belum selesai berkata, Rose memotong ucapan Jack)
Rose : “Kenapa kamu berubah Pigo. Kenapa kau tambah kurus? Kenapa kau sekarang merokok? Kenapa mukamu terlihat kusam? Kenapa kamu...” (kali ini giliran Jack yang memotong pembicaraan)
Jack : (sambil tersenyum) “Rose. Ini foto kenangan kita. Silahkan ambil kembali. Boleh saya meminta foto kecil ku? Itu foto kecil satu-satunya yang aku punya hasil comot dari raport SD.”
Rose : (melihat isi dompet Jack) “Uang kamu tersisa berapa? Apa tersisa 5 ribu itu?”
Jack : “Tidak Rose. Masih ada di ATM. Hanya aku malas tarik ATM saja.”
Rose : (sambil memberikan foto Jack) “Bohong. (mulai menangis) Kenapa kamu berbohong. Aku tahu kamu Jack. Aku tahu kalau...” (mulai mendekat tapi ditahan oleh Jack dan pembicaraan itu segera diakhiri Jack)
Jack : “Sudahlah Rose. Pulang lah (sambil mengarahkan keluar dan menutup pintu besi tersebut) baik-baiklah sama didit ya. Semoga dia jadi yang terakhir untukmu. Bye Rose.”

Jack berbalik dan berjalan meninggalkan Rose. Samar-samar dia masih melihat Rose memandangnya (air mata Jack mengalir tanpa izin dari Jack). Selepas meninggalkan Rose. Jack pun mulai merebahkan diri di karpet kesayangannya. 30 menit kemudian, handphone Jack berbunyi. Jack melihat isi sms yang ternyata itu sms dari Rose:

"Pigo. Jika kau masih sayang aku, tolong berhentilah merokok. Taukah kamu Pigo, sepanjang perjalanan aku menangis. Sampai Didit bertanya "kenapa kamu menangis Rose?" tapi aku tidak menghiraukan nya Pigo. Di pikiran ku hanya ada kondisi kamu yang semakin kurus, semakin kusam. Aku tau senyuman kamu itu hanya untuk menutupi rasa khawatir ku akan kondisi kamu. Dan satu hal yang aku tahu. Bahwa uangmu hanya ada 5 ribu di dompet. Aku khawatir Pigo. Bisakah aku bertemu kamu besok? di Pizza *** yang dekat rumah tante aku.” (Rose sekarang tinggal bersama tante nya. Karena dia menjaga sepupunya yang masih kecil)

Jack pun membalas sms Rose “Bisa Rose.”

Hari ini Jack dan Rose sepakat bertemu ditempat yang disepakati. Jack meminjam uang dari temannya, karena sudah tidak ada ongkos untuk naik ‘angkot’. Pergilah Jack dengan pakaian seadanya. Setelah sampai, Jack pun tidak berani masuk di Pizza *** tersebut. Karena dia sadar tidak punya uang. Dia lebih memilih menunggu Rose di luar. Tidak berapa lama, dari kejauhan dia melihat seorang gadis yang dengan senyum mengembang memakai baju berwarna biru bergambar Doraemon yang tidak lain adalah Rose.

Dari kejauhan Rose berteriak:

"HAI JACK. MAAF LAMA (sambil tangannya melambai-lambai dan sedikit berlari kecil)"

Jack pun hanya tersenyum. Kemudian mereka berdua pun masuk kedalam Pizza *** tersebut. Mereka duduk ditengah dekat dengan toilet. Tidak berapa lama, datanglah waitress yang membawa daftar menu. Rose pun menyuruh Jack memilih menu.

Rose : "Ayo Jack dipilih. Makan yang kenyang, biar kamu gendut lagi "
Jack : "Aku senang dengan badan ku yang sekarang, ha..ha..ha. Atletis kan? "
Rose : "Ah, tidak. Ayo cepat dipilih.” (pinta Rose memaksa)
Jack : "Oke, aku pilih"

Setelah memilih, waitress pun pergi. Terjadilah percakapan antara Rose dan Jack.

Rose : “Jack, kenapa kau memilih hanya sedikit? Ini bukan Jack yang aku kenal. Jack yang aku kenal selalu memilih makanan dengan menu paling enak. Tidak peduli berapa harganya. Kamu ingat waktu itu kita makan berdua, waktu hari raya valentine. Kamu memilih makanan yang enak di restoran jepang. Sampai bayar mahal. Makan pizza pun kau selalu memesan yang chesse bite. Kenapa kali ini kamu hanya memesan semangkok cream soup, roti garlic dan satu botol aqu*?"
Jack : Tidak apa-apa Ros. Aku sudah kenyang (padahal dalam hati Jack bergumam "Kamu tau Rose. Sebelum aku menyatakan cinta kepadamu, aku pergi ke Gereja. Disitu aku berdoa bahwa jika kelak kamu menerima aku, apapun yang akan terjadi aku tidak akan pernah mau berucap kata putus tanpa mempedulikan siapa yang salah, dan apapun yang terjadi aku tidak akan mengambil keuntungan maupun uangmu sepeser pun"

Rose kemudian mengambil amplop putih dan diserahkannya ke Jack sambil tersenyum dan berkata:

Rose : “Jack, ini foto kita. Tolong kamu simpan ya, ha..ha..ha”
Jack : (mengambil amplop itu sambil meraba-raba, kemudian berkata) "Ambil kembali uangmu Ros. Aku tidak mau uang dari kamu"
Rose : "Itu bukan uang. Ayo ambil lah” (sambil memaksa)
Jack : “Ayo Ros. Aku bukan anak kecil yang mudah tertipu. Aku tidak ingin mengambilnya Rose.”
Rose : "Jack tolong jangan paksa aku untuk menangis (setelah berucap itu, air mata Rose jatuh)"

Ditengah momen yang haru biru itu tiba-tiba ada seorang anak kecil yang melihat Rose menangis sambil berceletuk ke orang tuanya: "Mah, dia menangis".

Jack pun segera mengambil amplop putih yang berisi uang itu. Agar Rose berhenti menangis. Karena Jack tau, Rose tidak akan berhenti menangis jika dia tidak mengambilnya.

Tidak berapa lama, makanan pun datang. Dan mereka makan dengan lahap. Disini saya lupa Rose memesan apa. Tapi kalau tidak salah ingat. Itu pizza yang small.

Setelah makan, Jack pun mengantarkan Rose pulang dengan berjalan kaki. Karena memang jarak Pizza *** tersebut tidak jauh dari rumah tante Rose. Sementara berjalan, Jack mengambil rokok dan korek. Kemudian menghidupkan rokok. Baru sekali hisap si Rose langsung marah.

Rose : "Jangan merokok di depanku. Buang semuanya!" Jack : “Baiklah, aku buang semuanya” (padahal rokok ‘Marlbor*’nya waktu itu masih full)

Setelah itu, sampailah Jack dan Rose di dekat pintu kompleks. Mereka duduk sejenak sambil memulai bercerita.

Rose : "Jack, jika kelak kamu sukses dan mempunyai seorang kekasih, sementara aku meminta kamu untuk kembali. Apa yang akan kamu lakukan?"
Jack : "Aku tidak tahu apa yang aku lakukan, karena aku bukan Mama Loren yang dapat meramal. Hanya 1 hal yang aku tahu. Jika sampai saat itu aku mempunyai kekasih dan kamu meminta ku untuk kembali. Aku tidak akan meninggalkan dia."
Rose : (menangis lalu memeluk Jack) "Kenapa Jack?"
Jack : "Tidak kenapa-kenapa. Maka dari itu aku membuat janji bahwa Aku Tidak Akan Menikah Sampai Kau Married untuk mengantisipasi aku menyakiti hati orang itu. Masuklah Rose, sudah malam. Besok kamu harus kerja, akupun begitu. Dalam waktu dekat aku akan meninggalkan kota ini untuk membuka usaha teh po** di kota K.”
Rose : “Kapan kau berangkat? jangan lupa beri kabar aku Jack.”
Jack : “Pasti Rose.”

Setelah itu, mereka berpisah.

NB : Telepon dan sms dari si Didit selama Rose bersama Jack, tidak dihiraukan.

1 minggu setelah perpisahan itu. Jack mengirimkan sms ke Rose:

"Rose besok aku berangkat. Boleh tidak aku bertemu kamu untuk terakhir kalinya?"

Tidak berapa lama. Rose pun membalasnya:

"Boleh Jack, jam 8 malam ya. Kita ketemu dimana?"

Balas Jack: "Nanti aku jemput."
Rose : "Tapi kamu tidak ada kendaraan "
Jack : "Ada Ros. Aku jemput pokoknya, ha..ha..ha "
Rose : "Boleh kalau begitu. Tapi aku yang tentukan kemana ya"
Jack : "With pleasure Rose"

Sms itupun terhenti. Detik demi detik berlalu. Jam demi jam berlalu. Sampai akhirnya tibalah masa itu. Jam 8 malam. Jack pergi ke rumah tante Rose. Dia pun menelpon Rose.

Jack : “Rose, aku sudah diluar.”
Rose : “Oke, bentar lagi aku keluar.”
Jack : “Oke Ros,”

5 menit kemudian Rose mencari-cari Jack dimana. Sambil telpon dia bertanya:

Rose : “Jack kamu dimana? Belum sampai ya?
Jack : “Sudah Ros”
Rose : “Kamu dimana? Tidak kelihatan?
Jack : “Tepat di depanmu. Aku naik mobil Ja** sepupu aku.”

Rose pun menuju ke mobil tersebut.

Rose : “Jack, kamu bisa menyetir ya? Aku barusan tahu loh, ha..ha..ha”
Jack : “Iya, bisa dikit sih, ha..ha. Aku sengaja pinjam mobil sepupu aku. Soalnya selama kita pacaran, aku tidak pernah ajak kamu naik mobil.”
Rose : “Sudah Jack. Aku sangat senang meskipun hanya naik motor dengan kamu. Oh, iya. Kita karaoke saja. Aku ingin mendengar kamu nyanyi lagu ‘Dream Of Me - Mac and Kattie Kisson’."
Jack : “Meluncur, ha..ha.”

Tidak berapa lama, sampailah mereka di tempat karaoke di daerah P yang memiliki logo lebah itu. Lupa saya namanya. Setelah check in. Lagu wajib yang dipilih pun ‘Dream Of Me’. Ketika menyanyikan lagu itu, tanpa sadar Rose memeluk Jack. Jack tidak berani memeluk Rose karena Rose sudah mempunyai Didit. Tapi akhirnya Jack pun luluh. Dia pun merangkul Rose. Penggalan liriknya adalah:
... It's hard to be away
From the one you love
And the day seem slowly driftin' by
But my darling, I'll be home
In your arms where I'll belong
So I'm sending you this poem from my heart
Dream of me when you're lonely
Dream of me when you're sad
'cause darling I'll want you only
Youre the nicest nicest love I ever had ...
Masih banyak lagu-lagu yang dinyanyikan Jack, antara lain ‘Tong Hua’, dll..

Setelah puas karaoke. Jack and Rose pun mengisi perut sejenak di ayam goreng yang terkenal di kota itu. Malam itu semua yang membayar adalah Rose. Karena Jack tidak ada uang. Bahkan tiket pergi ke kota K pun yang membayar adalah Rose. Jack hanya berujar dalam hati, “suatu saat akan aku ganti Rose”. Setelah itu Jack pun mengantar pulang Rose.

Saat tiba di depan rumah tante Rose. Air mata Jack mengalir. Rose bertanya:

Rose : “Jangan menangis Pigo”
Jack : “Aku tidak menangis Rose. Mataku kemasukan debu.”
Rose : “Tutup matamu Jack.”

Jack pun menutup matanya. Setelah itu keduanya pun berciuman. Keduanya menangis. Mengingat suka duka saat mereka masih berpacaran. Handphone Rose yang berbunyi akibat ditelepon si Didit pun tidak digubris. Ya, itulah ciuman terakhir mereka. Ciuman perpisahan Rose dan Jack.

Setelah pertemuan itu. Besoknya Jack berangkat ke kota K untuk memulai usahanya jualan Teh Po**.

Perjuangan Jack berjualan pun dimulai. Hari demi hari dijalani Jack. Uang hasil penjualan itu dia tabung oleh Jack. Selama 2 bulan berjualan. Jack berhasil menabung uang sebesar 1 juta.

Tepat 18 Desember 2009, jam 9 malam. Jack menelpon Rose. Percakapan pun terjadi.

Jack : “Halo Rose, apa kabar? Bagaimana kerja kamu tadi?”
Rose : “Baik Jack, kerja lumayan sibuk. Harus kejar target. Kamu sendiri bagaimana?”
Jack : “Oh, baik juga aku, ha..ha. Oh, iya Rose. Tadi aku kirim uang ke rekening kamu. Tidak banyak, hanya 1 juta. Hasil menabung. Ha...ha..”
Rose : “Buat apa uang itu?”
Jack : “Kamu ingat tidak? Terakhir ketemu kamu itu, kamu ajak aku makan, ajak aku karaoke, beliin aku tiket. Dan kamu ingat tidak waktu kamu mentraktir aku di pizza sama kasih aku uang cash. Aku tidak tau semua total ada berapa. Tapi aku harap uang itu cukup untuk mengganti semuanya Rose.”
Rose : (Menangis...)
Jack : “Jangan menangis Rose. Aku hanya ...” (Jack kaget karena tiba-tiba Rose berteriak membentak)
Rose : “KAMU INI KENAPA SIH JACK? KENAPA KAMU HARUS MENGGANTI UANG YANG AKU KELUARKAN UNTUK KAMU? SEDANGKAN AKU TIDAK PERNAH MENGGANTI UANG YANG KAMU KELUARKAN BUAT AKU SELAMA PACARAN. ITU TIDAK BERARTI DIBANDING PENGORBANAN KAMU SELAMA KITA PACARAN. KENAPA KAMU SEPERTI ITU JACK?”
Jack : “Ketahuilah Rose. Sebelum aku menyatakan cinta kepadamu, aku sempat berdoa kepada Tuhan. Aku sudah niat bahwa seberapa susah apapun aku, aku tidak akan mengambil uangmu satu persen. Uangku adalah uangmu tapi, uangmu adalah uangmu. Saat pacaran, aku tidak ada niat untuk mengambilnya satu persen, apalagi saat sekarang ini yang notabene hubungan kita hanya berteman.
Rose : JACK, AKU BENCI KAMU! AKU BENCI KENAPA KAU BEGITU BAIK KEPADAKU. AKU BENCI KENAPA KITA HARUS PUTUS, AKU BENCI KENAPA TAKDIR BEGINI KEPADAKU !!
Jack : Sudahlah Rose, istirahatlah. Kamu sudah kecapaian kerja. Besok hari libur kamu, gunakan waktumu bersama Meme (nama keponakan dia) untuk jalan-jalan ya. Aku mau tidur dulu.

Pembicaraan pun sengaja diakhiri Jack, karena Jack tidak mau ketahuan oleh Rose bahwa dia sedang menangis. Itu lah terakhir kalinya mereka berbicara telpon.

2 Tahun tidak ada kabar. 2 Tahun tidak saling menghubungi. 2 Tahun itu pun datang. 17 Desember. Jack mendapat kabar dari teman Rose, bahwa Rose menikah besoknya. Ya 18 Desember 2011, itulah tanggal pernikahannya. Tepat tanggal jadi dia dengan Jack 5 Tahun lalu. Entah kebetulan, atau tidak. Jack hanya bertanya, Kenapa Harus Tanggal Itu? Dalam 1 Tahun ada 365 tanggal yang berbeda. Tapi sekali lagi Jangan Tanggal Itu? Teman Rose berkata kepada Jack. Bahwa Rose pernah cerita semua pengalamannya dengan Jack dan di akhir cerita itu. Rose berkata:

"Diantara semua pria yang aku kenal, hanya Jack yang paling baik"

Sampai sekarang Jack tidak pernah mengetahui alasannya. Alasan Rose memilih tanggal itu. Tapi terlepas dari itu semua. Jack bersyukur karena Rose telah menemukan suami yang baik. Dan sekarang Rose sudah dikaruniai seorang putri yang cantik jelita, secantik Rose.
Dear Rose, Engkau boleh, bahkan patut melupakan Jack. Jack adalah masa lalu kamu. Jika Jack meninggalkan kenangan buruk selama ini, maka anggaplah dia sebuah mimpi buruk. Namun jika ia meninggalkan kenangan yang indah, anggaplah dia melakukan hal yang sewajarnya sebagai seorang kekasih. Tapi satu hal yang perlu engkau tau. Bahwa Jack tidak akan pernah melupakan kamu. Gapai impian kamu. Sukses dimasa mendatang. Serta, tersenyum dan berbahagialah bersama keluarga kecil kamu. Jack akan selalu mendoakan kesuksesan kamu. By Jack to Rose a.k.a Xiao Cen Yi. -Selesai-
Kisah Patah Hati Seorang Lelaki / Pria yang Tulus Mencintai Kekasihnya
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
X