Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Senin, 30 Maret 2015

Kisah Anak Hasil Broken Home yang Menjadi Duta Kesehatan

broken home family

Rino adalah anak broken home. Sang Ayah bercerai dengan Ibunya sekitar 1 tahun yang lalu. Profesi ayahnya adalah anggota DPRD di kotanya. Jabatan itulah yang membuat banyak wanita tergila-gila untuk mendapatkan hati Ayahnya. Dan berkat itu juga membuat Ayahnya memutuskan cerai dikarenakan mempunyai wanita baru di dalam kehidupannya. Bisa dibilang wanita itu adalah Ibu Tiri Rino.

Rino memilih hidup bersama ayahnya karena diketahui semenjak bercerai, ibu Rino menjadi hilang akal alias gila. Dengan begitu Ibu Kandung Rino di rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa di daerahnya.

Dampak buruk perceraian itu tidak hanya berdampak kepada Ibunya saja, ia juga terkena dampaknya. Tapi Rino tidak menjadi hilang akal atau gila. Namun, yang dulunya pendiam sekarang ia menjadi liar. Ia terjerumus oleh lembah hitam. Ia sering pulang larut malam dan sering juga berangkat pagi pulang pagi lagi. Sampai-sampai ia sering menggunakan obat-obatan terlarang.

Penggunaan obat terlarang itu akhirnya diketahui oleh ayahnya. Ayahnya sangat marah kepadanya. Hingga akhirnya ayahnya terpaksa mengurungnya di dalam kamar. Rino menjadi frustasi dan badannya mulai menggigil karena efek samping dari obat-obatan terlarang itu. Makanan yang diberi oleh pembantunya sering di buang dan tercecer di balik pintu kamarnya. Yang ia butuhkan bukan makanan seperti nasi, sayur atau 4 sehat lima sempurna, melainkan obat-obatan terlarang itu. Karena tidak mendapatkan apa yang ia inginkan akhirnya ia membenturkan kepalanya di tembok tanpa ia sadari.

Kejadian itu membuat pembantunya merasa iba dan melaporkan kejadian itu kepada Ayahnya. Ayahnya kemudian membawanya ke psikiater dan oleh psikiater dirujuk ke panti rehabilitasi penggunaan obat-obatan terlarang.

Di tempat rehabilitasi, Rino diberikan pendidikan dari para ahli dokter di sana. Pendidikan itu dilakukan untuk membuat para pecandu bisa menghilangkan rasa kecanduan terhadap obat-obatan terlarang.

Banyak hal-hal baru yang ia dapat di sana. Dari belajar menjahit, membuat keset, membuat sapu tangan, membuat meja belajar, merangkai komputer, dan pelajaran baru lainnya. Lama di rehabilitasi, membuat Rino menjadi betah di sana. Rino terkadang membantu teman pecandu lainnya bila temannya mengalami kesusahan. Sampai dimana Rino dinyatakan sembuh oleh dokter.

Mendengar cerita dari dokter membuat Ayah Rino menjadi senang. Ayah Rino lalu datang ke panti dan mengajaknya untuk pulang ke rumah. Akan tetapi ajakan itu ditolak oleh Rino, sehingga membuat Ayahnya menjadi bingung dengan penolakan tersebut.

Rino akhirnya menjelaskan alasannya menolak untuk pulang. Dokter dan Ayahnya mendengarkan alasan Rino. Rino merasa betah di tempat rehabilitasi itu karena bisa membantu para pecandu lainnya untuk sembuh. Rino tidak keberatan bila tidak dibayar. Yang penting ia tetap di rehabilitasi.

Di akhir alasannya Rino berkata, "Bila saya di rumah, saya akan menjadi kacau karena akan teringat oleh ulah Ayah terhadap Ibu. Jadi untuk melupakan kejadian itu, Rino memilih untuk tinggal di sini." Alasan itu tentunya membuat hati Ayahnya menjadi bergetar. Ayahnya kemudian meminta maaf kepada Rino. Rino pun kemudian tersenyum dan menjawab permintaan maaf Ayahnya, "Tidak apa-apa Ayah, Rino sudah memaafkan Ayah. Di sini hati Rino menjadi damai. Mungkin kapan-kapan Rino akan menjenguk Ayah di kantor bila Rino merasa kangen sama Ayah. Rino di sini akan selalu mendoakan Ayah, Mamah, dan Ibu Tiri Rino. Dan semoga Ayah menjadi anggota DPRD yang jujur, bijaksana dan tidak Korupsi." Mendengar perkataan Rino, Ayahnya kemudian menangis seraya memeluk tubuh Rino. Ayahnya lalu berkata kepadanya, "Ayah juga akan menjenguk Rino di sini bila Ayah memiliki waktu luang bekerja. Ayah juga akan menjenguk Mamahmu. Ayah juga berjanji akan menjadi anggota DPRD yang jujur, bijaksana, dan tidak Korupsi seperti yang Rino inginkan. Ayah janji itu." Kemudian Ayah Rino pamit dan pergi untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai anggota DPRD.

Setahun kemudian Rino menuai banyak pujian oleh dokter di tempat ia bekerja. Rino dianggap aset berharga oleh dokter dan pekerja di sana karena ketekunannya mengurus dan menyembuhkan pasien. Tahun demi tahun ia lewati menjadi dokter tetap di sana. Dan dimana puncaknya, karena ketekunannya, ia menjadi sorotan masyarakat di negaranya. Sampai akhirnya ia menjadi Duta Kesehatan oleh Pemerintah dalam mengatasi pasien pecandu obat-obatan terlarang.

Selesai.
Kisah Anak Hasil Broken Home yang Menjadi Duta Kesehatan
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top