Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Jumat, 17 April 2015

Orang yang Tidak Bisa Menerima Saran dan Kritikan

Apakah kalian pernah seperti ini dan malah masih, bila ada masukan atau saran dari orang lain selalu merasa tersinggung? Contoh saja ketika temanmu yang baru mengerjakan skripsi tiba-tiba bilang begini, "skripsimu sudah kamu kerjakan? Kalau belum, ayo dikerjakan" Kemudian dalam hati kalian bicara, "kamu aja belum selesai, sok jadi majikan saya yang suka menyuruh". Lalu ada teman kalian yang sudah lulus bilang, "skripsimu sudah belum, mau lulus kapan?" Lalu dalam hati kamu bilang, "gaya banget sih kamu, mentang-mentang sudah lulus". Ini cuma contoh saja.

Tidak hanya kalian saja kok, saya dulu juga mengalami hal tersebut. Apa lagi kalau yang memberi saran adalah orang yang paling kita benci karena kelakuan buruknya. Tapi setelah saya menginjak kuliah, hal itu sudah saya jauhi. Mudahnya begini saja, Kita kadang juga suka menyuruh orang, tapi kenapa kita sendiri malah susah untuk disuruh orang? Nah itu yang menjadikan saya mulai menjauhi hal tersebut dan sekarang sudah bisa selalu menerima saran maupun kritikan.

Saran dan kritikan bagi saya adalah salah satu cara yang membuat diri kita bisa diterima orang lain dan membuat diri kita menjadi tangguh. Tangguh di sini adalah dimana kita dapat tahu apa yang menjadi kelemahan diri kita. Saya tahu setiap orang memiliki begitu banyak kelemahan. Nah saran dan kritik itu yang membuat kelemahan kita sedikit demi sedikit mulai bisa dikurangi.

Di artikel ini saya ingin membandingkan antara orang yang bisa dan tidak bisa menerima saran dan kritikan. Semoga kalian bisa memahami apa yang saya berikan ini. Bacalah:


Orang yang Tidak Bisa Menerima Saran dan Kritikan

Pertama, orang yang mudah menerima saran hidupnya lebih baik dari pada mereka yang tidak mau menerima saran.

Di suruh kerja tidak mau karena merasa uang orang tua masih banyak. Tiba-tiba setelah orang tua bangkrut dia menjadi kebingungan mencari uang untuk mencukupi hidupnya. Orang yang dari awal selalu terburu-buru dalam bekerja hasilnya tidak akan pernah maksimal. Hasil kerjanya hanya akan mendapatkan nilai minus dari apa yang ia kerjakan.

Sedangkan orang yang mau menerima saran, dia sadar betapa bermanfaatnya dia bekerja. Dia tidak perlu menggantungkan hidupnya kepada harta orang tua. Bila nanti tiba-tiba orang tua bangkrut, dia tidak perlu bingung memikirkan hal untuk menghidupi hidupnya. Bahkan karena dia sudah bekerja, dia bisa menghidupi orang tuanya.


Kedua, orang yang mudah menerima saran hidupnya lebih damai dari pada mereka yang tidak mau menerima saran.

Orang yang tidak bisa menerima saran dan kritikan, bila sering diberi masukan dia akan merasa tersinggung dan terganggu. Disisi lain dia juga akan selalu menggerutu, hatinya menjadi hitam. Merasa dirinya paling benar, sehingga membuat dirinya menjadi khawatir dengan apa yang dia jalani dalam hidupnya. Kalau nanti apabila ketemu teman yang sering memberi saran kepadanya, ia akan merasa khawatir jika pas ketemu lagi malah diberi saran yang ama lagi. Dan akhirnya dia mencari jalan lain agar tidak bertemu temannya itu.

Sedangkan orang yang mau menerima saran dan kritikan akan merasa dirinya sudah mengurangi kelemahannya, sehingga kadang dia tidak akan menerima kritikan yang sama. Malahan juga tidak akan dikritik dan diberi saran lagi. Hidupnya tenang, tanpa merasakan ganjalan di hati.


-------------

Ya, itu tadi sedikit bahasan mengenai orang yang bisa dan tidak bisa menerima saran. Dari artikel ini semoga dapat membuat kalian menjadi orang yang mau menerima saran. Karena hakikatnya sebuah saran dan kritikan itu adalah sebuah pembelajaran diri kita untuk menjadi orang yang benar-benar baik. Gunakan saran dan kritikan sebagai sarana kita untuk memperbaiki diri agar kita tidak dijauhi oleh orang-orang terdekat kita.

Terimakasih saya ucapkan telah berkunjung di blog ini. Silahkan baca artikel lainnya juga.

Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Orang yang Tidak Bisa Menerima Saran dan Kritikan
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top