Wednesday, April 1, 2015

Ramalan Presiden Jokowi Lengser Dari Kursi Kepresidenan

Waktu itu saya melaksanakan kegiatan PPL (Program Pengalaman Lapangan) dan KKN (Kuliah Kerja Nyata) sesuai dengan SKS kuliah. Pelaksanaannya dilakukan secara tim yang dibentuk oleh pihak kampus.

Saya dan teman-teman melakukan PPL di SMK YPKK 1 Sleman. Pelaksanaannya diadakan bersamaan dengan bulan Ramadhan. Nah, waktu bulan Ramadhan SMK YPKK 1 Sleman mengadakan pesantren kilat. Pesantren kilat waktu itu diadakan kalau tidak salah hari jumat, sabtu, dan minggu. Kami mahasiswa yang menjalankan program PPL di SMK tersebut diikut sertakan dalam pesantren kilat itu sebagai panitia.

Pada malam minggunya, pesantren kilat diadakan hingga menginap. Kami menginap di SMK sembari menjaga siswa yang tidur agar tidak ada hal-hal yang diinginkan, seperti kasus: pencurian, pemerkosaan, kerasukan, dan lain-lain.

Waktu itu saya berjaga di depan gerbang SMK bersama teman saya (Irfan Taufik) dan penjaga sekolah (saya lupa namanya). Kami juga bercakap-cakap mengenai pemilihan umum presiden yang diadakan di waktu dekat saat itu. Kami pun saling beragumen tentang siapa calon yang akan menang dalam pemilihan umum presiden. Waktu itu saya dukung pak Prabowo karena gaya kepemimpinannya yang terlihat tegas. Hehehe

Ramalan Presiden Jokowi Lengser Menurut Penjaga SMK YPKK 1 Sleman

Lama beragumen atau silang pendapat, penjaga sekolah pun kemudian berkata entah bercanda atau memang sudah meramalkan bahwa,
Yang akan menang nantinya adalah bapak Jokowi, tapi beliau tidak akan menjabat dalam periode penuh karena akan ada keributan besar yang pada akhirnya membuat beliau lengser
Keributannya bentuknya seperti apa kami juga tidak tanyakan waktu itu.


Sebenarnya waktu itu saya tidak begitu yakin dengan perkataan dari bapak penjaga sekolah tersebut. Ya tau sendirilah, kan juga belum pemilihan dan masih masa kampanye. Jadi, tidak dapat saya iya kan sama sekali dan karena saya mendukung pak Prabowo.

Akhirnya pun bapak Jokowi terpilih menjadi Presiden. Tapi kok sekarang makin kesini semakin bisa dibenarkan juga atas kata-kata atau ramalan bapak penjaga sekolah itu. Dari ucapan beliau saya bisa pastikan kelanjutannya apa yang dikatakan oleh bapak penjaga sekolah itu bakalan terjadi, dimana bapak Jokowi akan lengser dari jabatan presiden sebelum menjabat penuh. Dan kita lihat akhir-akhir ini juga banyak masyarakat yang kecewa dengan gaya kepemimpinan bapak Jokowi yang dianggap sudah 'mencla-mencle' (tidak sesuai dengan apa yang beliau janjikan dan beliau katakan). Bahkan sudah banyak demo tentang penurunan bapak Jokowi.


Jujur, saya pribadi sebagai masyarakat pun tak pernah yang namanya ikut demo atau bergerak ke lapangan karena kontra dengan beliau. Karena bagi saya, selama ALLAH belum menunjukkan sikapNYA saya akan diam saja. Tapi, saya yakin bahwa anda memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi kepemimpinan maupun kebijakan bapak Presiden Joko Widodo maupun Wakil Presiden Jusuf Kalla. Intinya, saya akan netral saja sambil melihat kedepannya dan jika anda mau berdemo saya persilakan, karena itu hak anda berdemokrasi (asalkan tidak ricuh lho ya).


Sedikit merenung ya guys!

Coba anda bercermin dahulu sebelum menjudge orang lain.
  • Apakah hidup anda sudah yakin jalurnya lurus terus?
  • Ibadah anda tidak pernah bolong dan melakukan sholat berjamaah jika sedang senggang?
  • Fasih baca Quran dan paham artinya?
  • Rukun sama keluarga dan tetangga?
  • Bersedekah tanpa pernah Riya?
  • Selalu menjalakan perintahNYA tanpa sekalipun mengeluh?
Coba direnungkan kembali ya guys.

Ingat! Disisi lain bapak Jokowi hanya manusia biasa. Manusia melakukan kesalahan itu wajar, kecuali jika pak jokowi itu psikopat dan ketahuan korupsi atau pemabuk. Apakah anda kenal dekat dengan beliau? Apa selalu di dekatnya? Enggak kan? Yang tau tentang keaslian kepribadian beliau ya beliaunya sendiri. Beliau boneka partai atau bukan, itu kita juga tidak tahu. Ada pepatah mengatakan bahwa, "Diam itu Emas". Artinya, kalau enggak tau apa-apa ya diam saja. Tau pun ya jangan menyombongkan diri atau malah jadi provokator.

Kita sebagai warga negara berhak menuntut hak, tetapi jangan sampai menumpahkan darah secara sia-sia yang belum benar adanya. Jadilah manusia yang berpikir rasional, cerdas, dan mau bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan. Bukannya hanya sebagai provokator yang tidak bertanggung jawab kemudian lari bersembunyi di paling belakang barisan ketika aparat hukum bertindak arogan akibat ulah anda yang berlebihan. Tapi, jadilah manusia yang berakhlak mulia. Mulia bersikap, mulia berpikir, mulia berucap, dan mulai berbicara. Apakah mau nantinya lidah anda dipotong karena mulut anda yang ngawur asal jeplak tanpa pernah memberikan bukti yang kuat dan saksi yang jujur?


Merenunglah kembali ya guys. Saya hanya khawatir kalau ada kejadian orang mati sia-sia. Jihad juga enggak, konyol malah iya karena hanya ikut-ikutan membenci individu atau kelompok lain akibat salah pergaulan. Saya kok rasanya ingin nangis kalau kekonyolan yang akan terjadi. Seandainya kita mau membayangkan wajah neraka seperti dalam Quran, jelas jadi mengenaskan. - sedih 😭


Ya mungkin hanya sedikit ini yang dapat saya sampaikan. Saya perjelas bahwa saya bukan memihak pihak manapun. Saya hanya mengikuti Firman ALLAH dan Sunnah Rasul dimana para pengikut harus mengikuti kebijakan para pemimpinnya. Ibarat makmum mengikuti gerakan sholat imamnya. Ketika saya tau bahwa imamnya salah, saya hanya bisa mengatakan Subhanallah. Dan tak pernah mengikuti kesalahannya atau sekalipun berniat menghunuskan pedang pada imam saya. Karena kita tahu bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik ALLAH Ta'ala.


Sekian dari saya, kurangnya saya mohon maaf. Jika ada yang keberatan dengan postingan ini, silakan hubungi saya lewat kontak yang sudah saya sediakan. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Ramalan Presiden Jokowi Lengser Dari Kursi Kepresidenan
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -