Wednesday, May 20, 2015

6 Dampak Buruk / Negatif dari Curhat

Curhat (curahan hati) bisa berdampak buruk bila kalian salah strategi dan bercerita kepada orang yang tidak patuh pada etika dalam menyimpan rahasia. Tapi, bisa juga memiliki feedback baik, apabila kita mengutarakan kepada seseorang yang benar-benar sanggup menjaga sebuah rahasia serta tepat. Tepat di sini adalah, dapat membantu menyelesaikan permasalahan atau dapat mengurangi beban di hati kalian. Bukan malah menambah masalah kalian. Pintar-pintarlah mencari orang kepercayaan untuk diajak curhat.

Lanjut ke topik. Sesuai dengan judul artikel ini, saya akan membahas tentang dampak negatif dari curhat. Silahkan disimak dan dibaca baik-baik.


Pertama, curhat dapat menyebabkan menyebarnya aib kalian

selisih paham
Mungkin kalian percaya dengan orang yang kalian percayai untuk menjaga rahasia kalian, segala keburukan aib kalian. Tapi ternyata orang yang kalian percayai aslinya bermulut ember. Mereka menyebarkan kepada orang banyak, entah kepada teman lain atau guru dan dosen kalian. Sehingga cap buruk menempel pada kalian, dan akhirnya akan membuat teman yang lain bergerak pelan-pelan mulai menjauhi kalian. Kalian tidak punya teman, guru dan dosen juga bakal memberi nilai minus untuk kalian.


Kedua, bahaya dari TBC (Terlalu banyak curhat) menyerang bagian liver atau hati

Alasannya adalah karena pendengar akan merasa jenuh atau bosan karena selalu dijejali curhat-curhatan kalian yang membabi buta, sehingga kalian hanya mendapatkan jawaban yang asal-asalan, bahkan bisa-bisa jawaban mereka tidak mengenakkan hati kalian.


Ketiga, menimbulkan perselingkuhan

Hal ini terjadi ketika lawan bicaranya adalah berbeda jenis. Curhatan yang dibahas adalah keburukan pasangannya. Lama-lama topik pembicaraan yang pertamanya hanyalah curhat biasa, bisa menjadi topik 'nyaman-nyamanan'. Nyaman bisa curhat dengan dia, jawaban dia nyambung dan membuat nyangkut di hati. Sehingga butir-butir cinta lahir dan timbul perselingkuhan diantara aku, kamu, dan dia. Dan akhirnya, kalian pisah atau putus dengan kekasih kalian gara-gara menemukan cinta yang baru, nyaman, dan nyambung.


Keempat, curhat dapat menimbulkan pertikaian dan pembunuhan

Hal ini timbul karena sang kekasih merasa ditipu dengan pertemanan kamu dengan 'dia' (orang ketiga). Kalian selingkuh dibelakang karena cinta yang tumbuh akibat curhat kepada orang ketiga. Akhirnya karena merasa sakit hati, kekasih kalian nekat bertikai dengan dia, bahkan hal paling buruk adalah ketika iblis sudah merasuki tubuh pasangan kalian sepenuhnya, membuat kekasih kalian nekat membunuh 'dia' (orang ketiga).


Kelima, dijauhi teman

isyana sarasvati
Kesalahan fatal adalah saat kalian curhat kepada orang yang salah. Orang yang kalian percayai untuk mendengarkan curhatan kalian ternyata mempunyai dendam khusus kepada kalian atau mulutnya seperti petasan alias suka keceplosan. Orang itu menceritakan curhatan kalian kepada orang lain mengenai keburukan teman kalian, sehingga yang harusnya rahasia malah terbongkar. Alhasil, kalian dijauhi teman-teman kalian.


Keenam, menyebabkan gossip

Apa yang kalian utarakan, seharusnya sesuai dengan fakta dan jelas. Jangan membuat lawan bicara kalian menerima informasi setengah-setengah. Takutnya kalau lawan bicara kalian salah menangkap dan kemudian menceritakan pada orang lain, jatuhnya malah gossip. Kalian yang akan rugi sendiri.


----------

Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Semoga kalian bisa belajar dari apa yang telah saya sampaikan di atas. Curhat itu tidak masalah, hanya kita harus pintar-pintar memilih orang yang dipercaya untuk mendengarkan curhat kita. Dan kalian yang menjadi tempat curhat, jangan pernah ceritakan aib teman kalian. Kalau bukan aib, silahkan diceritakan ha..ha..ha.. bercanda. Untuk dampak positif dari curhat, belum saya buat.

Terima kasih telah berkunjung di blog saya. Silahkan yang ingin berkomentar untuk mengisi pada kotak komentar di bawah. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
6 Dampak Buruk / Negatif dari Curhat
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -