Sunday, May 24, 2015

Belajar Dari Pengalaman

Tuhan menciptakan segala sesuatunya adalah baik dan benar. Tumbuhan, hewan, manusia, bumi, malaikat, iblis, dan alam semesta semuanya baik dan benar. Tuhan tidak pernah tidur, selalu mengawasi kita dimanapun dan kapanpun. Apa yang kita lakukan, pikirkan, dan ucapkan akan selalu diperhatikan oleh Tuhan. Tapi, kenapa ada keburukan di dunia ini? Itu karena kita tidak pernah belajar dengan baik dan benar. Percaya tidak percaya, saya telah menyadarinya.

Belajar adalah metode utama yang Tuhan ingin terapkan kepada kita. Layaknya tes atau ulangan. Ketika kita ingin mendapatkan nilai baik, kita harus belajar sungguh-sungguh. Ketika kita mendapatkan nilai buruk, itu tanda bahwa kita belum benar-benar belajar. Karena jika kita benar-benar belajar, nilai kita tidak akan pernah buruk.

Belajar yang paling utama berasal dari pengalaman. Seperti yang telah Tuhan firmankan kepada kita di surah Al-Quran pertama kali. Iqra' yang artinya bacalah. Membaca tidak hanya dari buku. Membaca yang baik adalah membaca dari pengalaman. Karena buku bukanlah referensi utama. Kenapa bukan buku? Sudah saya tuliskan di atas, bahwa belajar yang paling utama adalah pengalaman. Lihat saja di halaman cover buku. Disitu dituliskan nama pengarangnya. Paham? Buku ditulis dan ada berdasarkan pengalaman pengarangnya. Agar tidak terjadi kegagalan, buku dibuat untuk mengingatkan dan sarana membantu untuk menghindari kegagalan yang sama. Maka itu lahirlah buku. Contoh nyatanya adalah Al-Quran. Al-Quran adalah kumpulan firman-firman Tuhan yang dijadikan satu seperti buku, sebagai pedoman penunjuk ke arah yang lurus (baik dan benar). Tujuannya sebagai pengingat dan referensi bagi kita yang ingin berjalan ke arah yang lurus, setelah nabi Muhammad Saw tiada. OOT *Karena setiap manusia pasti meninggal. Contoh terdekat adalah keluarga kita, pasti ada yang meninggal. Entah itu kakek nenek, orang tua, dan keluarga lainnya.* Untuk tetap mempertahankan dan tidak menghilangkan firman-firman Tuhan yang telah disampaikan kepada nabi Muhammad yang telah meninggal, para sahabat yang sudah belajar banyak dari rasul akhirnya mengumpulkan firman-firman Tuhan berdasarkan sumber yang paling dipercaya dan akhirnya terciptalah Al-Quran.

Begitu juga dengan maksud Tuhan. Siapa yang bersungguh-sungguh belajar, Tuhan menghadiahkan surga kepada mereka orang-orang yang terpilih (baik dan benar). Pernah dengar atau tau tentang kalimat surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan, sedangkan neraka dikelilingi oleh hal-hal yang menyenangkan? Oke. Bagi yang tidak paham maksudnya, akan saya jelaskan. Jadi begini. Menyontek, malas-malasan, zina, dan minum-minuman keras adalah aktivitas yang menyenangkan bagi beberapa orang. Tapi efeknya masuk neraka. Begitu juga sebaliknya. Puasa adalah hal yang tidak menyenangkan bagi beberapa orang. Ketika orang lain menikmati makanan mereka, kita hanya bisa menelan ludah, tapi efeknya kita masuk surga. Nah, sudah paham kan? Kalau belum, silahkan komentar saja.

Berbuat baik dan benar perlu belajar. Belajar dari kesalahan untuk menjadi orang pilihan Tuhan. Memasuki surga-Nya yang indah, megah, mewah, sejuk, aman, nyaman, dan yang lebih baik dari dunia. Silahkan saja kalian mau menjadi siapa? Mau yang dipilih Tuhan atau yang dikutuk Tuhan. Kalian sudah tau kan sekarang, syaratnya bila ingin dipilih Tuhan? Ya benar, kalian harus bersungguh-sungguh belajar dari pengalaman kegagalan-kegagalan sebelumnya.

Ya itu saja yang bisa saya sampaikan pada artikel yang berjudul Baik Dan Benar Belajar Dari Pengalaman. Semoga kalian tahu awal dari buku. Terima kasih telah berkunjung. Akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Belajar Dari Pengalaman
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
X