Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Sabtu, 09 Mei 2015

Kisah Sebatang Rokok dan Saya

Rokok adalah benda adiktif yang dikonsumsi dengan cara dihisap. Harganya sangat bervariasi, tergantung rasa, minat, dan tempat usahanya. Konsumen rokok kebanyakan laki-laki daripada wanita. Kenikmatan sebuah rokok dapat berbeda tergantung individu.

Kisah Sebatang Rokok dan Saya

Rokok itu racun. Pasti kalian tau bahwa rokok adalah racun. Bisa kita ketahui dari bungkusnya. Perhatikan bungkusnya, apakah ada tulisan kadaluarsa? Tidak kan? Itu yang menandakan bahwa rokok itu racun. Karena hanya racun yang tidak ada tulisan kadaluarsa. Semakin lama tanggal kadaluarsanya, semakin nikmat rasanya ha..ha..

Rokok itu pembunuh. Pembunuh yang taraf kesadisannya begitu tinggi. Kenapa tinggi? Karena rokok membunuh secara perlahan-lahan. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh rokok. Efeknya tidak langsung terasa, dan biasanya baru bisa diketahui setelah beberapa tahun atau puluhan tahun kemudian. Lihatlah pada tulisan bungkus atau gambar pada bungkusnya. Di situ tertera macam-macam penyakit yang timbul dari mengkonsumsi rokok, seperti: kanker, penyakit jantung, gangguan janin, dan masih banyak lagi.

Jujur, saya menyadari akan dampak buruk dari rokok. Tapi, saya sendiri adalah perokok berat. Saya bisa habis satu bungkus atau dua bungkus dalam sehari. Sampai sekarang saya masih mengkonsumsi rokok. Bisa dibilang bahwa saya sudah kecanduan.

Berhenti merokok. Kebanyakan perokok aktif selalu berharap untuk berhenti. Kalau tidak percaya tanya teman atau anggota keluarga kalian yang merokok, karena saya juga demikian. Berhenti bukanlah hal yang mudah. Ketika mencoba berusaha berhenti, kadang rasa kecanduan itu akan muncul kembali dan akhirnya merokok lagi.

Mungkin memang ada juga yang benar-benar berhenti merokok, tapi untuk berkelanjutannya saya belum tahu. Karena kebanyakan yang bilang bisa berhenti 100% adalah remaja. Saya tidak tau apakah itu akan bertahan sampai mereka tua nanti.

Dulu saya pernah mencoba untuk berhenti merokok. Seminggu kemudian saya sakit dan seminggu lebih badan saya lemas plus pusing. Hanya bisa tidur, makan, dan mck. Setiap berdiri dari tempat tidur saya merasakan pusing yang begitu menyakitkan sekali. Rasanya kepala nyeri dan seperti dipukul pakai palu. Memang tidak sampai opname, karena saya memang tidak pernah ingin opname. Saya merasa bahwa sakit yang saya alami hanya sakit biasa. Maka itu saya tidak ingin opname, walau sebenarnya orang tua meminta saya untuk opname. Kemudian setelah mulai rasa sakit di kepala mulai berkurang, saya pura-pura bilang sama orang tua bahwa saya sudah sembuh. Karena orang tua percaya, kemudian saya iseng untuk merokok. Dan apa jadinya? Saya merasakan sakit di kepala mulai berkurang drastis, sekitar tiga hari setelah saya mulai merokok lagi akhirnya saya sembuh. Saya juga tidak percaya, tapi itu nyata. Dan akhirnya sampai sekarang saya masih tetap merokok dan tidak merasa sakit parah lagi selama ini. Sakit tetap ada. Mungkin hanya sakit flu, batuk, pusing biasa, dua tiga hari sembuh.

Hanya itu yang bisa saya sampaikan Rokok dan Saya. Terima kasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Kisah Sebatang Rokok dan Saya
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top