Tuesday, May 26, 2015

Setiap Manusia Memiliki Masalah

Sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan. Penyesalan tiada akhir akan membuat hidup menjadi sia-sia. Mengeluh adalah sikap dan perbuatan paling bodoh. Setiap manusia punya masalah. Memang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Tapi, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Ada waktu dimana kita dalam masalah, ada waktu kita bebas masalah. Bebas bukan berarti tidak ada masalah. Tetap akan ada masalah baru, tapi bebas adalah dimana saat kita benar-benar merasa ringan. Ringan dipikiran, usaha, dan perbuatan. Masalah, semakin bertambah umur akan semakin berat. Yang dulu masih anak-anak, dan sekarang sudah menikah akan berbeda dan tambah berat masalahnya.

Jadi, kenapa kita harus mengeluh. Nikmati saja masalah kita, buat masalah kita seperti sedang bermain game. Kalian pasti merasa senang dan bahagia saat bermain game. Berapa uang, waktu, keringat, usaha yang kita keluarkan untuk membiayai avatar kita untuk menjadi lebih kuat dan terlihat menakjubkan. Tidak terasa apa yang kita lakukan dengan bermain game, tau-tau sudah menjadi profesional atau tamat. Begitu juga dengan masalah kita. Kita nikmati, kita jalani dengan senang hati, dan kita lakukan dengan cara kita. Yang pastinya dengan cara yang baik dan benar. Karena dengan menyelesaikan masalah kita dengan baik dan benar, maka masalah baru juga mudah untuk kita hadapi dan selesaikan.

Coba ingat-ingat saat ulangan akhir semester. Bagaimana dengan hasil ulangan itu, memuaskan atau tidak? Memuaskan kalau nilainya baik dan hasil pekerjaan sendiri. Tidak memuaskan kalau nilainya buruk, hasil dari mencontek lagi. Ha..ha.. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya, bahwa kalau tidak belajar pasti nilainya buruk. Sedangkan kalau mau belajar, Insya Allah nilainya baik. Bagaimana kalau kita sudah belajar tapi nilainya buruk? Ya syukuri saja dulu apapun nilai yang kita terima. Kemungkinan kesalahan pada diri kita sendiri. Contohnya; kita lupa memberi alasan pada jawaban, padahal soal adalah essay. Tahu sendiri kalau soal essay jawabannya harus diberi penjelasan yang sejelas-jelasnya. Contoh lain; ketika kita mengisi soal pilihan ganda dengan jawaban yang harus diberi tanda silang, ternyata kita salah menempatkan tanda silang. Harusnya jawabannya A kita malah memberi tanda silang pada B. Ya, kadang kita kurang cermat, tapi malah menyalahkan guru. Guru juga demikian, namanya manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Guru kurang cermat. Merugikan siswa. Dan kita harus memaklumi itu. Kita kurang cermat, masa guru kita yang tidak cermat juga harus disalahkan. Woi, berkaca dulu kenapa? Punya cermin kan di rumah? Ingat jangan karena satu kesalahan dapat melupakan beribu kebaikan mereka. Ingat-ingat kebaikan guru kita. Mau mengajari kita yang tidak tau apa-apa menjadi tau apa-apa. Mengajar agar siswanya paham dengan apa yang kita ajarkan itu susah dan butuh proses. Kalau tidak percaya, kalian sekali saja mengajar di sekolah. Biar tau keluh kesah menjadi seorang guru.

Lanjut ke topik. Begitu juga dengan masalah. Masalah akan menjadi mudah bila kita mau belajar. Belajar itu juga butuh proses. Tidak instant. Membuat mie instant saja juga butuh proses. Pertama, ambil air 2 gelas. Kemudian masukkan air kedalam panci. Taruh panci di atas kompor. Hidupkan api kompor. Sekitar 1-3 menit tunggu air mendidih, kemudian kalau air sudah mendidih masukkan mie beserta bumbunya, dan begitu seterusnya.

Masalah juga ada takarannya. Bagi orang yang rajin ibadah, biasanya masalahnya semakin besar. Sedangkan orang yang tidak rajin ibadah, masalahnya biasa-biasa saja. Mungkin juga terasa berat. Tau tidak, berat atau tidak sebuah masalah itu tergantung kita menerimanya. Kalau kita sudah berpikir ke hal-hal negatif, maka masalah itu seperti momok besar. Tapi, kalau kita menganggap masalah itu adalah hadiah, kita malah akan bersyukur. Tau sendiri kalau mendapat lotre atau undian berhadiah kita akan senang.

Jadi, intinya dari apa yang saya sudah sampaikan di atas adalah sebagai berikut:
1. Setiap manusia punya masalah.
2. Besar kecilnya masalah tergantung bagaimana kita menerimanya.
3. Tidak perlu menyesal dengan banyaknya masalah. Karena dengan menyesal, masalah kita tidak akan terselesaikan. Bisa-bisa malah menumpuk.
4. Belajarlah dari pengalaman sebelumnya. Karena kegagalan adalah kunci keberhasilan. Jangan ulangi kesalahan atau kegagalan yang sama.
5. Bersyukur. Nikmati masalahmu. Karena masalah adalah pelajaran kita untuk menjadi dewasa.

Sekian yang bisa saya sampaikan pada artikel ini. Bila tidak sepakat, silahkan komentar. Tapi, jangan marah-marah juga. Ingat, bahwa pemikiran setiap orang berbeda-beda. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Setiap Manusia Memiliki Masalah
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
X