Tuesday, June 23, 2015

Renungan : Setiap Orang Pasti Mati

Setiap Orang Pasti Mati - Kematian adalah rahasia Tuhan yang tidak semua manusia tahu kapan dan dimana roh dalam tubuh akan meninggalkan jasad seseorang dan kembali kepada Sang Pencipta. Tidak ada manusia satupun yang bisa menghindar dari kematian, meski ia telah bersembunyi di lubang semut yang paling sempit. Banyak manusia yang takut dengan kematian, tapi tidak sedikit pula manusia yang telah siap dengan kematian. Tergantung bagaimana seseorang menyikapi dan memahami tentang arti kematian itu. Tuhan telah berfirman di dalam Al Quran pada surat Al Imron ayat 185, yang artinya:
Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan di masukkan dalam surga maka sesungguhnya ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Kematian bukan hal yang harus ditakuti, karena kenyataannya bahwa mati adalah sesuatu yang pasti. Dan mau tidak mau, semua manusia pasti akan menerima dan mendapatkannya. Karena setiap manusia yang bernyawa, sudah pasti akan di cabut nyawanya oleh malaikat Izroil. Jadi, kita harus selalu mengingat bahwa kematian selalu ada dan mengikuti kita setiap saat. Maka untuk itu, jadikanlah setiap hembusan nafas kita untuk kebaikan dan setiap langkah kaki kita untuk ibadah.

Perlu kita ingat, bahwa kematian di dunia bukanlah akhir dari kehidupan sebenarnya. Karena masih ada kehidupan lain yang menanti kita di sana (kuburan). Masih banyak tahap-tahap yang harus kita lalui. Mulai dari  kehidupan di alam barzah sampai pada hari pembalasan. Pada hari pembalasan, semua amal perbuatan kebaikan atau keburukan manusia ditimbang. Jika kebaikan lebih berat daripada keburukan, maka sudah pasti mereka adalah manusia penghuni surga. Dan bila keburukan lebih berat daripada kebaikan, maka mereka harus bersiap-siap menjadi manusia penghuni neraka.

Kuburan adalah tempat atau rumah terakhir kita di dunia. Bisa kita bayangkan, pastinya tidak enak sekali bila kita menempati tempat tersebut. Gelap, pengap, sempit, bau, sunyi, dan hanya ada kita sendiri tanpa ada manusia lain yang menemani di rumah terakhir kita. Maka itu, marilah kita mempersiapkan diri untuk bersiap-siap menempati kuburan kita masing-masing dengan membuat amalan kebaikan sebanyak-banyaknya tanpa pamrih. Dengan begitu kita bisa menempati kuburan kita yang sudah menjadi rumah yang megah, nyaman, aman, dan tidak membosankan hingga sampai hari kiamat. Dan kemudian kita pindah ke rumah yang super megah, super nyaman, super aman, dan super menyenangkan dari rumah kita sebelumnya, yaitu ke surga (rumah milik Tuhan). Amin.
Renungan : Setiap Orang Pasti Mati
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -