Saturday, June 13, 2015

3 Contoh Cara Mudah Sederhana Memecahkan Sebuah Masalah Pribadi dan Kelompok

Bagaimana cara mudah nan sederhana dalam memecahkan sebuah masalah entah pribadi maupun kelompok?

Kebanyakan orang menganggap bahwa jawaban yang kompleks dianggap paling baik, benar, dan jenius. Padahal anggapan itu sangatlah keliru. Secara pribadi, saya lebih menyukai jawaban yang sederhana dan sedikit sembrono. Mungkin memang tidak berbobot, tapi jawaban sederhana memang paling saya cari. Disamping tidak berbelit-belit dan tidak sulit dipahami, jawaban secara sederhana adalah jawaban yang paling cocok untuk otak saya. Begitu juga dengan masalah.

Masalah dikatakan sulit bila kita memikirkan dan menganggapnya adalah sebuah pekerjaan berat. Tapi, masalah dikatakan mudah bila kita memikirkan dan menganggapnya adalah sebuah berkah.

Cara Mudah dan Sederhana Dalam Memecahkan Sebuah Masalah

Saya pernah baca buku, tapi saya lupa judul dan pengarang bukunya. Buku itu mengenai tentang masalah dan cara memecahkannya. Di buku itu tertulis tentang menyelesaikan masalah dengan sederhana. Dan juga memberi contoh dengan sebuah cerita bagaimana masalah tersulit bisa dipecahkan dengan cara sangat sederhana. Ada 3 cerita, tapi saya tidak akan menulis atau menceritakan kembali sedetail dan persis seperti apa yang tertulis pada buku itu. Karena memang saya lupa kata apa saja yang tertulis pada buku tersebut.

Ketiga cerita pendek berikut hanyalah sebuah contoh. Cerita pertama mengenai pena. Cerita kedua mengenai kotak pembungkus sabun yang terbuat dari kertas. Dan cerita terakhir mengenai lift.

Oke, tanpa basa basi lagi, bacalah.

1. Pena

Alkisah, ada seorang astronot amerika yang sedang mendapat jatah pekerjaan pergi ke bulan untuk menganalisis tentang keadaan dan kehidupan di bulan. Astronot amerika tersebut menuliskan analisis keadaan dan kehidupan di bulan di secarik kertas dengan menggunakan pena. Akan tetapi astronot tersebut tidak bisa menulis dengan pena yang dipakainya. Alasannya karena tinta pada pena naik ke atas. Tau sendiri, bahwa gravitasi di bulan sangat rendah daripada di bumi. Karena kesulitan menulis, akhirnya astronot amerika tersebut lapor kepada kantor NASA yang ada di bumi. Astronot tersebut menceritakan permasalahannya, bahwa pena yang ia bawa tidak bisa dipakai di bulan. Akhirnya tim NASA yang di bumi membuat pena anti gravitasi yang menghabiskan biaya sampai milyaran. Sehingga astronot tersebut bisa menulis analisis mengenai keadaan dan kehidupan di bulan dengan lancar. Beda cerita dengan astronot dari Indonesia. Astronot Indonesia di kirim oleh tim space weather Lapan untuk menganalis keadaan dan kehidupan di bulan. Astronot itu lancar menuliskan analisis keadaan dan kehidupan di bulan tanpa kendala apapun. Mungkin dari kalian sudah bisa memahami maksud saya mengenai cerita selanjutnya tentang kelancaran astronot Indonesia dalam menulis analisis. Tapi, belum tentu benar. Apakah dengan pena dengan seharga milyaran? Oh, tidak. Lalu dengan apa? Astronot Indonesia tersebut menuliskan analisisnya di kertas dengan menggunakan sebuah pensil.

2. Kotak Pembungkus Sabun

Alkisah, perusahaan sabun A mengalami masalah dalam pengemasan sabun. Setelah dikirim, perusahaan menerima keluhan dari banyak konsumen. Mereka mengeluhkan karena mendapati isi kotak pembungkus sabun itu dalam keadaan kosong, alias tidak ada sabun di dalamnya. Kejadian ini terjadi berkali-kali. Sampai akhirnya karena jengkel, pemilik perusahaan A memecat para pegawainya satu persatu yang bekerja dalam hal pengepakan. Kemudian pemilik perusahaan A mengadakan rapat dengan staff-staff lainnya mengenai masalah penemuan kotak pembungkus kosong yang sering terjadi dan dikeluhkan banyak konsumen. Mereka berdiskusi dan menghasilkan satu kesepakatan, yaitu membeli alat sensor sinar X pendeteksi sabun dengan harga yang sangat mahal. Alat tersebut di pantau oleh satu orang. Jika ada kotak kosong yang melewati sensor tersebut, maka kotak tersebut lalu di pindahkan dari jalur pengepakan. Akhirnya, pengiriman berikutnya perusahaan A tidak mengalami kendala dan keluhan dari konsumen dalam penemuan kotak pembungkus sabun yang kosong. Masalah yang sama terjadi pada perusahaan sabun B. Tapi karena tidak memiliki modal yang besar seperti perusahaan A, perusahaan B memiliki inisiatif tersendiri yang pastinya tidak harus membeli atau menggunakan alat sensor sinar X yang harganya sangat mahal. Apakah kalian tau, apa yang digunakan perusahaan B untuk mengatasi masalah tersebut? Tidak tau? Oke, saya lanjutkan ceritanya. Karena tidak memiliki modal yang besar, akhirnya perusahaan B menggunakan sebuah kipas angin. Kipas angin diletakkan dari salah satu sisi jalur kotak sabun. Jika ada kotak sabun yang kosong, dengan mudah kotak sabun yang kosong akan tertiup keluar dari jalur karena terkena tiupan angin dari kipas angin tersebut.

3. Lift

Alkisah, manajer gedung kembar petronas mengetahui keluhan para pengunjung tentang lamanya waktu tunggu lift. Manajer kemudian mengumpulkan para ahli pembangunan untuk mengatasi masalah tersebut. Sejumlah pakar memberikan masukan untuk penambahan lift baru. Masukan tersebut tidak bisa diterima langsung oleh manajer secara mentah-mentah. Karena bila pengadaan lift baru tersebut terealisasi, maka akan membutuhkan waktu yang lama dan membutuhkan biaya yang besar juga. Akhirnya, ada salah satu pakar yang mencoba untuk mengeluarkan pendapatnya. Pendapatnya adalah pengadaan dua buah cermin untuk dipasang disetiap dinding sebelah pintu masuk lift. Para pakar lainnya sedikit tercengang dengan pendapat pakar tersebut. Ada yang tidak setuju dan ada yang hanya diam. Kemudian pakar tersebut menjelaskan alasan pengadaan dua buah cermin tersebut. Kedua cermin dipasang agar para pengunjung teralihkan perhatiannya dari menunggu lift dengan sibuk berbenah diri atau berdandan di depan cermin tersebut. Akhirnya, pendapat pakar tersebut diterima oleh manajer dan pakar pembangunan lainnya.


Dari ketiga cerita tersebut mengandung makna bahwa, tidak semua pemecahan masalah harus diselesaikan dengan cara yang berbelit dan mengeluarkan biaya yang besar. Memang cara yang kompleks dan ilmiah dianggap paling efektif, tapi tidak efisien. Nyatanya dengan jawaban yang sederhana juga bisa dipecahkan. Sudah efektif, efisien pula. Begitu juga dengan masalah pada diri kita. Sebisa mungkin kita pecahkan dengan cara sederhana dulu. Cara sederhananya adalah menganggap bahwa masalah kita merupakan sebuah berkah.

Itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai Cara Mudah atau Sederhana Dalam Memecahkan Sebuah Masalah. Tidak perlu takut atau gengsi bila kalian mempunyai pendapat yang sederhana di tengah-tengah rapat besar. Katakan saja pendapat kalian, yang penting jangan meleset dan keluar dari topik.

Semoga dapat bermanfaat dan membantu kita dalam memecahkan suatu masalah. Amin!

Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
3 Contoh Cara Mudah Sederhana Memecahkan Sebuah Masalah Pribadi dan Kelompok
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -