Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Senin, 10 Agustus 2015

Belajar Dari Harta yang Ada

Artikel ini dibuat untuk merenungi kesalahan kita dalam menyikapi penggunaan harta dikehidupan sehari-sehari. Singkatnya, silakan baca, pikir, dan renungkan.

money is test

Belajar dari Harta

Saya baru menyadarinya beberapa hari yang lalu. Kemungkinan, sebagian dari kalian juga sudah menyadarinya. Entah kenapa otak saya tiba-tiba bisa berpikir sangat jauh ke depan (menurut saya). Mungkin, Allah sedang memberikan hidayah kepada saya waktu itu. Sehingga, membuat mata hati saya menjadi terbuka.

Harta - Tujuan utama Allah memberikan harta kepada kita, tidak lebih dan tidak kurang untuk mencukupi segala kebutuhan kita di dunia ini (bukan keinginan kita). Kebutuhan apa saja? Kebutuhan sandang (pakaian), papan (tempat tinggal), dan pangan (makanan), pastinya Allah tidak meminta lebih. Allah hanya menginginkan balasan berupa rasa selalu bersyukur dan mengingat-Nya. Hanya itu yang sebenarnya Allah inginkan.

Bolehkah kita mengeluh? Boleh. Mengeluhlah (hanya) kepada Allah. Mengeluhlah setiap akhir dalam sholatmu, insya Allah, Allah akan selalu mengabulkan semua doa yang kalian minta. Tapi, Harus Diingat !!! Allah akan mengabulkan doa kalian, apabila kalian mau berusaha dengan maksimal (jangan setengah jalan).

Kenapa sebagian orang hidup di dalam kemiskinan? Allah sudah menentukan siapa yang kaya dan siapa yang miskin. Tentunya, adanya si miskin dan si kaya untuk membentuk sebuah keseimbangan. Dimana si kaya membantu si miskin dan begitu juga sebaliknya. Menurut pribadi, Allah ingin memberi petunjuk kepada kita agar dapat masuk ke Surga Allah. Tapi sayangnya, kita tidak mau berpikir dengan benar dan baik. Hawa nafsu yang ada pada diri kita lebih banyak mendominasi daripada hati nurani. Kenapa hawa nafsu lebih mendominasi? Itu semua sudah menjadi tantangan setiap manusia dalam menjalani kehidupan. Tergantung bagaimana kita mau berpikir. Bila menginginkan hawa nafsu itu kalah, gunakan otak kita untuk berpikir yang baik-baik. Setelah otak kita berpikiran baik, cobalah untuk merealisasikannya. Insya Allah, Allah akan selalu memberikan kejelasan dan bukti tentang manfaat mengendalikan hawa nafsu.

Kembali lagi soal harta. Sedikit curhat (curahan hati), saya hidup dikeluarga sederhana. Apabila meminta sesuatu kepada orang tua, tidak semuanya terpenuhi. Dulu saya berpikir bahwa Allah tidak adil, tapi akhirnya saya memahami itu semua. Dibalik sebagian penolakan orang tua, ternyata ada pelajaran dan hikmah yang bisa saya dapat. Insya Allah akan saya terapkan kepada keluarga (istri dan anak) nantinya (kalau saya masih diberi kesempatan hidup).

Keinginan (salah satu hawa nafsu). Setiap manusia memiliki keinginan. Dimana keinginan itu sebenarnya bisa dikendalikan, kalau kita mau berpikir.

Belajar dari harta. Berapa harta kalian? Kalau cukup untuk memenuhi kebutuhan saja, berarti kalian wajib bersyukur kepada Allah. Lihatlah orang di sekeliling kita, apakah mereka hidup mewah semua? Tentunya ada yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bagi mereka yang miskin, mau makan susah, apalagi untuk memiliki rumah. Mustahil untuk mereka, tapi tidak mustahil bagi kita yang sudah terpenuhi kebutuhannya. Bersyukurlah, insya Allah, Allah akan selalu mencukupi kebutuhan kita. Amin.

Harta yang Allah berikan kepada kita, sebenarnya memiliki hikmah dibaliknya. Misal, andai saja kita lahir dari keluarga miskin. Sehari-hari kita hidup didalam kemiskinan. Kemudian, tiba-tiba kita diberi harta yang melimpah. Lalu pertanyaan saya, apakah kita sanggup bersyukur dan ingat kepada Allah? Apakah kita bisa berjanji dan menepati untuk tidak sombong dan selalu bersedekah? Nah, dari hal-hal tersebut letak pembelajaran yang kita dapatkan. Dimana harta yang Allah berikan kepada kita saat ini, sebenarnya sudah sesuai dengan kesiapan kita. Bila kita belum siap, kenapa harus memaksakan diri berpenampilan kaya? Sadar dan berbenahlah!

Harta merupakan ujian bagi kita. Semakin banyak harta yang kita miliki, semakin besar juga tanggungjawab kita kepada Allah. Siapkah kita menerima tanggungjawab itu? Kalau sudah siap, insya Allah, Allah akan memberikan apa yang kita INGINKAN. Selalu bersyukur dan merasa cukup adalah kunci kita dalam menikmati harta yang dimiliki untuk sekarang ini.
Belajar Dari Harta yang Ada
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top