Thursday, August 20, 2015

Sejarah dan Informasi Tentang Candi Kalasan Sleman, Yogyakarta

Candi Kalasan secara administratif terletak di dusun kalibening, desa tirtomartani, kecamatan kalasan, kabupaten sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Keberadaan Candi Kalasan dapat dikaitkan dengan sebuah prasasti batu berbahasa sansakerta berhuruf pranagari yang berangka tahun 778 masehi.

kalasan temple

Di dalam prasasti Kalaşa disebutkan tentang diperingatinya jasa Maharaja Tejahpurana Panangkaran yang telah membangun sebuah kuil bagi Dewi Tara serta memuat arca dewi yang kemudian ditahtakan di dalam kuil tersebut. Kuil tersebut dinamakan Tarabhawana yang kini dikenal sebagai Candi Kalasan. Selain itu di dalam prasasti Kalaşa juga disebutkan tentang pendirian tempat tinggal (asrama) bagi para pendeta dengan menghibahkan desa kalasan kepada para Sangha. Di dalam prasasti tersebut, baik kuil Dewi Tara maupun asrama disebut sebagai Wihara. Penyebutan asrama bagi para sangha sesuai dengan prasasti, sering dikaitkan dengan bangunan Candi Sari yang berada 500 meter di sisi timur laut Candi Kalasan.

Candi Kalasan adalah candi yang bercorak Budha. Candi Kalasan mempunyai keunikan bila dibandingkan dengan candi-candi lain di sekitar Prambanan. Berdasarkan penelitian terhadap struktur bangunan candi, diketahui bangunan yang kita saksikan ini adalah bangunan ketiga. Sehingga dapat diperkirakan penyebutan angka tahun 700 saka dalamprasasti tentu bukan bangunan candi yang saat ini, melainkan bangunan yang sudah ditutup bangunan baru. Seni hias pada Candi Kalasan juga memiliki ciri khas, yaitu berupa pola hias sulur gelung yang ditempatkan secara vertikal pada tubuh candi, sehingga bisa memberikan kesan tinggi pada bangunan.

relief

Relief pada tubuh bangunan candi dipahat secara halus yang kemudian dilapisi dengan lapisan bajralepa, yaitu semacam semen pelapis sisi luar bangunan. Lapisan bajralepa ini terlihat hingga 3 lapis yang saling bertumpuk. Berdasarkan analisa laboratorium lapisan bajralepa tersusun dari 30% pasir kwarsa, 40% kalsit, 25% kaltopirit, serta lempung 5%. Keunikan lain dari Candi Kalasan ini dijumpainya batu monoloit di tangga pintu masuk sisi timur. Batu ini sering disebut sebagai moonstone (batu bulan).

Candi Kalasan merupakan kompleks bangunan yang terdiri dari bagunan induk yang dikelilingi oleh stupa sebanyak 52 buah yang mengitari batu candi. Saat ini sisa bangunan candi kalasan adalah 24 meter. Bangunan tubuh candi berdiri pada batur setinggi 1 meter dengan kaki candi setinggi 3 meter, tubuh 13 meter, dan atap 7 meter. Tubuh candi berdenah bujur sangkar berukuran 16,5 x 16,5 meter.

Di tiap sisi bangunan terdapat pintu dengan tangga, sedangkan sisi timur merupakan pintu utama menuju bilik utama. Dahulunya pada bilik utama ini terdapat sebuah arca yang cukup besar, hal ini diketahui dari dudukan arca yang juga sangat besar.

Tahun 1939 sampai 1940-an Candi Kalasan mengalami perbaikan, yaitu memasang kembali batu-batu atap serta melakukan konsolidasi pintu masuk sisi selatan yang mulai rusak. Namun secara keseluruhan, Candi Kalasan belum pernah dipugar total seperti candi-candi lainnya.


Pesan saya:
Jangan rusak cagar budaya atau tempat wisata lainnya. Keindahan alam akan indah bilamana manusianya juga menggunakan dan memperlakukannya dengan baik. Ingat! Masih ada anak dan cucu kita yang juga ingin menikmati keindahan tempat wisata yang indah.

* Biaya retribusi terakhir, tanggal 16 Agustus 2015 adalah 2.000 rupiah *


------------

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kalian mengenai cagar budaya, khususnya candi.

Terimakasih telah berkunjung di blog ini. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Sejarah dan Informasi Tentang Candi Kalasan Sleman, Yogyakarta
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
X