Sunday, September 6, 2015

5 Cara Mengatasi Masalah atau Problem Kehidupan

Bagaimana cara mengatasi masalah kehidupan ini agar nantinya tidak stres?

Percayalah bahwa, seluruh manusia di alam semesta ini memiliki problem di dalam kehidupan.

Sebelumnya, harus kita pahami terlebih dahulu. Jangan menganggap sebuah persoalan atau masalah sebagai sesuatu yang harus ditakuti atau merendahkan diri kita. Coba kita lihat kehidupan Rasul. Beliau memiliki banyak masalah, sering dihina, dimusuhi banyak orang, dilempari kotoran, dan sering diancam, tapi Rasul tetap sabar dan kuat menjalani kehidupannya. Nah, sosok manusia mulia saja melewati ujian atau persoalan, semestinya kita juga tidak perlu khawatir dan takut bila kita mendapatkan berbagai macam ujian.

Sebuah masalah atau persoalan adalah sesuatu hal yang dapat mengangkat derajat seseorang. Justru sebaiknya kita jangan senang atau bangga ketika tidak ada persoalan atau masalah dalam hidup kita. Pada intinya, ujian itu bisa berupa kemudahan dan kesusahan. Nah, diantara keduanya itu, ujian kemudahan itu yang paling berbahaya. Karena ketika berada dalam kondisi enak, nyaman, atau mudah, kita lebih cenderung melupakan sang pencipta kita, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Ada 5 cara mengatasi masalah kehidupan versi saya, semoga dapat membantu.

Silahkan dibaca.

Cara Mengatasi Masalah 1. Kita harus siap dalam menghadapi yang cocok dan tidak cocok dengan keinginan

Mustahil semua keinginan kita terwujud. Misalnya, kita ingin selalu sehat. Tapi, ada masanya kita harus merasakan sakit (entah sakit batin, pikiran, atau fisik). Janganlah berprasangka buruk. Setiap takdir ada jalannya. Hanya, bagaimana kesiapan kita dalam menerima ujian tersebut dari Tuhan? Cobalah untuk berpikir.

2. Kalau sudah terjadi, maka kita harus ikhlas

Lihatlah orang stres (bukan gila). Orang stres itu bukan karena kenyataan, tapi karena tidak mau menerima kenyataan. Coba kita ingat-ingat saat dimana stres. Apa penyebab stres itu terjadi karena tiba-tiba? Pastinya tidak. Ada sesuatu yang kurang kita cermati dan lalui, sehingga membuat diri kita stres. Terimalah apa yang sudah kita jalani, entah itu nasib buruk. Siapa tau, nasib buruk itu adalah pengalaman dan sumber belajar yang paling berharga. Maka itu, ikhlaskanlah nasib buruk itu dan cobalah untuk belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya.

3. Jangan mempersulit diri dan berpikiran negatif

Pecahkan masalah dengan cara sederhana. Misalkan ban kita bocor di tengah jalan. Jangan sedih dan menggerutu, berpikir positif saja. Siapa tau, ada rezeki seorang tambal ban yang ada di dalam dompet kita. Jauh mendorong kendaraannya? Berpikir positif saja, siapa tau kita memang butuh olahraga. Bagaimana? Ternyata enak juga setelah olahraga.

Seorang hater adalah follower atau fans kita. Justru kalau ada yang tidak suka dengan kita, ini merupakan kesempatan emas kita untuk introspeksi diri. Bercerminlah dan tanyakan pada diri sendiri, Apa benar kita sudah pernah melakukan keburukan, sampai ada orang yang tidak suka dengan kita? Kalau tidak ada, kita anggap saja mereka itu seperti follower atau fan kita. Lihat saja, betapa sayangnya mereka selalu ingat dengan kita dari pagi sampai malam. Jangan pernah berpikiran negatif.

4. Evaluasi diri kita

Cobalah kita bercermin, apa saja kekurangan dan kelebihan kita. Andai saja kekurangan itu cukup banyak, kita tutup saja dengan sedikit kelebihan. Lihatlah pemain bola. Mereka pandai bermain bola, tapi belum tentu dibidang lain mereka juga pandai. Ingat, semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi, jangan terlalu memikirkan komentar-komentar jelek mengenai kita. Hanya kita dan Tuhan yang tau apa kelebihan dan kekurangan kita. Tapi, kita harus selalu evaluasi diri. Karena evaluasi diri adalah salah satu cara agar kita bisa tampil sempurna, dengan kelebihan yang kita miliki untuk menutupi segala kekurangan kita.

5. Cukuplah Tuhan sebagai penolong kehidupan kita

Ketika kita bersandar pada sesuatu, pasti ada rasa khawatir dan takut untuk kehilangan sesuatu itu. Misal, kita bersandar pada jabatan, pasti ada rasa takut nantinya bila kita di-PHK atau dipecat. Kita bersandar pada manusia, pasti ada rasa takut nantinya bila kita ditinggal pergi atau ditinggal mati.

Hanya Tuhan yang kekal. Sebelum kita hidup dan sesudah kita mati, Tuhan masih dan akan selalu kekal ada. Bersandarlah hanya pada Tuhan, karena hanya Tuhan yang bisa membantu segala masalah atau persoalan kita. Percayalah, ketika kita dekat dengan Tuhan, jiwa kita menjadi tenang dan kita akan ditunjukkan jalan keluar. Sehingga, segala masalah dan persoalan kita menjadi beres dan tidak terbebani dalam menjalani kehidupan.


-----

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
5 Cara Mengatasi Masalah atau Problem Kehidupan
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
X