Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Senin, 12 Oktober 2015

6 Perbedaan Blogger Sejati dan Blogger Abal-Abal

Ciri-ciri blogger sejati itu seperti apa? Saya. Ehem *bercanda. Lol. Bagi 'saya' (yang hanya seorang newbie di dunia blogging) tidak patut menyombongkan diri dan mengumbar ilmu pembodohan (bohong), apalagi jual jasa SEO dan SERP. Nanti bisa-bisa jatuhnya masuk bui karena terjerat pasal 378 KUHP tentang kasus penipuan gara-gara tidak sesuai harapan pelanggan. Teknik SEO sekarang kira-kira ada sekitar 200-an poin, menurut para master yang tertulis di situs mereka (percaya atau tidak, semoga bukan sekedar gossip belaka. Amin).

Maaf, paragraf di atas merupakan basa-basi saja (Seperti salah satu teknik SEO tentang minimal jumlah kata per artikel. Sebenarnya tidak layak karena sedikit OOT). Langsung saja, saya akan memberikan ulasan mengenai perbedaan blogger sejati dan blogger abal-abal berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan pribadi. Kalau salah saya minta maaf. Jika berkenan, silakan baca sampai selesai.

Blogger sejati dan blogger abal-abal
Perbedaan Blogger Sejati dan Blogger Abal-Abal

1. Ketika mengeluh
Sebenarnya sikap mengeluh itu wajar. Karena kodratnya manusia ya seperti itu. Bisa dibilang, sudah bawaan takdir. Tapi, bedanya blogger sejati dengan yang 'abal-abal' (seperti saya ini) pastinya sangat jauh. Yang abal-abal, kalau mengeluh jadwal menulis blognya jadi tidak teratur. Bisa sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu akan menulis artikel kembali. Sedangkan blogger sejati, kalau sedang mengeluh jadwal menulis di blognya masih dianggap stabil. Ya kira-kira kalau biasanya 5 artikel perhari, paling tidak mereka akan menulis 2 artikel perhari. Setidaknya, setiap hari akan update.

2. Gaya penulisan
Gaya penulisan terlihat sangat berbeda, kecuali artikel COPAS (Copy Paste). Jika kita melihat situs yang tulisannya 'bersahabat' (komunikatif, simpel, mudah dipahami, menarik, dan bukan hasil copas), pasti kita tahu bahwa penulisnya adalah 'seorang profesional' (terbiasa menulis). Nah, seperti inilah termasuk golongan blogger sejati. Sedangkan blogger abal-abal, gaya tulisannya 'sangat mudah untuk ditebak' (tidak rapi, isi OOT, link tawuran, main copas, bahasanya susah dipahami, dan lainnya).

3. Tampilan template
Blogger sejati tidak terlalu peduli dengan tampilan template. Tapi, bukan berarti tidak pintar coding. Mereka hanya menampilkan template yang 'sederhana' (bukan seperti blog saya ini. Kalau tempat saya sangat-sangat sederhana. Blog mereka tampil sederhana, namun dibumbui dengan kreatifitas dan kecanggihan fitur yang terkadang mereka sendiri yang tau kodenya). Karena mereka lebih fokus membuat konten yang bermanfaat untuk orang lain. Akan tetapi jika kita browsing dan menemui tampilan situs/blog yang 'maaf' (overload dan seperti sampah), itu tandanya admin situs adalah blogger abal-abal. Karena hal yang perlu diperhatikan seorang blogger adalah kenyamanan pengunjung. Ketika isi artikel adalah raja, ratunya adalah pengunjung. Jadi, jangan harap visitor naik kalau tampilan template-nya saja buruk. Ingatlah, bahwa SEO onpage itu sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas website di mata search engine. Jangan sampai merugi sendiri akibat sikap apatis dan tidak mempedulikan keberadaan 'sang Ratu'.

4. Tujuan
Blogger sejati membuat blog untuk tujuan utama yaitu 'berbagi' (berbagi ilmu, informasi, pengalaman, dan hal lainnya tanpa mempedulikan perkataan 'setan' (orang yang mengacaukan niat)). Sedangkan blogger abal-abal, tujuan utama mereka adalah uang. Betul tidak? Jujur, saya sendiri juga kadang-kadang begitu. "Tapi, ada juga hlo blogger sejati yang minta donasi". Saya hanya ingin bilang, kalau hidup di dunia ini memang butuh uang. Donasi yang mereka minta juga tidak sebanyak dengan apa yang blogger abal-abal harapkan. Yang terpenting bagi mereka, jatah makan, ngopi/rokok, dan internet tersedia untuk bisa lembur. Jadi, wajar kalau ada website yang minta donasi. Itu semua demi menghidupi blog mereka untuk update artikel setiap hari dan pastinya tidak keluar dari tujuan mereka, yaitu 'berbagi'. Coba kita lihat situs yang meminta donasi, pasti artikelnya menarik dan pengikutnya juga banyak. Berbeda dengan blogger 'abal-abal' (seperti saya), postingan sedikit, update artikel jarang-jarang, pengikut juga sedikit, konten juga tidak menarik. Alhasil, traffik blog juga seadanya.

5. SEO
Para blogger seharusnya sudah tau arti SEO dan kegunaannya. Manfaatnya, apabila kita mau mengoptimasi blog sesuai keinginan search engine, bisa dipastikan artikel kita berada di halaman satu pencarian browser. "Lalu, antara blogger sejati dengan yang abal-abal berkaitan dengan SEO bedanya seperti apa?" Kalau blogger abal-abal, dalam mengoptimasi blog terkadang cuek dengan SEO. Tapi ada yang peduli juga hlo. Nah, untuk blogger abal-abal yang berminat dengan SEO, tidak dipungkiri bahwa cara optimasinya bisa dibilang 'ngawur' (overload dan tidak sesuai dengan TOS browser). Sedangkan blogger sejati, selalu peduli dengan SEO. Supaya apa? Supaya artikel mereka berada di page one dan dikunjungi banyak pengunjung. Karena pada hakikatnya, kebanyakan blogger ingin sekali artikelnya dibaca orang banyak. Jadi, apabila artikelnya tidak ter-expose publik, rasanya seperti rugi sudah membuang-buang waktu untuk menulis. Nah, untuk blogger sejati sendiri jika artikelnya belum berada di halaman pertama pencarian, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat membuat artikel berada di page one. Sementara untuk blogger abal-abal, jika artikelnya tidak berada pada halaman pertama pencarian search engine, kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk cuek.

6. Kepribadian
Blogger sejati lebih terlihat sopan dan mau berinteraksi dengan pengunjung melalui komentar. Bahkan mau menjawab pertanyaan lewat PM (Private Message). Tapi, tidak semua komentar akan dijawab. Karena ada alasan bagi mereka untuk membisu. Mungkin, karena komentar dari pengunjung yang 'nyeleneh' (OOT, SPAM!!, jualan obat, nge-share link judi/porno, atau hanya komentar 'beberapa kata' (nice info, informasi bermanfaat, thanks gan jangan lupa kunbal)) sehingga tidak wajib untuk dibalas. Komentar yang dibalas biasanya yang 'baik' (relevan, kritikan, saran, dan request). Sedangkan para blogger 'kacangan' (abal-abal), kepribadiaannya terkadang absurd, buruk, tapi ada juga hlo yang baik.


-----

Nah, itulah 6 perbedaan blogger sejati dan blogger abal-abal yang bisa saya sampaikan. Pada dasarnya setiap profesi harus dijalankan dengan baik, ikhlas, dan harus optimis. Jika ingin situsnya maju, ya jangan 'mundur' (kebanyakan mengeluh, optimasi overload, melawan TOS, kepribadian buruk, dan penyebab lain mundurnya sebuah blog). Jalani apa adanya, bukan ada apanya. Manusia itu sama kok, yang membedakan itu adalah fisik dan OTAK. Kalau otak mau jalan, pastinya tau mana yang baik dan mana yang buruk. Bukannya saya mau SOK, saya juga newbie, abal-abal, dan kacangan. Tapi, akan lebih baik kalau kita mau terus belajar dan tidak menyalahi aturan. Pada saatnya nanti, bukan sebuah kerugian yang kita dapat, melainkan keuntungan. Bahkan keuntungan itu melebihi dari ekspetasi kita. Jangan pernah berhenti menulis. Happy blogging!!!

Terimakasih telah membaca sampai akhir. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
6 Perbedaan Blogger Sejati dan Blogger Abal-Abal
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top