Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Rabu, 07 Oktober 2015

Alasan Pria Diam Saat Marah

Apa alasan pria diam saat marah? Ketika hal ini terjadi bukan berarti menunjukkan sikap tidak peduli. Perilaku tersebut dilakukan untuk menghindari konflik yang berkepanjangan. Sikap ini dilakukan juga untuk merenungi kesalahan pada diri sendiri atau untuk menyadarkan kesalahan orang lain. Lalu kenapa tidak berterus terang saja? Itubukanlah hal yang mudah. Kita juga harus melihat siapa orang yang membuat marah. Karena tidak semua orang yang sudah diberi tahu akan cepat sadar dan mau mengakui kesalahannya.

alasan pria lelaki diam saat marah

Sebenarnya diam saat marah juga tidak dilakukan terus menerus. Paling tidak 1-3 hari juga akan reda, jika lebih berarti ada indikasi ia benci dengan kalian. Setelah 1-3 hari ia akan kembali normal seperti biasa. Jadi, jangan salah persepsi ketika ada seorang pria diam ketika marah.

Baca Juga:
Layaknya sebuah ucapan di dalam cinta. Ketika kita cinta kepada pasangan atau keluarga, kita akan berusaha membahagiakannya. Cinta itu tidak perlu diucapkan, cukup dengan perbuatan yang telah mewakili ucapan di dalam cinta. Begitu juga marah. Marah itu tidak perlu diucapkan, apalagi sambil membentak-bentak. Cukup dengan sikap, yaitu diam. Karena diam itu bukan berarti tidak peduli, alasannya seperti apa yang telah saya tulis pada paragraf pertama.

-----
Ada percakapan antara saya dan teman (wanita) saya (bukan pacar, hanya teman biasa).
Keterangan:
Ce = teman saya
S = saya

Ce : Kenapa ya cowok gue diem terus? Padahal sudah mau seminggu. Harusnya kan dia sudah reda kalau marah, tapi kenapa dia masih aja diemin gue? Gue juga udah minta maaf. Sampai sekarang gue masih bingung dengan sikap diemnya.
Dia bertanya seperti itu kepada saya, seolah-olah saya tau semua tentang pria.
S : Saya diam sebentar (bukan marah, tapi berpikir). Mungkin doi lagi kesel banget sama lo. Emang apa sih salah lo?
Ce : Gue ketahuan jalan berduaan sama cowok (lain). Gue diajakin makan bareng di KF* sehabis belajar kelompok. Berhubung gue juga laper, akhirnya gue nerima ajakan dia. Tapi gue gak suka sama dia. Gue nganggep dia cuma sebatas temen. Karena gue sukanya cuma sama cowok gue yang sekarang.
S : Oh jadi begitu, jadi itu yang bikin cowok lo kesel. Pantesan lama.
Ce : Maksud lo?
S : Lo udah jujur sama cowok lo kan?
Ce : Udah.
S : Tapi lo masih bingung sama sikap cowok lo itu ya?
Ce : Iya. Makanya gue tanya lo yang sama-sama sejenis.
S : Sejenis? Emang gue binatang apa, pake sejenis segala. Lol. Ya benerlah cowok lo marah. Habis lo juga gak mikir perasaan cowok lo. Coba deh semisal lo jadi cowok lo, gimana perasaan lo kalau cewek lo jalan sama cowok lain?
Ce : Bakal gue labrak itu cowok. Gue seret cewek gue pulang.
S : Eits stop. Jangan main kasar dulu. Cuma cowok oon yang main otot.
Ce : (dia nunduk)
S : Nah sekarang lo tau kan gimana perasaan cowok lo? Gue cuma mau bilang, lo sebaiknya rayu terus cowok lo sampai dia bener-bener luluh. Cowok kalau dirayu sama cewek terus-terusan, bakal luluh hatinya. Bakal nempel lagi sama lo lagi. Dijamin. Untung cowok lo cuma diem. Coba kalau cowok lo main kasar, udah masuk UGD lo. Lol.
Ce : Yaudah, terus gue harus rayu-rayu dia gitu. Ntar kalau gue dikira murahan sama dia gimana?
S : Lo jawab aja begini, gue cuma maunya ngerayu lo, kalau cowok lain gue males. Karena cuma lo yang buat gue jadi murahan gini.
Ce : Emang mempan?
S : Nggak usah banyak tanya, coba lo lakuin.
Ce : Tapi gue malu.
S : Sebenarnya lo cinta nggak sih sama cowok lo?
Ce : Iya, gue cinta banget. Makasih ya saran lo.
S : Iya sama-sama.

Itulah percakapan antara saya dan teman (cewek) saya (bukan pacar, hanya teman biasa).
-----

Lalu, apa hubungannya antara sikap pria saat marah dengan percakapan di atas? Percakapan di atas adalah sumber inspirasi saya dalam menulis artikel ini. Karena percakapan itu yang membuat artikel ini ada. Untuk nama teman saya, sengaja tidak saya sebutkan karena saya tidak mendapatkan izin dari beliau.

Nasehat untuk kalian (khususnya cewek. Cowok juga!) berdasarkan pelajaran yang saya peroleh dari percakapan di atas sebagai renungan bagi kita adalah sebagai berikut:

1. Beruntunglah kita yang memiliki pasangan ketika marah diam. Seandainya pasangan kita kasar, kemungkinan besar kita masuk ke UGD. Lebih parahnya, kita bisa masuk ke liang lahat.
2. Janganlah berprasangka buruk dengan diamnya pasangan atau keluarga kita saat marah. Cobalah untuk introspeksi diri. Dengan introspeksi, membuat diri kita menjadi baik dan terhindar dari kesalahan yang sama.
3. Jagalah perasaan orang lain. Entah itu melalui sikap, ucapan, dan perbuatan. Dengan demikian kita terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri. Karena dalam suatu hubungan yang baik adalah mereka yang mau menjaga perasaan satu dengan perasaan lainnya.
4. Jika kita marah, sebisa mungkin mengontrolnya. Jangan dengan kekerasan, karena kekerasan hanya akan memperparah masalah. Lebih baik kita diam. Ada sebuah kata-kata bijak yang berbunyi "Diam itu emas".
5. Saling percaya adalah kunci kesetiaan. Bila kita benar-benar setia, maka masalah apapun akan selesai dengan baik. Dan pastinya menguntungkan kedua pihak.

Nah, itu saja pelajaran yang bisa saya petik dari percakapan di atas. Terimakasih saya ucapkan kepada kalian yang mau meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Alasan Pria Diam Saat Marah
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top