Saturday, November 28, 2015

5 Alasan Kolom Komentar Blog Dihapus / Dihilangkan

Inilah 5 alasan kolom komentar Blog dihapus atau dihilangkan oleh pemiliknya - Setiap blogger memiliki HAKnya masing-masing, entah itu baik atau buruk bagi diri sendiri. Setidaknya tidak melampaui batas hukum yang berlaku pada negara. Supaya yang kita lakukan tidak menimbulkan bahaya atau menyakiti hati orang lain.

Saya menulis artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi selama saya memiliki blog ini. Namun ada beberapa juga yang berdasarkan imajinasi dan pandangan pribadi.

Nah, untuk mempersingkat waktu, silakan anda baca.

Berikut 5 alasan kolom komentat blog dihapus atau dihilangkan:

alasan kolom komentar Blog dihapus atau dihilangkan

A. Berdasarkan Pengalaman Pribadi

1. Kebanyakan di-SPAM dan dikomentari 'asal buang sampah'

Waktu awal-awal ngeblog saya senang sekali ketika tau ada komentar masuk pada salah satu artikel melalui pemberitahuan email. Karena penasaran kemudian saya cek isi komentarnya, ternyata isinya berupa:
  • Link jualan obat, judi, dan p*rno.
  • Komentar pelit (terima kasih infonya kunjungan balik, lalu menyisipkan link).
  • Komentar yang sama disetiap artikel dari SPAMmer.
Saya akui bahwa tidak semua pengunjung berkomentar seperti yang telah saya sebutkan di atas, karena ada juga pengunjung pengertian yang memberikan masukan, saran, maupun kritikan.

Tapi kenyataannya paling banyak mendapatkan komentar-komentar dari pengunjung yang punya kebiasaan buruk. Untuk perbandingannya kira-kira 90% (sampah dan spam) : 10% (baik dan beretika).

Jika anda merasa seorang BLOGGER harusnya tau etika saat berkomentar di blog orang lain. Cari backlink juga harus bermatabat, bukannya malah nyampah atau nyepam terus kabur tanpa pernah merasa bersalah.

Hak saya adalah ingin dikritik, diberi saran, atau sekedar tanya jawab sesuai dengan apa yang saya tulis di dalam postingan tersebut, bukan di sampah. Namun pada akhirnya saya memutuskan kembali untuk menampilkan kolom komentar dari Disqus dan memoderator setiap komen yang masuk.

2. Saat diakses blog jadi lemot atau 'lola' (loading lama)

Saya mulai menyadarinya ketika memasang JS (Javascript) iklan Google Adsense. Blog saya yang awalnya sudah lemot waktu diakses, ditambah script GA jadi makin super lemot.

Memang benar kalau anda hanya ngeblog asal-asalan masalah loading blog yang lemot tidak akan menjadi beban anda. Namun jika anda menginginkan hal yang berbeda, misal seperti: penghasilan dan memiliki banyak visitor atau pengunjung, maka loading blog yang lambat akan anda pikirkan dan bersegera memperbaikinya.

Bayangkan saja kalau ada 100 komentar, bisa dipastikan blog kita akan lama untuk diakses dan alhasil para pengunjung yang memiliki koneksi internet lambat kemungkinan besar akan malas menunggu loading dan akan segera meninggalkan atau keluar dari blog kita.

Menurut berbagai sumber yang telah saya baca, loading situs juga dapat mempengaruhi penilaian perangkingan pada search engine. Di website dan blog mereka tertulis bahwa salah satu penerapan teknik SEO on page yaitu dengan membuat loading situs yang cepat.

3. Tidak berfungsi dengan semestinya

Ketika bertanya kepada teman-teman saya, "Kenapa tidak menulis komentar saat membaca berita, artikel, tutorial, dan lainnya di situs atau blog orang lain?" Jawaban mereka adalah, "Buat apa berkomentar? Memberi komentar itu tidak penting, yang terpenting itu isi atau informasi didalam artikelnya sudah kita peroleh. Dan kalau memberi komentar pun juga tidak akan ditanggapi oleh penulisnya. Jadi, percuma kan?"

Apakah kalian juga mempunyai pemikiran dan sikap seperti itu? Jika iya, berarti memang benar bahwa kolom komentar memang tidak wajib ditampilkan atau dihapus saja. Karena fungsinya yang tidak maksimal secara nyata.


B. Berdasarkan Imajinasi dan Pandangan Pribadi

4. Takut mendapat hinaan atau di bully

Ketika ada orang asal memposting artikel blog miliknya, entah karena sok tau atau karena asal tulis, maka tidak jarang ada ketakutan tersendiri yang ia pikirkan, yaitu apabila isi tulisannya mendapat celaan yang tidak mengenakan hati oleh para pembaca yang ditulis pada kolom komentar blognya, yang takutnya bisa memperburuk atau mempengaruhi kredibilitas para pengunjung lainnya.

Untuk menghindari hal tersebut maka tak jarang banyak blogger dengan sengaja menghilangkan kolom komentar mereka. "Padahal kan, komentar bisa dimoderasi?"

5. Tidak paham dengan kode HTML

Banyak blogger pemula / newbie tidak tau bagaimana menyetel kode pada template yang mereka gunakan. Tidak terkecuali dengan blogger lama yang memang dasarnya tidak pernah mau belajar kode-kode pada template karena lebih mementingkan isi atau konten tulisannya.

Mereka hanya menginginkan tampilan template blognya terlihat keren atau menarik. Pada akhirnya mereka mencari template gratis di luar platform blogging dan tanpa melihat kode-kode di dalamnya, asalkan bagus dan sesuai keinginan, langsung saja dipakai.

Bingung soal kode, alhasil ketiadaan kolom komentar pada template barunya tidak pernah digubrisnya. Karena memang dari awal yang dicari hanya tampilan template yang menurutnya keren, imut, lucu, dan sederhana saja.


Lalu pertanyaannya, perlu atau tidak kolom komentar, masa iya harus dihapus? Ya terserah anda, artikel ini saya buat tidak ada unsur pemaksaan. Ini kan menurut pandangan saya, anda bebas menentukan pilihan sendiri. Yang tau baik buruknya kan anda sendiri. Makanya punya otak dipakai buat mikir, lol.


Seperti itulah 5 Alasan Kenapa Kolom Komentar Blog Dihapus atau Dihilangkan yang dapat saya sampaikan. Mungkin juga terdapat perbedaan pemikiran antara saya dan kalian (blogger), up to you lah!

Apabila suka, silakan SHARE ! Jika tidak, saya ucapkan terimakasih karena sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini. Sekian dari saya. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
5 Alasan Kolom Komentar Blog Dihapus / Dihilangkan
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -