Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Sabtu, 20 Februari 2016

Publik Figur / Artis Hanya Manusia Biasa. 'Budayakan Berani Bully Sebagai Motivasi, Bukan Mencela'

Saya menulis artikel ini gara-gara melihat seorang artis di televisi yang sedang marah-marah gara-gara kena bully haters. Ini hanya berupa ungkapan hati saya. Anda boleh kecewa karena ternyata harapan membuka blog ini malah jadi sia-sia. Lebih baik, silakan keluar sekarang. Lol. Bercanda :p

Oke, apa saja celotehan saya di postingan ini. Silakan dibaca baik-baik :3

ARKARNA - Kebyar Kebyar - Cover versi Rock


....................

Mereka bisa lelah, menangis, dan rasanya ingin sekali bertamasya untuk menghilangkan kepenatan kesehariannya. Namun tidak semudah itu. Jadwal shooting, rapat, jumpa fans, dan kontrak adalah makanan sehari-hari mereka.

Benar. Hidup tidak berpangku tangan adalah tujuannya. Demi mencari recehan sampai dollar, menghidupi keluarga, dan terbebas dari hutang termasuk kedalam tujuan mereka. Tapi apadaya, inilah hidup. Keras seperti batu. Tanpa uang hidup susah, ada uang hidup sejahtera, kelebihan uang disisihkan untuk menabung hari tua.

Sayang seribu sayang, kekayaan ternyata membutakan mata. Glamour, foya-foya, dan gengsi menjadi kekhilafan mereka. Apakah TUHAN marah? Mungkin? Hanya TUHAN dan mereka yang tau.

Hanya manusia terpilih dan yang mau berusaha bersungguh-sungguh saja yang mendapat hadiah surga. Manusia tetaplah manusia. Derajat mungkin berbeda dengan sesamanya, tapi TUHAN selalu menyetarakannya selama si Kaya dan si Miskin mau saling menolong, membantu, mengasihi, dan membaur.

Menjadi publik figur bukanlah hal yang mudah. Menutupi kesakitannya, menutupi kelelahannya, menutupi kecemasannya, dan menutupi beban pikirannya demi penampilan terbaik di depan kamera yang akan disebar ke seluruh cakrawala.

Make up dan bakat aktingnya adalah andalan dan senjata mereka, tanpa itu tampilan mereka sama seperti manusia pada umumnya. Bahkan publik figur seperti artis dan pemusik rela menahan sakit menjalani bedah plastik untuk menjaga penampilan tetap menarik.

Itulah lika-liku seorang publik figur.

Lihatlah ketika mereka tanpa busana, ini bukan jorok, ini pengandaian. Tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya kita ibaratkan seperti bayi. Bayi yang lahir dari perut ibunya akan menangis ketika sang dokter mengeluarkan mereka ke dunia yang penuh jalan bercabang dan berliku. Hanya kasih sayang orang tua, keluarga, dan kerabatnya saja yang setiap hari dapat menenangkan suasana hati dan rasa kelaparannya.

Oh TUHAN, ciptaanMU sungguh luar biasa. LukisanMU begitu indah, dan takdirMU KAU tulis dengan pasti. Sesalku tak akan berguna, tangisku tak kan terdengar, celotehanku tak akan digubris. Wahai para Publik Figur, jadilah contoh yang benar-benar contoh. Namun itu semua sebenarnya ada ditangan dan pikiranmu, memilih menjadi contoh yang baik atau menjadi contoh yang buruk.

Kami disini menyaksikanmu sepanjang waktu di media massa. Apabila tidak baik, akan kami bully. Apabila baik, akan kami tunggu keburukanmu. Jangan lah menganggap bahwa kami ini penghalangmu, karena sesungguhnya kami ini adalah penyangga popularitasmu.

.....................


Sudah itu saja. Percuma juga panjang-panjang, toh juga tidak digubris. Wkwkwk.

Ini hanya selingan, baca-baca artikel lainnya juga ya :)

Terimakasih.telah berkunjung. Akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Publik Figur /  Artis Hanya Manusia Biasa. 'Budayakan Berani Bully Sebagai Motivasi, Bukan Mencela'
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top