Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Selasa, 05 April 2016

Anda Blogger ? Dukun ? atau Tukang Tipu ?

Entahlah, apa sih maksudnya beliau.

Maaf sebelumnya. Di artikel kali ini saya hanya mau menyampaikan unek-unek saja. Soalnya lucu bagi saya.

Sampai sekarang dan menulis postingan ini saja sambil senyum menahan tawa, takut nanti kalau ketawanya kelepasan malah orang dirumah yang lagi tidur terbangun semua. Kan repot!

Oke, langsung saja.

Jadi, ceritanya seperti ini.


blogger dukun atau tukang tipu

Tadi barusan saja saya buka salah satu forum diskusi online Indonesia.

Nah, disitu saya menemukan postingan salah satu member. Postingannya itu isinya adalah tips bagaimana biar sukses *sensor* (sengaja, biar nggak pada kepo. takut ketahuan sama yang saya sindir. Lol :v)

Kemudian saya scroll ke bawah sembari baca postingannya plus komentar-komentar yang ada.

Nah, dari situ saya menemukan kejanggalan. Letaknya pada komentar yang ditulis oleh si TS (Thread Starter = ditujukan untuk pembuat thread/postingan). Ngakak plus bingung saya, pokoknya lucu badai lah. :v


Jadi ada yang tanya entah akun cewek asli atau palsu / kloningan. Pertanyaannya seperti ini:

' Mas sudah dapat Pay Out' (gajian) berapa? '

Kemudian si TS jawab:

' Saya belum gajian mbak, saya masih newbie. Baru belajar juga. Hehe '


Lucu nggak?

Lucu tau !! Wkwk

Haduh, pada nggak fokus ini.


Begini lho maksud saya. Misal,

Ada orang yang memiliki 'kekurangan' (buta dan tuli) duduk di depan televisi. Lalu tiba-tiba bilang pada anda kalau,

' Beritanya tidak bermutu. Polisi kejam membunuh masyarakat yang tidak berdosa seperti itu masih saja ditayangkan. '

Apa anda nggak kaget? Ada orang dengan kekurangannya bisa berkata seperti itu, seolah-olah dia berkata seperti orang normal yang bisa melihat dan mendengar pada umumnya.

Nah, begitu juga dengan cerita saya sebelumnya. Dimana ada orang yang belum pernah merasakan, tapi seolah-olah dia sudah merasakannya dan kemudian membagikannya kepada publik.

Atau misal ada seorang Guru menerangkan sebuah materi, selesai. Kemudian ada murid bertanya mengenai materi yang sesuai dengan apa yang guru terangkan. Gurunya bilang, maaf nak, pak/bu guru juga sedang belajar materi ini. Kan lucu ?

Atau gampangnya. Berani mengemukakan teori, tapi pada kenyataannya omong kosong.

Masa iya Dukun. Atau jadi 'Tuti' (Tukang Tipu) ?

Nggak malu ya?

Itu sama saja seperti membunuh sebuah institusi, institusi disini adalah Blogger. Dimana hanya karena satu beban, semuanya jadi terbebani. Nanti yang kena dampaknya malah semua Blogger, padahal yang salah cuma beberapa. Hadeh ...

Begini saja deh mending,
Kalau nggak sanggup mending mundur. Kalau mau memperbaiki ya syukur. Tapi ingat! Harus senyatanya. Nanti tau - tau malah kumat lagi jadi Dukunnya. Wkwk Lol :v

Itu saja sih unek-unek dari saya. Moga saja, kejadian ini nggak terulang lagi.

Intinya disini saya nggak ada niat menghina, apalagi sama-sama satu hobi. Hanya saja sikap seperti itu kurang baik, apalagi sampai dipublikasi. Kasihan sama pembaca kalau ternyata yang buat tukang tipu, hanya cari duit saja tanpa memberikan manfaat.

Tujuan utama kita ngeblog kan memberi informasi dan manfaat, bukan semata-mata uang. Ya kalau ada pemasukannya sih, terima-terima saja. Nggak apa-apa, asal masih dalam jalur utama.

Atau jangan-jangan kita sudah berbeda jalur?

Hmm ... Ya sudah. Saya nggak bisa memaksa.

Jangan lupa komentarnya :)
Anda Blogger ? Dukun ? atau Tukang Tipu ?
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top