Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Rabu, 27 April 2016

Prihatin atau Peduli Itu Bukan Sekedar Memberi LIKE

Entah kenapa, rasa-rasanya orang-orang zaman sekarang kebanyakan mulai pada aneh plus kolot ya?

Kemungkinan pada sekolah hanya fokus pada mata pelajaran atau kuliah yang diajarkan, jadi rasa sosialnya hanya sekedar cari muka alias gaya-gayaan saja. Atau mungkin memang benar bahwa sekarang lagi fase dimana 'zaman edan' sedang mewabah, kalau enggak gila ya mati. Namanya orang sedekah pasti enggak butuh bicara, kalau banyak bicara atau sekedar di batin saja sudah dianggap tidak ikhlas.

Tapi semakin ke sini kok rasa-rasanya makin aneh, Coba lihat gambar di bawah ini!

Prihatin atau Peduli Itu Bukan Sekedar Memberi LIKE

eNggak terbuka gara-gara internet lambat atau irit pulsa ya? Lol.

Yang punya koneksi cepat malah gagal paham sama gambarnya? Ho..ho..

Jadi maksud gambar di atas adalah begini!

' Ada seorang pengemis lagi kebingungan gara-gara orang yang lewat lalu lalang di depannya bukannya prihatin terus memberi uang atau membantu memberikan solusi, yang ada malah memberikan emoticon 'Like via Facebook' yang banyak kepada pengemis tersebut. '


Sebenarnya kalau anda-anda suka berselancar di facebook pasti tau status seperti gambar di bawah ini:

Status facebook social media yang jangan di LIKE suka

Gambar di atas ini SALAH SATU CONTOH yang saya maksud, kenapa Prihatin Itu Bukan Sekedar Memberi ' LIKE '. Memang benar bahwa isi statusnya bagus, namun di postingannya juga disuruh Amin, entah ucapan atau tulisan di kolom komentar, dan BUKAN memberi LIKE! Otak anda masih bekerja, bukan? Bisa memahami sebuah instruksi, kan? Atau jangan-jangan anda sangat suka menyalahi aturan?


Mungkin beberapa dari anda belum banyak tau mengenai informasi yang satu ini.
Pada dasarnya semakin banyak like yang ada, semakin senang pemilik status tersebut. Pemilik status tersebut akan menjualnya kepada pebisnis-pebisnis yang membutuhkan like banyak dalam hal pemasaran via social media. Bukannya saya sok tau, tapi karena saya memang tau informasi dalam permainan mencari banyak LIKE tersebut dari salah seorang member yang koar-koar disalah satu grup blogger yang saya ikuti. Mau percaya atau tidak, itulah Bisnis. HA.. HA ..Ha


Disisi lain juga, hal tersebut juga menyebabkan Kontra. Alasannya karena, kenapa orang yang sedang mengalami masa kesulitan malah diSUKAi? Harusnya ditolong secara langsung, entah memberi bantuan berupa uang, atau tenaga bila anda seorang dokter kepada bayinya jika statusnya seperti gambar di atas. Anda dapat langsung tanya kepada pembuat status darimana ia dapat foto atau gambar tersebut. Jangan sampai ternyata pembuat status hanya asal download dan kemudian upload atas dasar mencari sebuah LIKE, yang kemudian hasil LIKE tersebut dijual kepada pebisnis. Makin konyol.


Mulai sekarang, Berpikirlah Cerdas!

Tambahan : Apabila ada orang yang memasang status tentang kesulitan lainnya, dimohon jangan diberi LIKE. Karena entah anda sadar atau tidak bahwa anda telah menyatakan bahwa anda meng-Amini masa kesulitan mereka. Alangkah lebih baiknya jika anda memberikan komentar yang memotivasi atau berupa bantuan secara langsung kepadanya.


Mungkin beberapa dari anda ada yang memiliki pemikiran,

" Apakah admin blog ini menggunakan metode tersebut dalam mencari LIKE untuk fanspage facebook? "

Saya jawab,

" Tidak, dan tidak akan pernah! Karena pada dasarnya cara tersebut adalah kotor dan menipu kepolosan hati seseorang. Itu bukan hobi saya. "


Alur Penipu kan seperti ini:
Awalnya mencoba-coba menipu >> Berhasil dan Ketagihan >> Selamanya akan terus-menerus Menipu.


-----------

Sekian dari saya. Semoga artikel ini dapat membuka pemikiran anda dalam menentukan status mana yang patut diberi LIKE.

Jika anda merasa tidak sepakat dengan pendapat saya ini, SILAKAN anda beropini mengungkapkan rasa keberatan anda tersebut. Opini anda sangat saya butuhkan.

Terimakasih juga atas kunjungannya. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Prihatin atau Peduli Itu Bukan Sekedar Memberi LIKE
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top