Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Senin, 31 Oktober 2016

Hati-Hati! Musuhmu Rekan Kerjamu

Saya bukannya mau menakut-nakuti, tapi hal ini bukanlah sesuatu yang tabu, bukan? Sesama blogger saja saling bersaing dalam menempatkan kontennya ke puncak SERP, apalagi rekan kerja di kantor?

bahaya ada dimana-mana

Artikel ini saya buat karena tadi siang mendengarkan kumpulan kontraktor sedang membicarakan rekan kontraktor lainnya yang tidak ada di tempat, di WarKop (Warung Kopi) favorit saya. Apabila yang dibicarakan adalah hal yang baik-baik tak masalah, lha ini kebalikannya, ngegosip lebih tepatnya. Suaranya pun cukup keras, tak enak di dengar dan rasanya hampir membuat kuping saya meleleh.

Perbincangan mereka menjerumus ke hal yang menurut saya semakin ngaco, mereka bakal membuat rekannya yang dibicarakan tadi tersingkir dari proyek yang sedang mereka jalankan di temanggung. Awalnya sih nada bicaranya agak bercanda karena mungkin di warkop tersebut ada pelanggan lainnya juga, tapi makin lama kok makin lirih dan jadi serius? Menimbulkan tanda tanya (?). Saya sebenarnya mau positif thinking, tapi kok harus lirih-lirih gitu juga ngomongnya? Mungkin mereka kira saya yang berada di samping mejanya tidak mendengar, padahal masih terdengar juga.

Karena sudah tidak kuat dan rasanya ingin muntah, akhirnya saya pergi dari warkop tersebut untuk pulang ke rumah. Padahal masih tersisa 2 mendoan yang mau saya habiskan, tapi gara-gara mereka nafsu makan saya jadi hilang.


Dalam perjalanan saya hanya bisa berdoa, semoga topik perbincangan mereka tak akan pernah terjadi dan para kontraktor-kontraktor tadi diampuni dosanya jika topik itu bukanlah bercandaan.


(Sedikit sombong, eh curhat. LOL) - Saya ini memang paling malas mendengarkan orang bergosip. Apalagi kalau sudah main fitnah dan kemudian saling mendukung, malah mirip perkumpulan iblis jadinya. Jujur, rasanya muak dan ingin teriak ke segerombolan iblis itu untuk bilang, "Please, NGACA dulu! Ngomong aja keras-keras, nggak punya sopan santun, bisa-bisanya memutuskan sepihak. Anda kira, anda TUHAN?!!". Tapi karena saya kalah jumlah, akhirnya hanya bisa membatin walau rasanya hati ini miris plus kasihan.


Dalam era modern ini saya akui bahwa saling jatuh-menjatuhkan, fitnah-memfitnah, atau bunuh-membunuh sepertinya bukan hal yang langka. Bahkan bisa jadi hal tersebut juga terjadi di sekeliling diri anda, atau malah anda sendiri yang jadi pelaku atau korbannya?


Saya tak ingin berkhotbah tentang masalah ini, karena saya sendiri kadang juga begitu, #eh nggak kok. Lol. Mudahnya begini aja. Kalau anda tau apa itu karma, anda bakalan tau bagaimana rasanya kalau diomongin orang itu enggak enak banget, apa lagi sampai dijelek-jelekkan di belakang layar, yang padahal mereka tak tau fakta yang sebenarnya. Gitu.

Hati-Hati! Musuhmu Ada Di Dekatmu (Rekan Kerjamu). Tetaplah selalu waspada tanpa pernah menciptakan kecurigaan diantara anda dan mereka. Bagaimana caranya? Anda harusnya lebih tau itu!


-----------

Sepertinya pembahasan kali ini saya cukupkan sampai sini, sudah ngantuk juga saya.

Maaf kalau dalam penyampaian dan penulisan artikel ini ada kesalahan.

Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Hati-Hati! Musuhmu Rekan Kerjamu
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top