Tidak Peduli Kata Orang, Yang Penting Page One 🏆 & Gajian 💰

Selasa, 04 April 2017

Kata Siapa Tinggal Di Desa Sekarang Itu Enak Ya?

Banyak orang berpikir bahwa tinggal dan membuat rumah di desa itu enak, masih yakin? Coba pikir kembali setelah membaca tulisan saya ini terdahulu.

Susahnya tinggal di desa pedalaman

1. Jauh dari polusi udara dan polusi suara

Kalau dulu sih iya, tapi tidak untuk sekarang ini. Pabrik-pabrik saat ini sudah banyak yang dibangun di desa-desa karena di kota sudah tidak ada lahan. Kepulan asap pembakaran pabrik dan asap kendaraan bermotor milik ratusan pegawai pabrik kian mengotori udara.

Suara bising dari alat produksi dan dentuman palu pekerja bangunan yang sedang memperbaiki atap pabrik yang bocor memekik keras di telinga masyarakat desa sekitar.


2. Pemandangannya sungguh indah dan menyegarkan mata

Pemandangan apa? Sawah? Woi! Sawah-sawah kini sudah menjadi alih fungsi, dahulu ditanami tumbuhan padi kini ditanami besi dan tumpukan pasir kali. Perumahan, mini market, pabrik, resort, dan cafe lebih tumbuh subur disini.

Jadi, jangan harap anda masih bisa melihat pemandangan yang (katanya) indah dan menyegarkan mata itu di tempat ini.


3. Aman Dari Pencurian

Wtf! Ini lagi, kalau anda baca berita di koran yang sering kemalingan itu malah daerah desa, bukan kota. Bangunan di kota-kota sudah banyak yang pasang CCTV sehingga para pencuri menjadi ragu-ragu dan takut ketahuan. Nah sedangkan rumah yang berada di desa yang tak pasang CCTV jadi rawan dimasuki pencuri.

Apalagi kalau rumah anda ada di daerah sepi penduduk, pas rumah anda disatroni maling sudah teriak-teriak minta tolong karena tidak ada yang dengar nyawa anda jadi taruhannya.

Jadi, mau hidup anda di desa atau di kota sebenarnya sama saja. Selama ada kesempatan para pencuri tak akan pandang bulu memilih korban-korbannya.


4. Harga Apa-Apa Murah

Ini atas dasar apa sih sebenarnya? Harga jual itu kan mengikuti sistem dan pajak, jadi mau anda beli di desa atau kota ya sama saja. Coba bandingkan pasar tradhisional di kota dan di desa, pasti harga hampir sama dan anda pun juga bisa saling tawar menawar disana.

Yang membedakan itu antara pasar tradhisional dan pasar modern (mall), harga jelas beda karena dilihat dari kenyamanan dan keamanan pun jelas lebih baik di pasar modern.

Jadi, yang bilang bahwa di desa itu harganya murah karena mereka beli barangnya di toko kelontong atau pasar tradhisional, bukan di mini market maupun mall.


5. Airnya Jernih

Maksudnya jernih itu sungai atau air sumurnya?

Ya kalau air sungai tergantung hulunya. Kalau hulunya saja sudah kotor mau anda hidup di desa pun air sungainya tetap kotor. Mau mandi di sungai tetap saja pikir dua kali, kecuali kalau air sumur mengalami kekeringan maka terpaksa sungailah yang jadi alternatif utamanya.

Untuk kejernihan air sumurnya ya tergantung juga. Apabila dekat dengan limbah pabrik ya jangan tanya. Jauh dengan pabrik ya tergantung masyaratnya mau peduli dengan lingkungan atau tidak, kalau tidak ya jangan harap anda mendapatkan air sumur yang jernih dan higienis. Hidup di desa tepatnya pada daerah berkapur pun airnya juga keruh.


6. Makanannya enak dan bikin kangen

Ya jelas enaklah, lha anda saja kelamaan tinggal di kota dan makannya seringnya juga fast food karena irit. Jadi sekarang anda bisa bilang kalau makanan di desa lebih nikmat.

Tapi kalau anda terlanjur tinggal di desa dan makanannya itu-itu saja, ya anda bakalan nggak kangen bahkan cenderung bosan. Karena yang membuat diri kita rindu atau kangen akan suatu hal itu karena kita tidak terbiasa atau intim dengan hal itu, apabila terbiasa mungkin anda akan cenderung bosan.

Jadi kalau anda kangen buat saja makanannya sambil eksperimen buat masakan desa di rumah (kota), sehingga anda tak perlu jauh-jauh lagi untuk pergi ke desa. Bahkan jika anda jago masak makanan khas desa, anda bisa membuka bisnis masakan desa atau catering di kota.


7. Internet sudah masuk desa

Ya benar, tapi tidak semua desa ada sinyal untuk seluruh provider. Anda terkadang juga harus berjalan jauh dulu untuk mendapatkan sinyal. Dan jangan kaget kalau tiba-tiba koneksi internet anda menghilang tiap beberapa menit. Maka itu, jika ingin tinggal di pedesaan anda harus benar-benar teliti kalau perlu melakukan eksperimen tinggal di desa selama satu minggu dahulu untuk mendealkan membangun rumah disana.

Yang saya rekomendasikan untuk provider yang harus anda gunakan dalam susur desa adalah provider Telkomsel (ini bukan iklan, ini kenyataan). Karena menurut pengalaman pribadi dan teman, telkomsellah yang paling cocok dan paling kuat sinyalnya dalam segala medan di tanah ibu pertiwi ini.

Bagi yang mengidap nomophobia dan internet addiction, saya sarankan kepada anda untuk tetap tinggal di kota daripada memaksakan diri hidup di desa. Lol.


8. Orangnya lebih santun dan ramah

Desa dan kota sama saja kali. Santun dan ramah itu bukan karena tempatnya, melainkan kepribadiaan individunya. Kalau dari kecil anda hidup di kota dan orang tua maupun guru di sekolah mengajarkan budi pekerti, jelas kepribadian anda akan baik. Begitu juga sebaliknya, jika anda hidup di desa tapi tak pernah diajarkan budi pekerti oleh orang tua maupun guru-guru di sekolah, jelas anda tak memiliki budi pekerti yang baik.

Jadi, mau hidup di desa atau di kota sama saja untuk hal keramahan dan kesantunan. Ini semua tergantung individunya.


9. Harga tanah murah

Tanah murah memang masih berlaku untuk banyak desa, tapi bukan berarti semuanya murah. Desa yang sudah bertransformasi menjadi semi kota harga tanahnya sudah melambung tinggi akibat sekelilingnya sudah dibangun banyak perumahan, dekat jalan tol, minimarket, dan cafe-cafe.

Tips - Jika anda mau cari tanah murah di desa lebih baik belinya sekarang daripada besok-besok harga tanahnya sudah mahal akibat tanah desa yang anda dambakan sudah bertransformasi menjadi semi kota.

Jadi, desa mana yang anda maksud. Apakah sebuah desa yang penduduknya jarang, sumber listriknya susah, dan sinyal provider tidak terjangkau?


10. Tidak macet

Kalau anda bilang bahwa desa tidak macet mungkin yang penduduknya jarang dan belum terjamah teknologi modern. Kalau yang sudah terjamah teknologi ya jangan kaget kalau jalannya macet.

Sekarang ini kredit kendaraan bermotor tuh gampang banget lho, tanpa DP dan bunga pula. Setiap orang dalam satu keluarga pun bisa memegang satu kendaraan bermotor. Jadi kalau di desa itu ada 100 orang remaja atau dewasa, maka akan ada 100 kendaraan bermotor yang berlalu lalang tiap hari.

Ingat! Beberapa jalan aspalnya pun banyak yang berlubang akibat kurangnya respon dari pemerintah setempat maupun kurangnya biaya pembenahan jalur transportasi tiap daerah. Sehingga pengendara harus selalu bersabar dalam melewatinya. Bahkan tak jarang desa yang ada di pedalaman hutan jalannya masih tanah, pas hujan jalannya licin dan ban kendaraan motor perlu dimodifikasi.

Jadi, bagi anda yang bilang bahwa di desa itu nggak macet ya hanya berlaku bagi penduduknya yang masih jarang. Dan untuk mendapat jalan beraspal anda harus melakukan survei terdahulu.


Note! - Dalam artikel ini saya tidak menakut-nakuti maupun membuat sebuah isu baru, ini resmi opini pribadi berdasarkan pengalaman hidup dan observasi sendiri. Anda mau percaya atau tidak itu semua terserah anda masing-masing, jika perlu silakan lakukan susur desa satu persatu di kota anda untuk meyakinkan hati anda.

Btw ada yang mau nambahin? Silakan tuliskan masukan anda di kolom komentar.

Sekian informasi dari saya. Kurangnya bisa anda cari referensi di situs lain, surat kabar, atau tanya langsung perangkat pemerintahan terkait.

Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Kata Siapa Tinggal Di Desa Sekarang Itu Enak Ya?
author
Tulisan yang bersifat positif dapat mengurangi tingkat depresi si penulis dan si pembaca- Ngeblog Asyikk -
top